IHSG Berpeluang Melanjutkan Rebound | SWA.co.id

IHSG Berpeluang Melanjutkan Rebound

Foto : SWA.

Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street kembali ditutup menguat signifikan. Aji Kurniawan, analis  PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia , mengatakan optimisme investor bahwa The Fed sudah tidak akan lagi menaikan suku bunga acuan pasca kemarin menahannya di level 5.50% berhasil menjadi sentimen positif utama yang mendorong kenaikan indeks. “Selain itu solidnya beberapa laporan keuangan emiten di kuartal III/2023 juga turut menjadi tambahan sentimen positif di pasar,” ujar Aji di Jakarta, Jumat (3/11/2023).

Pada kesempatan terpisah, PT BNI Sekuritas memproyeksikan indeks harga saham gabungan (IHSG) masih melanjutkan potensi rebound. IHSG ditutup naik 1.64% kemarin, dan disertai dengan net buy asing Rp 114 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BMRI, BBCA, BBRI, AMMN, dan ISAT.

Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan IHSG pada hari ini berpotensi melanjutkan rebound setelah data initial jobless claim AS naik di atas proyeksi.”Level support IHSG berada di 6.690-6.720 poin dan resistance berada di 6.790-6.840,” ucap Fanny.

Kemarin indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat signifikan sebesar 1,70%, begitu juga dengan S&P 500 yang naik sebesar 1,89%, sementara indeks Nasdaq turut menguat sebesar 1,78%. Yield US Treasury 10 tahun turun sekitar 12 basis poin menjadi 4,668%, dengan para investor berharap bahwa Federal Reserve atau The Fed mungkin sudah selesai menaikkan suku bunga untuk tahun 2023. Initial jobless claims per 28 Oktober 2023 mencapai 217.000, di atas perkiraan ekspektasi. Semua 11 sektor S&P 500 ditutup positif, dengan kenaikan dipimpin oleh sektor energi dan real estat.

Mayoritas bursa di kawasan regional Asia Pasifik mengalami kenaikan setelah Federal Reserve mengumumkan untuk mempertahankan suku bunga. Kemadin, TSEC Weighted Index, Kospi dan BEI mencatat kenaikan. Namun di sisi lain bursa China mengalami koreksi. Korea Selatan mengumumkan inflasi Oktober 2023 sebesar 3,8% secara tahunan, di atas ekspektasi. Hong Kong Monetary Authority (HKMA) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di level 5,75%.

Berikut saham pilihan BNI Sekuritas pada perdagangan Jumat ini;

1. AKRA: buy on weakness.

Support di Rp 1.460, cutloss jika break di bawah Rp 1.430.

Jika tidak break di bawah Rp 1.430, potensi naik ke Rp 1.500-1.530 short term.

2. BREN: speculative buy.

Support di Rp 4.050, cutloss jika break di bawah Rp 4.000

Jika tidak break di bawah Rp 4.000, potensi naik ke Rp 4.150-4.250 short term.

3. MAPA: speculative buy.

Support di Rp 740, cutloss jika break di bawah Rp 725.

Jika tidak break di bawah Rp 740, potensi naik ke Rp 780-820 short term.

4. PGEO: speculative buy.

Support di Rp 1.390, cutloss jika break di bawah 1320.

Jika tidak break di bawah Rp 1.320, potensi naik ke Rp 1.450-1480 short term.

5. UNVR: sell on high.

Resistance di Rp 3.620-3.700.

Jika tidak break di atas Rp 3.700, potensi koreksi ke Rp 3.500-3.550 short term.

6. CUAN: speculative buy.

Support di Rp 5.250, cutloss jika break di bawah Rp 5.100.

Jika tidak break di bawah Rp 5.100, potensi naik ke Rp 5.500-5.700 short term.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)