Implementasi GCG Mendongkrak Kinerja Jasa Marga

PT Jasa Marga (Persero) Tbk., BUMN yang telah berpengalaman selama 35 tahun dalam industri jalan tol di Indonesia terus menerus memperbaiki performanya. Upaya tersebut di antaranya dilakukan dengan menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance. Hal ini dilakukan perusahaan yang mengoperasikan 72% jalan tol di Indonesia untuk mencapai visi perusahaan tahun 2017, menjadi perusahaan pengembang dan operator jalan tol terkemuka di Indonesia dan visi tahun 2022 menjadi salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia.

Berbagai strategi dilakukan, baik dalam pengembangan bisnis jalan tol, pengoerasian jalan tol serta pengembangan bisnis lain. Selain itu, berbagai strategi pendukung pun dilakukan, seperti dalam bidang pengelolaan keuangan, organisasi & human capital, teknologi informasi dan rekayasa teknik serta kepatuhan dan manajemen risiko.

Jasa Marga-jalan tol

Lebih lanjut mengenai penerapan prinsip good corporate governance yang dilakukan Jasa Marga dapat disimak pada laporan dari Rif’atul Mahmudah saat wawancara dengan Adityawarman (direktur utama); Hasanudin (direktur operasi); Reynaldi Hermansjah (direktur keuangan) dan: Muh Najib Fauzan (direktur SDM & Umum) berikut ini:

Apa saja tantangan utama perusahaan Anda dalam menerapkan GCG?

Direktur Utama : Awalnya kami berlima ingin memberi suatu pelajaran kepada seluruh jajaran, menjadi contoh. Kalau kami dapat menjadi contoh, kami yakin hambatan tidak besar karena kami memiliki komitmen. Mereka bisa melihat, mereka mudah mendapatkan informasi. Kalau kami konsisten, harapan kami mereka bisa mengikuti apa yang kami lakukan. Secara formalnya ada pakta integritas, tetapi mereka perlu melihat contoh.

Direktur SDM: Kalau menjawab mengenai tantangan, untuk ke dalam, kami, BOD dan komisaris sebagai role model, sebagai contoh, relatif bisa. Problemnya kadang lingkungan di luar tidak sepaham dengan kami dalam mempersepsikan GCG. Kami sudah menangani kasus yang berhubungan dengan instansi luar. Kadang kami berpikir, kok masih ada yang seperti itu. Terus terang tantangan yang terbesar ketika kami berhubungan dengan pihak luar. Tetapi kami mencoba konsisten dengan risiko penyelesaian menjadi lambat atau dipersulit dan sebagainya. Kami memandang itu sebagai risiko dalam mengembangkan GCG.

Reynaldi Hermansjah, Direktur Keuangan PT Jasa Marga Reynaldi Hermansjah, Direktur Keuangan PT Jasa Marga

Adakah organisasi/tim tersendiri untuk mengimplementasikan GCG di perusahaan Anda?

Direktur Utama : Kami ada di bawah sekretaris perusahaan, dengan deputi VP Complience untuk mengontrol dan mengikuti perkembangan. Untuk evaluasi ada pada Deputi VP Complience, untuk pelaksanaannya ada di masing-masing unit.

Selain itu, dalam bahan presentasi, Jasa Marga menyebutkan dalam pencapaian GCG, Jasa Marga membangun inisiatif strategis perusahaan di level struktural di antaranya dengan membentuk unit-unit strategis, yakni membentuk Komite Manajemen Risiko (saat ini menjadi Divisi Risk and Quality Management) dan unit Jasa Marga Development Center.

Kalau Anda menilai, saat ini sudah sampai level apa dalam implementasi GCG di perusahan Anda?

Jasa Marga CFO (tegak)

Mengenai implementasi GCG dalam penerapan manajemen pengetahuan (knowledge management) di Jasa Marga, berdasarkan hasil survei, persepsi karyawan secara keseluruhan pada level Knowledge Aware. Artinya, Jasa Marga pada dasarnya sudah melakukan beberapa praktik dasar manajemen pengetahuan.

Bagaimana menjadikan GCG dalam praktik manajemen perusahaan sehari-hari?

Direktur Operasi: Kami ke depan berusaha mewujudkan Jasa Marga bersih, yaitu terbebas dari 3 hal, fraud,  gratifikasi dan KKN. Untuk mewujudkan Jasa Marga bersih ini, baik direksi dan komisaris menyepakati komitmen dalam beberapa hal. Pertama, Direksi dan Komisaris akan mematuhi board manual, yang mencanangkan kami untuk bebas dari benturan kepentingan, gratifikasi serta KKN. Kami akan secara konsisten melaksanakan code of conduct.

Di level direksi dan komisaris juga berkomitmen memberi keteladanan dan lingkungan yang bersih. Kemudian kami dalam melaksanakan transaksi, sesuai dengan prinsip-prinsip GCG dan tidak terindikasi gratifikasi. Selain itu, di bidang SDM, kami sepakat untuk komitmen melakukan rekrutmen dan penempatan rotasi karyawan berdasarkan keadilan dan merit system. Tentunya sistem remunerasi juga berbasis pada sistem kinerja.

Dari sisi pengadaan, sejak 2009, kami sudah mencanangkan pengadaan barang dan jasa sedemikian rupa menganut pada transparansi, akuntabilitas, independency dan fairness. Kami juga memiliki sistem reward and punishment. Untuk menjaga GCG, kami juga berkomitmen menyediakan pelayanan jalan tol yang memenuhi standar. Kami juga mengefektifkan secara sungguh-sungguh yang namanya GCG. Selain itu, Jasa Marga juga mengimplementasikan knowledge management, karyawan sudah memahami bagaimana pentingnya berbagi pengetahuan.

Sejumlah implementasi yang dilakukan Jasa Marga dalam meningkatkan kualitas manajemen perusahaan adalah perbaikan terus menerus dan inovasi pada: rekrutmen karyawan, pelatihan dan pengembangan, manajemen kinerja, manajemen pengetahuan, pengelolaan sistem informasi.

Dalam  meningkatkan etika perusahaan : Konsistensi dalam penerapan tata nilai, penerapan board manual, penerapan code of conduct, penerapan pedoman tata kelola perusahaan, penerapan wistle blowing system, program membangun reputasi melalui media.

Dalam meningkatkan nilai tambah perusahaan : peningkatan kompetensi, peningkatan produktivitas, modernisasi sarana dan prasaran operasi, inovasi.

Apa saja manfaat yang sudah diperoleh perusahaan setelah menerapkan GCG?

Jasa Marga merasakan benar-benar bahwa dengan tercapainya tata kelola yang baik pasti akan meningkatkan kinerja perusahaan. Hasil yang diperolah di antaranya dalam peningkatan kinerja operasional dan keuangan; volume lalu lintas transaksi meningkat 10,04%, laba bersih meningkat 33,92%, pendapatan usaha meningkat 39,85%, EBITDA meningkat 23,55%, laba bersih per saham meingkat 33,61%. Dalam assassment GCG juga memperoleh penilaian sangat baik dengan skor 94,59 dengan predikat Trusted Company dalam Corporate Governance Perception Index (CGPI).

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)