IHSG Berpeluang Menguat, Pilihan Saham di 2021

Pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia sebelum pandemi Covid-19. (Ilustrasi Foto : Vicky Rachman/SWA)

PT Binaartha Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin pekan ini berpeluang menuju level 6.157,11 poin. “Berdasarkan indikator, MACD masih menunjukkan sinyal positif. Sementara itu, Stochastic maupun RSI bergerak ke bawah di area netral. Meskipun demikian, terlihat pola long white opening marubozu candle ataupun pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat,” tutur Nafan Aji Gusta, analis Binaartha Sekuritas dalam riset yang dikutip pada Senin, (28/12/2020).

Nafan menyebutkan level support dan resistance IHSG, berdasarkan rasio fibonacci, berada di rentang 5.874,89 hingga 6.157,11 poin. Binaartha Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dapat menjadi pertimbangan investor pada perdagangan awal pekan ini, yaitu PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Pada kesempatan terpisah, tim periset Ellen May (EM) Research Institute, mencemati pasar saham domestik pada Rabu pekan lalu mengalamai tekanan jual lantaran diterpa sentimen negatif, yaitu mutasi virus Covid-19 dan tidak disetujuinya proposal stimulus oleh Presiden Donald Trump.Sebelumnya, Kongres Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah mencapai kesepakatan stimulus US$ 900 miliar untuk memperkokoh Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) dalam menangani pandemi virus corona Covid-19.  The Fed menantikan persetujuan untuk memulai kembali program bantuan yang ada dalam undang-undang (UU CARES) yang masa berlakunya bakal berakhir di akhir tahun ini.

IHSG pada pekan lalu turun itu bertengger di 6.008,71 poin, turun 0,24%. EM Research Institute mengamati IHSG rawan aksi ambil untung (profit taking) karena valuasi IHSG pun sudah cukup mahal. “Saat ini, IHSG diperdagangkan di P/E 34,7 kali di atas rata-ratanya sebesar 23,2 kali. Sejak kejatuhan di bulan Maret, hingga saat ini IHSG sudah naik 53%, dipicu oleh prospek ekonomi 2021,” tulis periset EM Research Institute.

Optimisme pasar ini terbentuk akibat sentimen-sentimen positif dan berpengaruh signifikan, yaitu vaksinasi Covid-19, UU Cipta Kerja, dan Lembaga Pengelola Investasi. “Selain itu, pulihnya PMI manufaktur di November di 50.6 (ekspansif), Indeks Kepercayaan Konsumen yang naik 16% menjadi 92, dan akselerasi inflasi semakin memperkuat keyakinan pasar,” ucapnya.

EM Research Institute merekomendasikan investor dan super trader memanfaatkan koreksi normal untuk akumulasi beli beberapa saham berfundamental dan berlikuiditas bagus. Untuk investor berkarakter swing trader dapat melakukan posisi beli pada saham yang menyentuh area support dan berpotensi memantul. Namun tetap disiplin dengan membatasi risiko, termasuk ketika harga berbalik menguat. “Di akhir tahun 2020 ini masih ada beberapa peluang saham terdiskon antara lain saham ASII, BBNI,HMSP, GGRM, SMBR, ICBP, TLKM, BSDE, SMRA, PWON, CTRA, ASRI, APLN, PTPP, WSKT, WIKA, RALS, yang berpotensi lanjut menguat hingga 2021,” sebutnya.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)