Investor Milenial Memilih Emas di Masa Kelaziman Baru

Ilustrasi investasi (Foto: Shutterstock)

Pluang dalam riset mengenai perilaku menabung dan investasi milenial di masa kelaziman baru (new normal) ini lebih condong berinvestasi emas. Riset ini melibatkan lebih dari 5.500 responden di kota-kota besar Indonesia. Riset tersebut dilakukan dengan survei online pada Juli-Agustus 2020.Riset ini menyimpulkan alokasi milenial untuk berinvestasi setelah pandemi lebih kecil apabila dibandingkan dengan alokasi sebelumnya.

Pengurangan alokasi ini berarti milenial mencari alternatif instrumen investasi yang terjangkau dengan tetap memberikan return yang menjanjikan. “Sebanyak 32% generasi milenial dilaporkan mencoba investasi baru yaitu emas. Ini merupakan persentase tertinggi dibandingkan dengan investasi lain yang banyak dikenal seperti reksa dana, saham, dan deposito,” ujar Humprey, VP Business Development Pluang, PT PG Berjangka di Jakarta, Jum’at (20/11/2020).

Sumber : Pluang

Selain keterjangkauan harga, faktor ketidakpastian ekonomi dan juga harga emas yang sempat melambung di sekitar April-Juli 2020, diduga menjadi dorongan utama secara spesifik instrumen emas menjadi pilihan responden. Humprey mengatakan responden mengubah pola konsumsi mereka selama pandemi Covid-19. Sebanyak 53% responden mengubah alokasi mereka untuk membeli suplemen, vitamin, dan mineral lebih banyak daripada periode sebelum pandemi berlangsung. Alokasi untuk melakukan diagnosis kesehatan dan menabung juga menjadi lebih besar. Sebaliknya alokasi untuk berlibur, menggunakan transportasi umum, menunjukan penurunan.

Covid-19 juga berdampak pada alokasi menabung dan berinvestasi milenial. Alokasi untuk menabung mengalami sedikit peningkatan, sementara alokasi untuk berinvestasi menurun. Mayoritas responden menabung sebesar 5-10% setelah pandemi. Milenial memiliki skor literasi finansial dan pengetahuan untuk berinvestasi yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan kelompok usia lainnya. Namun, hal tersebut tidak berarti milenial memiliki banyak produk finansial dan produk investasi.

Menabung, terutama untuk tujuan tabungan keluarga, dana emergensi, dan dana pensiun, merupakan tiga teratas target finansial responden survei. Kebutuhan untuk dana likuid untuk digunakan dalam waktu singkat terlihat lebih signifikan dibandingkan dengan kebutuhan untuk memiliki dana dalam jangka waktu lebih panjang.

Pola konsumsi milenial selama pandemi (sumber : Pluang)

Dalam mencapai target finansialnya, mayoritas responden masih memilih untuk menabung uang tunai dibandingkan dengan berinvestasi.Humprey mengatakan untuk mencapai target keuangannya, terlihat bahwa kaum milenial lebih memilih menabung daripada berinvestasi. Sekitar 41% milenial lebih suka menabung, sementara 69% sisanya disalurkan ke jenis investasi lain. Investasi fisik seperti emas tetap menjadi yang paling diminati, diikuti oleh reksa dana dan saham.“Mayoritas responden, sekitar 80% dari total, memilih emas sebagai instrumen investasi yang direkomendasikan,” ujar Humprey.

Sumber : Pluang (*tidak terakumulasi menjadi 100% karena jenis pertanyaan adalah multiple choice answer)

Pluang di bawah naungan PT PG Berjangka, yang resmi terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Tidak hanya emas, Pluang juga menyediakan akses investasi ke pasar saham Amerika Serikat dengan produk Micro E-mini S&P 500 Index Futures. Pluang terus berinovasi dan mengembangkan berbagai macam produk investasi lain yang terjangkau dan mudah untuk masyarakat.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)