Garvis Toler Ajak Perusahaan Indonesia IPO di NYSE

Ada yang berbeda dengan suasana di Bursa Efek Indonesia pada Rabu (11/8). BEI kedatangan tamu dari negeri Paman Sam, Garvis Toler, Global Head of Capital Market di New York Stock Exchange (NYSE). Kedatangan Toler ke Indonesia merupakan dalam rangka memberikan kuliah umum bertajuk 'Current Dynamics of Global Capital Market and Its Implication for the Developing Economics' yang dihelat oleh Core Indonesia.

Dalam paparannya, ia mengapresiasi keberadaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang telah tercatat di NYSE dengan market cap U$$ 45 miliar dollar dan sahamnya diperdagangkan 746 ribu kali per harinya. Ia mengatakan NSYE memang merupakan fasilitator bagi perusahaan, baik skala besar maupun kecil untuk mendapatkan suntikan modal. “Tidak dapat disangkal bahwa pencatatan di bursa Amerika memberikan perusahaan beberapa keuangtungan. Dari segi exposure. Misalnya, menjadi bagian dari NYSE adalah sinyal bahwa bisnis anda adalah perusahaan berkelas dunia,” ujarnya.

20160811_095017

Terlebih ia menggarisbawahi bahwa sejak tahun 2012, peluang untuk masuk ke bursa AS makin lebar seiring dirilisnya aturan bertajuk Jumpstart Our Business Startups Act (JOBS Act).Inti aturan tersebut adalah melonggarkan sejumlah persyaratan bagi perusahaan swasta maupun BUMN untuk menawarkan saham atau efeknya di pasar AS. Seperti, perusahaan yang berpendapatan setahun di bawah US$ 1 miliar . Selama ini, syarat berpendapatan jumbo menghambat perusahaan-perusahaan dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, menawarkan atau mencatatkan sahamnya di bursa AS.

Melalui JOBS Act ini, pemerintah AS berharap peningkatan jumlah penawaran saham perdana ke publik (IPO) dari perusahaan-perusahaan asal negara berkembang dan transformasi pendanaan perusahaan swasta dari modal ventura ke akses pendanaan yang lebih lus di Wallstreet. “85 persen dari perusahaan non AS telah IPO menggunakan benefit dari JOBS act,” ujarnya.

Seperti diketahui Telkom merupakan satu-satunya perusahaan Indonesia yang melakukan dual listing dan tercatat di NYSE. Sebelumnya Indosat juga pernah tercatat di NYSE namun melakukan delisting pada tahun 2013 lalu. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)