Investor Milenial Mendominasi Pembelian SBR010

Peluncuran virtual SBR 010 pada 21 Juni 2021. (Tangkapan layar : Vicky Rachman/SWA)

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Kementerian Keuangan menyebutkan hasil penjualan Saving Bond RItel seri SBR010 dengan total volume pemesanan pembelian SBR010 yang telah ditetapkan adalah sebesar Rp 7,5 triliunDana hasil penjualan SBR010 tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2021, termasuk untuk program penanggulangan pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Penerbitan SBR010 tersebut memecahkan rekor penerbitan SBN ritel non-tradable dari jumlah investor maupun dari nominalnya, baik dibandingkan dengan instrumen yang telah ditawarkan sebelumnya secara online maupun secara offline sebelum penggunaan sistem e-SBN di tahun 2018. 

SBR010 merupakan SBR pertama yang diterbitkan di masa pandemi ini sebagai seri yang terakhir diterbitkan pada Februari 2020. Walaupun diterbitkan dengan kupon terendah sepanjang penerbitan SBN ritel sejak tahun 2006, animo masyarakat untuk membeli SBR010 sangat besar. hal ini terbukti dengan target maksimal penerbitan SBR010 yang telah terpenuhi di dua hari sebelum penutupan masa penawaran SBR010. Terdapat 23.337 investor yang berinvestasi SBR010, dimana 9.068 (38,9% dari jumlah total investor) merupakan investor baru.

Investor yang membeli SBR010 ini tersebar dari seluruh wilayah provinsi di Indonesia. Pada penerbitan SBR010 kali ini, terdapat 1.316 Investor yang melakukan pemesanan dengan nominal Rp1 juta. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan dengan penerbitan SBR sebelumnya di tahun 2020 dimana terdapat 886 investor yang melakukan pemesanan di Rp1 juta. Dari total jumlah investor SBR010 yang membeli di nominal Rp1 juta, hampir seluruhnya merupakan generasi milenial (81%) dan didominasi oleh investor baru (65,6%).

Hal ini mencerminkan terus meningkatnya kesadaran generasi muda untuk berinvestasi dan SBR010 menjadi instrumen yang tepat untuk mulai belajar berinvestasi. Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Luky Alfirman, menyampaikan bahwa peningkatan kesadaran dan budaya berinvestasi masyarakat Indonesia. “Dalam jangka panjang, dapat turut mewujudkan kemandirian bangsa untuk pembiayaan pembangunan,” ujar Luky dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (19/7/2021).

Adapun ringkasan hasil pemesanan SBR010 adalah sebagai berikut:

  1. Berdasarkan jumlah investor, generasi milenial mendominasi investor SBR010 dengan porsi sebesar 46,1%, namun secara nominal masih didominasi oleh generasi baby boomers (40,4%).
  2. Berdasarkan profesi, jumlah investor SBR010 didominasi pegawai swasta yaitu sebesar 40,2%. Namun secara nominal, investor yang berprofesi sebagai wiraswasta masih mendominasi pemesanan SBR010 (35,7%).
  3. Berdasarkan gender, jumlah investor SBR010 didominasi investor perempuan (58,3%). Apabila ditilik berdasarkan profesi investor, ibu rumah tangga menduduki peringkat tiga besar investor SBR010. Posisi ibu rumah tangga ini konsisten di penerbitan SBR terakhir.
  4. Sejak penerapan Single Investor Identification (SID) terdapat 14.269 investor yang membeli SUN ritel lebih dari 1 kali (repeating investors), atau sebanyak 61,1% dari total jumlah investor SBR010, dengan nominal pemesanan sebesar Rp 5,29 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 36 investor bahkan tidak pernah absen membeli SUN Ritel.

Berikut rincian sebaran jumlah investor SBR010 berdasarkan kelompok usia dan profesi;

Sumber : Kemenkeu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)