GMF Gelar IPO Terbesar di Industri MRO Asia

IPO PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMF) bertempat di Four Seasons, Jakarta (11/9).

Perusahaan MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMF), menggelar public expose dalam rangka Penawaran Umum Penawaran Saham dan Initial Public Offering (IPO). Kiprah GMF lebih dari 70 tahun memberikan solusi perawatan pesawat terpadu dan terpercaya sbagai komitmennya dalam menciptakan keamanan lalu lintas udara.

Menghadirkan kapasistas pelayanan hingga 1.000 penerbangan per hari di 60 negara melalui 47 line maintenance station di seluruh dunia,

GMF melepaskan 10,89 miliar saham ke publik. Masa penawaran awal akan berlangsung dari 11 hingga 21 September 2017 dengan harga penawaran saham GMF Rp390 –510 per saham. IPO ini merupakan yang terbesar dalam industri MRO di Asia semenjak 17 tahun terakhir. Aksi korporasi GMF di dukung oleh Penjamin Pelaksana Emisi Saham (Joint Lead Underwriters) dari PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT BNI Sekuritas.

Menurut Direktur Utama GMF, Iwan Joeniarto, IPO GMF merupakan langkah strategis untuk mewujudkan visi top 10 MRO in The World dengan pencapaian US$1 miliar di tahun 2021. “Bersama manajemen yang kompeten dan teknisi yang handal serta rekam jejak perusahaan dan prospek usaha yang baik, kami yakin IPO GMF akan mendapat respons positif dari investor,” tambahnya.

IPO ini juga menjadikan GMF sebagai perusahaan publik yang harus dapat menunjukan kinerja positif kepada stakeholders dan shareholders. Komisaris Utama GMF, Helmi Imam Satriyono, mengungkapkan, penerapan GCG yang lebih baik dilakukan GMF untuk membuktikan nilai tambah bagi mereka semua.

IPO GMF juga dilakukan untuk pendanaan dalam rangka rencana besar ekspansi ke depannya. Sekitar 60% dana bersih IPO akan digunakan untuk mendanai investasi GMF untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas di line MRO. Sedangkan 15% untuk refinancing dan sisanya untuk kebutuhan modal kerja.

“Rencana ekspansi GMF dengan cara memperbarui teknologi dan skill sumber daya manusia sehingga GMF dapat menjadi total solutions provider. Pelayanan yang terintegrasi untuk pelanggan juga akan diwujudkan oleh GMF seiring dengan pngembangan pasar perusahaan untuk menambah footprint global kami,” ungkap Iwan.

Sebagai market leader di Indonesia, GMF menjadi pemain utama di Asia. Kenaikan jumlah armada pesawat di Asia Pasifik dan Timur Tengah, hasil riset CAMRO, akan memengaruhi pertumbuhan MRO. Oleh karena itu, GMF melakukan ekspansi global pada wilayah tersebut. GMF juga telah mendirikan “Hangar 4 GMF,” satu-satunya hangar yang dapat menampung 16 pesawat dan pemilik lisensi Airbus Remote Training Center (ARTC) di dunia yang menyediakan pelatihan reparasi dan perawatan peswata bertandar internasional. “Hal ini merupakan bentuk Total Solutions Provider yang diwujudkan GMF untuk menyerap potensi bisnis MRO yang masih sangat besar, di dalam maupun di luar negeri,” ujar Iwan.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)