Indosat - BEI Dorong Masuknya Investor Muda Melalui Kompetisi

Bagi kebanyakan orang,  bermain saham adalah investasi yang rumit sehingga tak banyak orang yang tergiur. Di Indonesia sendiri kebanyakan investor saham adalah orang asing, padahal menurut Alexander Rusli, Direktur Utama PT Indosat, pemain saham orang Indonesia amatlah dibutuhkan.

”Saat krisis seperti ini, orang asing kan melihat dari sudut pandang luar, mereka pasti tidak mau bermain. Ambil sahamnya, lalu pindah ke tempat lain. Kalau orang Indonesia kan mereka lebih paham situasi di sini, biasanya mereka akan cenderung bertahan,” jelasnya.

Namun mengajak masyarakat untuk bermain saham bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu PT Indosat Tbk dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelanggarakan Indosat Stock Trading Contest (ISTC). Selain itu kompetisi ini juga mendapatkan dukungan dari PT Lintasarta sebagai Data comm dan IT infrastructure dan PT Winratama Perkasa (WinGamers) selaku penyedia layanan virtual on line trading pertama di Indonesia.

IMG_20150930_104559_HDR

Kompetisi ini merupakan permainan di mana para pemainnya bisa melakukan transaksi saham virtual yang mengacu kepada sejumlah saham pilihan yang diperdagangkan di BEI secara realtime. Nantinya pihak penyelenggara akan menyediakan uang vitual sebesar Rp1 miliar untuk digunakan dalam trading saham. Setiap 2 minggu sekali akan dipilih seorang pemenang dan grand prize sudah diumumkan pada 30 September 2015.

Program ini berlangsung dari dari bulan April hingga September 2015 ditujukan untuk para generasi muda khususnya mahasiswa. Kompetisi ini mampu menarik 8.819 peserta dari seluruh universitas di Indonesia dan 15 di antaranya masuk grand final. Penilaian ke 15 peserta tersebut dilihat melalui kinerja, kearifan bertransaksi, serta kesesuaian dengan syarat dan ketentuan program.

Para mahasiswa ini lalu menjalani kegiatan Bootcamp selama 2 hari. Di sana mereka diberikan ilmu mengenai investasi dan dunia pasar modal oleh para pakar. Selain itu mendalami materi investasi dan efek di psar modal, mekanisme perdagangan sampah, struktur pasar modal Indonesia, pasar modal syariah, analisa fundamental, teknikal, dan market update.

Setelah itu,  dipilih 3 pemenang  yaitu Dimas Raka Prayudha, berusia 20 tahun mahasiswa dari Universitas Gunadharma (juara 1). Lalu , I Putu Astawa berusia 17 tahun, mahasiswa Universitas Udayana, Bali (juara 2). Terakhir adalah Joshua Jeremy Ticoalu Longdong yang berusia 19 tahun, mahasiswa Universitas Sam Ratulangi, Manado (juara 3).

Nantinya para pemenang ini akan mendapatkan banyak hadiah. Salah satunya adalah penyertaan modal investasi berjumlah Rp 20 juta yang harus digunakan mereka untuk berinvestasi di pasar modal. Hal ini dilakukan agar para pemenang ini menjadi investor yang sebenarnya sehingga investor muda Indonesia pun bisa menjadi ramai.

Alexander pun berharap dengan adanya kompetisi seperti ini, akan banyak bertumbuhan investor muda di Indonesia. Menurutnya dari 250 juta penduduk Indonesia hanya 400 ribu orang yang melakukan perdagangan pasar modal. Oleh karena itu, ia  berencana untuk melanjutkan kompetisi di tahun depan. Para peserta juga diharapkan akan benar-benar terjun ke dunia pasar modal. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)