Turun di Kuartal Pertama, Bata Optimis Akhir Tahun Penjualan Naik 8 Persen

bataRUPS

Tahun 2015 merupakan tahun pahit bagi PT Seatu Bata Tbk. Laba kotor perusahaan ini turun 10 persen . Akhir tahun 2015 laba kotor Bata tercatat Rp 406,751 miliar, padahal periode yang sama tahun sebelumnya berhasil meraih laba kotor Rp 450,499 miliar.

Turunnya laba kotor perusahaan, menurut Hatta Tutuko, Direktur Operasional Bata, karena terjadi penurunan nilai rupiah yang signifikan, sehingga  mempengaruhi COGS (cost of good sold) untuk barang ekspor. Selain itu, Bata juga mengambil langkah program penurunan harga produk untuk mengatasi kondisi ekonomi yang sulit tahun lalu sehingga bisa mendorong penjualan. Maka itu, penjualan Bata pada akhir tahun 2015 mengalami peningkatan, meski tipis hanya 2 persen. Tercatat pada akhir 2014 Bata berhasil meraih penjualan Rp 1,01 triliun, sedangkan periode yang sama 2015 Rp 1,03 triliun.

Langkah Bata yang berani memangkas harga sepatu yang dijualnya dan melakukan penjualan aset non operasional dengan tujuan memerkuat investasi perusahaan pada 2015,  ternyata membuahkan hasil  berupa peningkatan laba tahun berjalan  sebesar 85 persen dari Rp 69,755 miliar pada akhir 2014, menjadi Rp 128,895 miliar. Hatta menyebut, daya beli masyarakat yang menurun dan penurunan permintaan dari luar negeri menjadi biang kerok terpangkasnya penjualan perusahaan dan laba di kotor kuartal pertama tahun 2016. Penjualan Bata kuartal pertama tahun ini Rp 198,366 miliar atau minus 7 persen dibanding periode yang sama tahun 2014 Rp 213,160 miliar. Laba kotor perpangkas lebih besar sebesar 9 persen kuartal pertama tahun ini dari Rp 88,832 miliar tahun 2014, menjadi Rp 81,034 miliar.

“Ini dikarenakan lebih besarnya diskon dibanding tahun lalu dalam rangka persiapan lebaran,” ujar Hatta memberi alasan.  Penjualan ekpor sepatu Bata menurun 2,4 persen dari Rp 42,476 miliar menjadi Rp 24,473 miliar pada akhir tahun 2015. Dengan penurunan permintaan ekspor Bata memutuskan fokus di pasar domestic sehingga penjualan akhir tahun lalu porsinya meningkat 1,8 persen dibanding periode yang sama 2014.

Inisiatif Perusahaan Tahun 2016

Tahun 2016 perusahaan terus melakukan beberapa strategi untuk meningkatkan kinerja. Pertama membuka toko baru dan merenovasi toko lama dengan konsep yang baru, serta meng-up grade toko yang ada. Jumlah toko sepatu Bata pada kuartal pertama tahun ini 538 gerai. “Hingga public expose ini (23 Juni 2016), ada 9 toko baru dibuka, 7 toko direnovasi dan rencananya aka nada 5 toko baru lagi dalam waktu dekat ini,” ujar Muhammad Imran Malik, Presdir Sepatu Bata. Strategi kedua, terus mengembangkan produk baru yang mengikuti tren di pasar. Ketiga, menyiapkan strategi pemasaran yang menarik dalam rangka periode Back to School dan Lebaran yang menjadi periode ‘emas’ penjualan sepatu Bata sepanjang tahun melalui beberapa kegiatan, seperti  promosi baik TVC maupun digital. Dan, strategi keempat, mengembangkan divisi ecommerce.

Malik meyakini, pasar pasar masa depan ada di e-commerce. Meski saat ini Bata belum punya kanal e-commerce sendiri, penjualan sepatu Bata melalui sepuluh market place seperti Zalora, Berrybenka, Blibli.com, Vipplaza.com, Alfacart, Sportdeca, Mulimmarket.com dan Sanubaribatik.com mengalami peningkatan penjualan 129 persen hingga Mei 2016 sejak menggunakan kanal ecommerce pada 2014. “Total penjualan e-commerce kami hingga Mei ini mencapai 8.523 pasan dengan nilai penjualan Rp 1,07 miliar,” tutur Imran. Menurutnya ,di masa mendatang omni channel retailing akan menjadi tren bagi ritel industri, yaitu dengan tetap mengembangkan toko ritel, toko online, mobile apps store, mobile store, dan penjualan melalui telepon.

“Maka itu, kami yakin akhir tahun ini penjualan Bata bisa naik 8 persen dibanding tahun lalu. Kami juga membuat konsep baru TVC Bata, menggunakan Dian Pelangi sebagai brand ambassador yang mencitrakan sebagai person yang sangat update dalam penampilan. Dian memiliki 4 juta lebih follower di instagram, saya pikir ini kekuatan,” jelasnya. Sejak tahun lalu, Bata dipercaya menjadi distributor sepatu Nike dan Naturalizer, dua sepatu Amerika itu di Indonesia. Meski tidak disebutkan berapa nilai jumlah penjualannya, Imran menuturkan sangat bagus penjualannya. Dan tahun ini, Bata juga dipercaya menjadi distributor sepatu Levis di Indonesia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)