INOV Sokong Ekonomi Sirkular Pemerintah

Sampah botol plastik. (Foto : Istimewa)

PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), perusahaan pendaur ulang sampah botol plastik menjadi serat daur ulang yaitu Recycled Polyester Staple Fiber (Re-PSF), ikut mendukung gerakan pemerintah Indonesia yang bertekad untuk mengurangi sampah plastik ke laut sebesar 70% pada 2025 melalui pengelolaan sampah berkelanjutan dengan pendekatan ekonomi sirkular (circular economy). Konsep ekonomi sirkular ini, menurut Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), adalah  mengolah sampah plastik menjadi plastik kembali atau produk lain yang bermanfaat.

Direktur INOV, Victor Choi, menyebutkan banyak masyarakat yang menerapkan ekonomi linear. "Warga langsung membuang barang yang sudah tidak terpakai lagi dan berakhir mencemari lingkungan. Melalui circular economy, barang yang sudah tidak terpakai ini akan dijadikan bahan baku untuk membuat barang yang baru atau menambah nilai dari barang yang sudah ada untuk dapat digunakan kembali," ujar Victor seperti dikutip dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat (16/10/2020).

INOV menjadikan sampah botol plastik berjenis PET (polyethylene terephthalate) sebagai bahan baku produk Re-PSF dan diturunkan menjadi produk bukan tenunan (non-woven) dan alat rumah tangga (homeware). "Setiap bulannya, kami  mendaur ulang sekitar 3.000 ton sampah botol plastik,” sebut Victor.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)