Wow, Laba Bersih Grup Astra Rp9,4 Triliun Semester I/2017

PT Astra International Tbk mencatat kenaikan laba bersih di semester I 2017 sebesar Rp 9,4 triliun, atau melonjak 31% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini didorong oleh pangsa pasar mobil dan motor meningkat, lalu hasil kinerja dari bisnis jasa keuangan grup membaik seiring dengan keuntungan yang dihasilkan Bank Permata.

Prijono Sugiarto, Presdir PT Astra International Tbk. Prijono Sugiarto, Presiden Direktur PT Astra International Tbk.

Kinerja positif ditunjukkan dari bisnis alat berat dan pertambangan serta agribisnis, yang mendapat keuntungan dari kenaikan harga komoditas. Pulihnya harga batu bara menguntungkan volume penjualan alat berat dan kontraktor penambangan, adapun peningkatan kinerja agribisnis seiring meningkatnya harga dan produksi CPO.

“Sebagian besar bisnis Grup Astra memiliki kinerja yang baik pada semester pertama tahun 2017. Untuk sisa tahun ini, Grup Astra berharap mendapatkan manfaat dari harga batu bara yang stabil, walaupun hasil kinerja diperkirakan akan terpengaruhi oleh meningkatnya persaingan di pasar mobil dan menurunnya permintaan di pasar motor,” kata Presiden Direktur Astra International, Prijono Sugiarto, dalam keterangan pers, (27/7/2017).

Laba bersih dari bisnis otomotif Grup meningkat 9% menjadi Rp4,2 triliun. Hal ini terutama disebabkan oleh meningkatnya penjualan mobil, yang masih terpengaruh oleh peluncuran model-model baru, termasuk pada periode semester kedua tahun 2016, meski kompetisi harga terus meningkat.

Penjualan mobil secara nasional meningkat secara marjinal menjadi 534.000 unit. Penjualan nasional mobil Astra meningkat sebesar 9% menjadi 298.000 unit, sehingga pangsa pasarnya meningkat dari 51% menjadi 56%. Grup telah meluncurkan satu model baru dan empat model revamped selama periode ini.

Penjualan sepeda motor nasional menurun sebesar 9% menjadi 2,7 juta unit. Penjualan domestik sepeda motor dari PT Astra Honda Motor (AHM) mengalami penurunan sebesar 7% menjadi 2,0 juta unit, mengakibatkan peningkatan pangsa pasar AHM dari 73% menjadi 74%. Grup telah meluncurkan enam model baru dan sebelas model revamped selama periode ini.

Laba bersih bisnis jasa keuangan Grup Astra meningkat 62% menjadi Rp 2 triliun, dengan peningkatan kontribusi dari sebagian besar bisnis segmen jasa keuangan. Dari sektor alat berat dan pertambangan naik 83 persen menjadi Rp 2,1 triliun. Segmen agribisnis melalui anak usaha PT Astra Agro Lestari meningkat sebesar 32% menjadi Rp 832 miliar. Divisi properti meningkat 94% sebesar Rp 68 miliar, terutama disebabkan oleh adanya peningkatan atas laba yang dihasilkan oleh Anandamaya Residences.

Sementara laba bersih segmen infrastruktur dan logistik Grup Astramenurun sebesar 21% menjadi Rp110 miliar, sebagian besar disebabkan oleh kerugian awal dari dimulainya operasional ruas jalan tol Cikopo-Palimanan serta pendapatan yang lebih rendah dari bisnis penyedia air bersih. Laba bersih dari segmen teknologi informasi juga mengalami penurunan sebesar 25% menjadi Rp 55 miliar.

“Untuk sisa tahun ini, Grup Astra berharap mendapatkan manfaat dari harga batu bara yang stabil, walaupun hasil kinerja diperkirakan akan terpengaruhi oleh meningkatnya persaingan di pasar mobil dan menurunnya permintaan di pasar motor,” ungkap Prijono.

 

Editor: Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)