Indosat Dorong Generasi Muda Pelajari Pasar Modal

Saat ini Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menggalakkan investasi di berbagai sektor. Hosea Nicky Hogan, Direktur Pengembangan BEI, memaparkan, jumlah investor pasar modal dalam negeri terus meningkat. Terlihat dari jumlah Single Investor Identification (SID) yang sebelumnya adalah 430 ribu di akhir tahun 2015, meningkat menjadi 490 ribu per Juli 2016 lalu. “Jumlah SID yang aktif, meningkat 50% dari sebelumnya 57 ribu per bulan di akhir tahun 2015, menjadi 85 ribu sampai dengan tengah tahun 2016," jelasnya.

oredoo

 

Meskipun demikian, jumlah investor di Indonesia masih belum dapat dikatakan banyak. Indosat Ooredoo sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi di Indonesia turut memahami jumlah investor di Indonesia yang sampai dengan hari ini masih belum mencapai 1% dari total penduduk Indonesia. Meski data yang didapat sudah terjadi banyak peningkatan, namun jumlah tersebut masih menjadi tantangan besar bagi pasar modal Indonesia, terlebih dengan tingginya return yang dimiliki oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama 5-10 tahun terakhir.

Guna meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk terjun ke dunia pasar modal, Indosat Ooredoo kembali menggelar program kompetisi Indosat Stock Trading Contest (ISTC) untuk mahasiswa. Event ini merupakan kali kedua bagi Indosat Ooredoo, dan di tahun ini ia menggandeng PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia.

“Kami ingin tanamkan kepada generasi muda Indonesia bahwa pasar modal merupakan salah satu roda penggerak penting perekonomian Indonesia. Dengan menjadi investor yang aktif di pasar modal, maka secara tidak langsung kita telah membantu perekonomian negara kita,” kata Alexander Rusli, Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo. Perbedaan dalam penyelenggaraan kompetisi tahun ini adalah adanya pengembangan suatu aplikasi ISTC oelh PT Trimegah yang dapat digunakan pada smartphone.

Tujuan pengadaan program ini untuk meningkatkan literasi keuangan terutama investasi saham di pasar modal, khususnya bagi generasi muda Indonesia. Nantinya peserta kompetisi akan mendapatkan edukasi dan melakukan transaksi saham secara virtual terhadap sejumlah saham pilihan yang diperdagangkan BEI dengan harga saham diperoleh secara realtime. Melalui aplikasi ISTC ini diharapkan para peserta dapat belajar transaksi saham secara virtual.

Adanya program ini mendapat sambutan hangat dan dukungan positif oleh BEI. Menurut Nicky, program ISTC ini bukan hanya program CSR edukasi kepada masyarakat dan para peserta, melainkan sampai kepada masyarakat sehingga mereka bisa melihat secara langsung dan dekat sampai ke level inklusi untuk bisa mencatatkan diri untuk bisa menjadi investor di pasar modal BEI.

Nicky menambahkan, dengan adanya edukasi literasi keuangan, diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kenapa dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat? Karena dengan masyarakat mengetahui produk-produk keuangan, maka pada akhirnya mereka bisa memanfaatkan produk keuangan tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Nicky. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)