Investasi Digital Makin Diminati Saat Pandemi

Penghentian aktivitas ekonomi dan sosial yang terjadi akibat pandemi Covid-19, membuat masyarakat lebih sadar akan pentingnya pengelolaan keuangan. Menangkap peluang itu, perusahaan rintisan yang berdiri sejak tahun 2009 tersebut gencar mengkampanyekan layanan investasi digital miliknya.

“Kami membantu masyarakat melalui teknologi untuk memulai investasi dengan modal yang minim dan bisa dijangkau dengan menggunakan smartphone,” kata Vira Widiyasari, VP of Fintech and Payment Tokopedia dalam acara Virtual Media Briefing Tokopedia: Gerakan Rabu Nabung (02/09/2020).

Vira mengatakan bahwa Tokopedia ingin menghilangkan presepsi masyarakat dengan membuat investasi menjadi lebih mudah dan terjangkau. Oleh karena itu, perusahaan mengampanyekan gerakan Rabu Nabung untuk mendorong masyarakat melakukan investasi, sekaligus mendorong transaksi di fitur investasi digital.

Memang, sejak tahun 2018 Tokopedia telah meluncurkan produk investasi digital pertamanya, yakni Tokopedia Reksa Dana. Produk ini merupakan hasil kerja sama perusahaan dengan Bareksa yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Selama dua tahun ke belakang, transaksi Tokopedia Reksa Dana tumbuh hampir 27 kali lipat. Jumlah pengguna yang terdaftar pun tumbuh lebih dari 57 kali lipat,” kata Marissa Dewi, Senior Lead Fintech Tokopedia.

Dewi mengklaim, kenaikan yang signifikan tersebut didorong oleh semakin mudahnya menabung lewat fitur Tokopedia reksa dana. Dia mencontohkan mulai dari proses pendaftaran dan pencairan yang hanya memakan waktu hitungan menit. Selain itu, tidak adanya biaya transaksi dan keuntungan hingga 6,5% per tahun juga diklaim sebagai salah dua faktor yang memengaruhi kenaikan transaksi tersebut.

Produk investasi digital lain yang dimiliki oleh Tokopedia adalah Tokopedia Emas hasil kerja sama dengan Pegadaian sejak tahun 2019 lalu.

Sama halnya dengan produk reksa dana, investasi emas pun kian digemari masyarakat. Anggapan ini dibuktikan dengan data yang dikeluarkan internal Tokopedia yang menunjukan adanya pertumbuhan pengguna hampir 20 kali lipat selama satu tahun kebelakang. Tidak hanya itu, transaksi di Tokopedia Emas pun bertumbuh hampir 30 kali lipat.

“Kami menghadirkan berbagai fitur tambahan, seperti Pembulatan Emas, yang memungkinkan masyarakat berbelanja sambil menabung emas dengan membulatkan nominal belanja pada halaman Checkout mulai dari Rp500,” ujar Dewi.

Marketplace ini juga menambahkan fitur langganan emas yang memudahkan masyarakat dalam mengatur pembelian emas secara harian, bulanan, maupun tahunan. Masyarakat juga bisa berbagi saldo emas dengan orang terdekatnya melalui fitur Kado Emas.

Vira menambahkan alasan mengapa Tokopedia mengedepankan dua instrumen investasi tersebut. Pertama, emas merupakan produk investasi jangka panjang yang sejak lama sudah menjadi primadona, karena harganya yang cenderung merangkak naik. Sementara reksa dana dipilih lantaran pasar uang memiliki resiko yang rendah dengan keuntungan yang relatif tinggi.

“Penetrasi dua produk investasi, yang dinilai ramah terutama kepada investor pemula ini, diharapkan bisa mendorong masyarakat mengenal produk investasi, serta bisa meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia,” kata Vira menutup pembicaraan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)