IHSG Rawan Terkoreksi | SWA.co.id

IHSG Rawan Terkoreksi

Ilustrasi foto : Istimewa.

PT MNC Sekuritas memproyeksikan level indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini sedang berada di bagian dari wave c dari wave (ii) sehingga IHSG masih rawan untuk melanjutkan koreksinya ke rentang 6.747-6.820 poin sekaligus menguji MA200. Meskipun menguat, level IHSG diperkirakan akan cenderung terbatas ke rentang area 6.875-6.898 poin.

Pada kesempatan lain, PT Lotus Andalan Sekuritas (Lotus Sekuritas) memprediksi IHSG pada hari ini berpeluang menguat terbatas. Lotus Sekuritas mencermati pelaku pasar berekspektasikan terhadap mengekspektasikan potensi kenaikan suku bunga yang ditetapkan Bank Sentral AS atau The Fed. Bank Indonesia memperkirakan kenaikan Fed Fund Rate (FFR) akan terjadi sekali lagi pada November 2023. Hal tersebut memberikan ruang kepada BI untuk menaikkan suku bunga acuannya 25 basis poin.

Sharlita L Malik dan Hans Jervis, analis Lotus Sekuritas, menyebutkan IHSG pada perdagangan kemarin ditutup melemah 0,78% atau ke 6.886,58 poin. “IHSG kembali ke level psikologis 6.800. Penurunan IHSG pada perdagangan Rabu kemarin didorong oleh hampir semua sektor kecuali sektor perbankan menguat 0,83% dan sektor kesehatan menguat terapresiasi 0,26%,” ujar Sharlita dan Hans dalam risetnya di Jakarta pada Kamis (5/9/2023).

Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street kompak ditutup menguat pada perdagangan Rabu pekan ini. Dow Jones menguat 0,39% di level 33.129,55, sedangkan S&P 500 terapresiasi 0,81% di level 4.263,75, dan Nasdaq menguat 1,36% di level 13.236,01. Penguatan merespon data ekonomi terbaru yang menunjukkan gaji swasta AS meningkat kurang dari perkiraan pada September.

Kebijakan konsumen (SPLRCD) naik 2%, memimpin sektor S&P 500 lebih tinggi, diikuti oleh (SPLRCL) jasa komunikasi dan teknologi (SPLRCT), karena imbal hasil Treasury AS turun dari level tertinggi dalam 16 tahun. Imbal hasil (yield) obligasi AS turun kembali setelah menyentuh level tertinggi selama lebih dari satu dekade pada pertengahan pekan lalu yang dipicu pelemahan data pasar tenaga kerja AS.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun turun 0,08 poin persentase pada perdagangan sore di New York menjadi 4,73%, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam 16 tahun di 4,88%. Hal tersebut mengindikasikan The Fed mempertahankan kebijakan Higher for Longer, yang artinya suku bunga AS akan tetap tinggi untuk jangka waktu, sehingga mendongkrak imbal hasil US treasury dan dolar AS.

Pada Kamis ini, AS akan mengumumkan data penting yakni data klaim pengangguran berkelanjutan dan awal, data ekspor dan impor AS, pidato anggota FOMC dan Wakil Gubernur The Fed, dan neraca perdagangan AS periode Agustus 2023. Untuk harga komoditas, minyak WTI ditutup turun 5,61% ke posisi US$ 84,22 per barel, dan harga minyak brent turun 5,42% ke posisi US$ 85,99 per barel.

Berdasarkan laporan Badan Informasi Energi AS (EIA), pasokan bensin yang mewakili permintaan, turun pekan lalu menjadi sekitar 8 juta barel per hari, terendah sejak awal tahun ini. Harga batu bara juga masih melemah pada hari inisehingga memperpanjang tren negatif menjadi enam hari beruntun. Harga batu bara pada perdagangan kemarin melemah 4% ke US$ 144 per ton.

Berikut rekomendasi saham MNC Sekuritas pada perdagangan Kamis ini;

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)