Investor Asing Masih Kesengsem Beli Saham

Pergerakan saham di papan elektronik di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, beberapa waktu yang lalu. (Foto : Vicky Rachman/SWA)

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat investor asing di sepanjang tahun 2019 (year to date) masih melakukan beli bersih sebesar Rp 71,988 triliun dan investor asing pada Jum'at ini mencatatkan jual bersih sebesar Rp 355,20 triliun. Demikian disampaikan Yulianto Aji Sadono, Sekretaris Perusahaan BEI di Jakarta, Jum’at (12/7/2019).

Data perdagangan BEI menunjukkan nilai kapitalisasi pasar di BEI pada Jum’at pekan ini mengalami peningkatan sebesar 0,46%, menjadi Rp 7.301,889 triliun dari Rp 7.268,404 triliun pada penutupan pekan lalu. Sementara itu perubahan terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berada pada level 6.373,345 poin, atau mengalami perubahan sebesar 0,002% dari 6.373,477 pada pekan lalu.

Untuk rata-rata volume transaksi harian BEI mengalami perubahan 7,82%, menjadi 16.848 miliar unit saham dari 18,278 miliar unit saham pada pekan lalu. Selanjutnya untuk rata-rata frekuensi transaksi harian BEI pekan ini juga mengalami perubahan sebesar 1,71% menjadi 475,950 ribu kali transaksi dari 484,227 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya dan untuk rata-rata nilai transaksi harian BEI mengalami perubahan sebesar 1,64% menjadi 7,928 triliun dari 8,060 triliun pada pekan sebelumnya.

Yulianto menyampaikan, 11 perusahaan melakukan IPO di pasar modal selama sepekan ini. Diawali pada Senin, tiga Perusahaan yaitu PT MNC Vision Networks Tbk dengan kode saham IPTV, PT Envy Technologies Indonesia Tbk. dengan kode saham ENVY, dan PT Berkah Prima Perkasa Tbk. dengan kode saham BLUE, ketiganya resmi menjadi Perusahaan Tercatat ke-22, ke-23 dan ke-24 di tahun 2019. Pada hari berikutnya Selasa pekan ini, giliran empat Perusahaan resmi mencatatkan sahamnya, yaitu PT Eastparc Hotel Tbk. dengan kode saham EAST, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk. dengan kode saham LIFE, PT Fuji Finance Indonesia Tbk. dengan kode saham FUJI, dan PT DMS Propertindo Tbk. dengan kode saham KOTA secara berurutan menjadi Perusahaan Tercatat ke-25, ke-26, ke-27 dan ke-28 pada tahun 2019.

Selanjutnya, pada Rabu BEI kedatangan dua Perusahaan, yaitu PT Inocycle Technology Indonesia Tbk. dengan kode saham INOV dan PT Arkha Jayanti Persada Tbk. dengan kode saham ARKA, keduanya menjadi Perusahaan Tercatat ke-29 dan ke-30 pada tahun 2019.

Kemudian, pada Kamis (11/7) PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk. dengan kode saham SMKL resmi menjadi perusahaan tercatat ke-31 pada tahun 2019 dan pada akhir pekan tepatnya Jumat (12/7) PT Hensel Davest Indonesia Tbk dengan kode saham HDIT resmi menjadi Perusahaan Tercatat ke-32 pada 2019. “Sampai dengan saat ini, secara keseluruhan BEI telah mencatatkan 32 saham perusahaan Tercatat pada 2019,” ujar Yulianto.

Disamping itu, lanjut Yulianto, BEI bekerjasama dengan Universitas Ibn Khaldun Bogor dan PT Phillip Sekuritas mengadakan acara Peresmian Galeri Investasi Syariah di Universitas Ibn Khaldun Bogor yang merupakan Galeri Investasi ke-428 di Indonesia dan juga merupakan Galeri Investasi Syariah pertama di wilayah Bogor.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)