Garudafood Cetak Laba Rp 144 Miliar di Kuartal I/2021

Pandemi sudah hampir memasuki 1,5 tahun sejak kasus COVID-19 pertama kali ditemukan di Indonesia pada Maret 2020. Meski masih dirasa berat bagi sebagian pelaku bisnis, tapi pasar sudah mulai berherak. Hal ini dirasakan juga oleh PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) walau tumbuh tipis, penjualan perusahaan FMCG ini sudah mulai tumbuh positif.

Garudafood optimistis tahun 2021 dapat tumbuh lebih baik dari tahun sebelumnya. Garudafood mencatat adanya tren perbaikan untuk kinerja Kuartal I 2021 dengan membukukan laba sebesar Rp144 miliar. Penjualan tercatat Rp2,27 triliun atau tumbuh tipis 1,21% terhadap periode yang sama pada tahun sebelumnya, dengan pencapaian laba bersih yang kurang lebih sama. Hal ini tentu saja menjadi sinyal positif mengingat pada kuartal I tahun lalu belum terdampak pandemi, namun kinerja Garudafood di awal tahun ini sudah dapat menyamai.

Jika dibandingkan dengan kinerja kuartal IV 2020 maka kinerja kuartal I 2021 ini sudah membaik. Garudafood akan fokus mempertahankan kinerja kuartal I ini sehingga pada akhir tahun dapat mencapai pertumbuhan yang signifikan.

Paulus Tedjosutikno, Direktur Garudafood mengungkapkanpada periode ini, Garudafood mencatat pertumbuhan positif dan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Hal ini patut disyukuri, lanjutnya, karena ini menandakan tingkat kepercayaan konsumen sudah membaik meskipunkondisi pandemi masih berlangsung. Fokus utama kami saat ini adalah menjaga ketersediaan produk di pasar dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan karyawan serta mendukung program pemerintah dalam percepatan penanganan pandemi.

Ia menyebut segmen makanan menyumbang pertumbuhan penjualan Garudafood di Kuartal I/2021 sebesar 88,93% atau tumbuh 3% dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung dengan adanya peningkatan penjualan baik di domestik sebesar 0,79% dan luar negeri sebesar 10,64% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Kinerja positif tersebut dicapai Garudafood di tengah sejumlah kendala yang dihadapi selama pandemi seperti kebijakan lockdown di beberapa negara serta kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat seperti aktivitas sekolah dan kantor yang belum normal, larangan berkumpul hingga adanya perubahan perilaku konsumen yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, melakukan hobi seperti memasak dan beralih pada transaksi digital,” ungkapnya.

Namun demikian, Garudafood melihat tantangan tersebut sebagai sebuah peluang untuk dapat semakin mengembangkan channel distribusi dan pemasaran ke depannya. Harapannya, pertumbuhan ekonomi semakin menggeliat sehingga Garudafood dapat mencapai target penjualan yang telah ditetapkan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)