Indeks Rawan Terkoreksi, Cermati AMRT, CPIN, ADRO, ERAA

Foto : Istimewa

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksikan menguat terbatas dan rawan profit taking. Adapun indeks pada perdagangan kemarin ditutup melemah pada level 6.984,31 poin. Head of Technical Analyst Research PT BNI Sekuritas, Andri Zakaria Siregar, mengatakan berdasarkan analisa teknikal, maka IHSG  berpeluang mengalami kenaikan terbatas dan rawan profit taking

Tren IHSG bullish selama di atas 6.924 poin, berpeluang menuju 7.063-7.138 poin. IHSG closing di bawah 5 day MA (6.998). Indikator MACD netral, Stochastich oversold. “Selama di atas 6.924 poin, berpeluang menuju 7.063 poin, gap - 7.138. Dominan sell power. Range breakout berada di 6.856 - 7.138 poin,” jelas Andri dalam risetnya, Kamis (23/6/2022).

Adapun level resistance pada perdagangan hari ini berada di posisi 6.998-7.138 poin dan level support berada 6.968-6.856 pon. Perkiraan kisaran IHSG di level 6.930 - 7.050 poin.

Pada kesempatan terpisah, Hariyanto Wijaya, analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (Mirae Sekuritas), mengatakan investor mencermati keputusan suku bunga kebijakan Bank Indonesia yang diumumkan Kamis ini. “Konsensus ekonom Mirae Sekuritas dan Bloomberg memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah,” ujar Hariyanto. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan dia tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga, meskipun inflasi utama kemungkinan akan melampaui kisaran target Bank Indonesia tahun ini.

Pendapat senada disampaikan  Research Analyst BNI Sekuritas, Maxi Leisyaputra, yang menyampaika, hari ini investor menanti penetapan suku bunga 7DRRR oleh Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan akan tetap di level 3,5%. “Bank of Japan juga telah mengumumkan risalah dari pertemuan kebijakan moneter pada April 2022 bahwa bank tersebut akan tetap mempertahankan suku bunga yang sangat rendah,” jelas Maxi.

BNI Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini, antara lain saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)

AMRT: Tren bullish, selama closing di atas 1.810, menunjukkan peluang kenaikan terbatas. Indikator MACD netral, Stochastic bullish, candle bullish breakaway, dominan buy power.

• Resist: 2.000/2.055/2.160/2.230. Support: 1.910/1.845/1.1790/1.73.

• Rekomendasi: buy 1.930-1.960 target 2.050/2.100 dan stop loss di bawah 1.810.

CPIN: Tren  bearish, selama di bawah 5.875, peluang untuk rebound. Indikator MACD bullish, Stochastic bullish, candle three white soldier dan dominan buy power.

• Resist: 5.525/5.700/5.925/6.175. Support: 5.300/5.150/4.900/4.800.

• Rekomendasi: Buy 5.300 -5.400 target 5.525/5.700 dan stop loss di bawah 5.150/4.900.

ADRO: tren bullish dan fase distribusi selama di bawah 3.200, candle doji, stochastic oversold.

Resist: 3.060/3.110/3.170/3.250. Support: 2.990/2.930/2.860/2.770.

• Rekomendasi: Buy di atas 3.030 target 3.110/3.150 dan stop loss di bawah 2.930.

ERAA: Tren bearish dan fase distribusi selama di bawah 550, candle bullish hammer, stochastic netral.

Resist: 510/520/530/580. Support: 500/492/480/454.

• Rekomendasi: Buy di atas 505 target 520/530 dan stop loss di bawah 492/490.

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)