Hartadinata Listing Sahamnya di BEI

Produsen perhiasan emas terintegrasi PT Hartadinata Abadi Tbk, hari ini resmi mencatatkan sahamnya (listing) di papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode perdagangan HRTA dan masuk sektor Consumer Goods dan sub sektor Others.

Perdagangan hari pertama saham HRTA di BEI tersebut ditandai dengan upacara singkat dan penyerahan Sertifikat Pencatatan Saham dari Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Tito Sulistio, kepada Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk, Sandra Sunanto, yang ditutup dengan peninjauan ke lantai bursa oleh komisaris, direksi dan jajaran manajemen HRTA.

“Go public adalah salah satu langkah strategis bagi Hartadinata dalam mencapai visi perusahaan untuk menjadi yang terdepan dalam hal kualitas dan desain, serta pelayanan yang mengutamakan kesempurnaan bagi semua stakeholder,” ujar Sandra.

Dengan menjadi perusahaan terbuka, Hartadinata berkomitmen untuk lebih lebih profesional, menerapkan good corporate governance, yang pada gilirannya akan berdampak pada peningkatan kredibilitas dan kinerja HRTA secara keseluruhan.

Hasil penawaran saham HRTA yang berlangsung 13,14 dan 15 Juni 2017 memperlihatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) berdasarkan pooling sampai 5,24 kali, dan penjatahan dilakukan dengan komposisi alokasi 8% kepada para investor internasional dan 92 % untuk investor domestik.

Oversubscribed saham Hartadinata didominasi oleh investor institusi seperti lembaga asset manajemen, asuransi dan dana pensiun. Dalam pelaksanaan IPO ini, Hartadinata memprioritaskan investor long term (jangka panjang) sebagai pembeli saham, sesuai dengan sifat bidang usaha perusahaan, yang merupakan bisnis jangka panjang.

Total saham yang ditawarkan Hartadinata kepada publik sekitar 1,105 miliar saham yang keseluruhannya merupakan saham baru, dengan nilai nominal Rp 100 per lembar saham. Jumlah tersebut ekuivalen dengan 24% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor HRTA setelah IPO.
Dengan harga penawaran Rp 300 per saham, HRTA menghimpun dana dari penawaran umum saham perdana sebesar Rp 330 miliar, yang rencananya akan digunakan 50% bayar pinjaman modal kerja. Sisanya untuk modal kerja dengan rincian 42% untuk pembelian bahan baku, 6 % untuk pembelian mesin dan 2 % untuk pembentukan dan penerapan aplikasi sistem e-commerce.

Melalui IPO ini, Hartadinata menjadi pionir di industri manufaktur dan perdagangan perhiasan emas dalam hal keterbukaan dan transparansi yang mendukung tata kelola perusahaan yang baik. Perluasan pasar melalui penambahan jaringan toko perhiasan emas juga ditawarkan melalui sistem franchise menjadi salah satu strategi andalan perseroan untuk meningkatkan performa bisnis.

IPO ini, Hartadinata telah menunjuk tiga penjamin pelaksana emisi, yaitu Mandiri Sekuritas, MNC Sekuritas, dan RHB Sekuritas.

Selama lebih dari 28 tahun Hartadinata merupakan pemain utama dalam industri perhiasan emas Indonesia yang memiliki bisnis yang terintegrasi secara vertikal, mulai dari pabrik (manufaktur), penjualan grosir (wholesaler), dan penjualan eceran (retail). Model bisnis terintegrasi Hartadinata ini memberikan keunggulan dengan tersedianya pasar yang terjamin. Sejak berdiri hingga kini, Hartadinata telah menjalin hubungan dengan lebih dari 600 toko emas di seluruh Indonesia, memiliki 4 pabrik dan beberapa toko ritel.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)