IHSG pada 2020 Diproyeksikan Mencapai 7.600 Poin

CEO Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tae Yong Shim. (Tangkapan layar : Vicky Rachman/SWA).

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia  memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2022 mencapai level 7.600 poin seiring dengan berlanjutnya program pemulihan ekonomi serta masih tingginya harga komoditas yang dipercaya bisa mengerek pertumbuhan ekonomi domestik. CEO Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tae Yong Shim mengatakan, seperti yang terjadi di banyak negara, sejumlah sektor bisnis dan industri terpukul akibat hantaman pandemi Covid-19.

Tetapi, Indonesia berhasil keluar dari jurang resesi setelah pada pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2021 tumbuh sebesar 7,07%. “Kendati pada kuartal III/2021 produk domestik bruto (PDB) melambat, yakni sebesar 3,51%, namun pertumbuhan yang masih positif tersebut menandakan ekonomi Indonesia cukup tangguh,” ujarnya pada seminar virtual Market Outlook 2022: Indonesia Economic Recovery and Revival  di Jakarta, baru-baru ini.

Pada kesempatan ini, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Arif Budimanta, mengungkapkan, penanganan pandemi yang komprehensif oleh pemerintah berdampak positif pada mobilitas masyarakat yang meningkat, sehingga kegiatan ekonomi kembali bergerak. Hal ini akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di Kuartal IV/2021 dan berlanjut di 2022.

Pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi di 2022 sebesar 5,2%. Tahun ini pertumbuhan ekonomi diproyeksikan berkisar 3,7-4,5%. Agenda-agenda strategis yang menjadi prioritas bagi kepentingan nasional tetap dijalankan sesuai rencana. Agenda-agenda tersebut tidak hanya bergerak di bidang ekonomi, tetapi juga yang berkaitan dengan pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) hingga kesehatan.

Green economy, green energy, green tourism, blue economy, hingga digital economy menjadi bagian dari arah ekonomi Indonesia di masa mendatang. “Ini  memberikan dampak langsung bagi penguatan ekonomi rakyat dan pada pemulihan ekonomi nasional, serta berpotensi menjadi kekuatan perekonomian Indonesia yang cukup besar di masa depan. Berbagai proyek pemerintah yang memiliki daya ungkit besar terhadap pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19 juga akan didahulukan,” papar Arif menjabarkan.

Optimisme tersebut tentu bisa menjadi katalis positif bagi pasar modal Indonesia, khususnya pasar saham. Head of Research Investment Strategist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Hariyanto Wijaya, memproyeksikan IHSG bisa menguat hingga ke level 7.600 pada 2022. Di akhir tahun 2021, Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan bertengger di kisaran 6.880 poin.

Proyeksi tersebut didasarkan pada pertumbuhan kinerja positif emiten yang terus berlanjut dan preferensi para pemodal asing yang menilai bahwa pasar saham negaranegara berkembang memiliki kinerja yang lebih tinggi dibanding negara-negara maju. Hariyanto mengatakan Indonesia masih akan mendapatkan berkah dari harga komoditas yang diproyeksikan tetap tinggi di tahun depan. Hal ini menyusul besarnya eksposur terhadap ekspor barang komoditas. Momentum tersebut akan mengerek transaksi ekspor Indonesia secara keseluruhan yang pada akhirnya bisa mendorong ekonomi dan kinerja perusahaan tumbuh lebih tinggi. “Secara historis, dana asing yang masuk ke pasar saham Indonesia akan meningkat ketika harga komoditas tinggi, seperti yang terjadi pada 2013-2014 dan 2020-2021. Oleh karena itu, di tahun 2022 aliran dana asing diperkirakan akan terus masuk ke pasar saham domestik sejalan dengan masih tingginya harga komoditas,” tutur Hariyanto.

Berkah Komoditas

Salah satu komoditas yang akan menjadi primadona adalah minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Komoditas ini dipercaya akan membawa dampak signifikan terhadap kinerja IHSG. Saat ini porsi kebun plasma atau kebun yang dimiliki oleh petani jumlahnya kian bertambah. Tingginya harga CPO akan membuat daya beli petani meningkat.

Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)