Jelang 10 Tahun, Syailendra Capital Siap Masuk Top 10 MI

Sekitar 10 tahun terakhir Syailendra Capital telah membangun fondasi keuangan yang kuat di industri pasar modal Indonesia. Apa saja pencapaiannya?

Kondisi perekonomian Indonesia yang kurang membaik dua tahun terakhir ini bukan halangan bagi Syailendra Capital untuk memacu diri terus maju Menjelang satu dasawarsa (10 tahun) hari jadi Syailendra Capital pada 2017, perusahaan manajer investsi (MI) ini terus menggenjot kinerjanya. Apalagi visinya adalah menyediakansolusi keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan klien yang beragam.

syailendra-capital

“Ke depan, Syailendra Capital menargetkan peringkatnya naik ke posisi 10 besar jajaran manajer investasi di Indonesia dengan nilai dana kelolaan reksa dana terbesar pada tahun 2020,” ujar Fajar R.Hidajat, Presiden Direktur Syailendra Capital dengan nada optimistis.

Ya, kehadiran Syailendra Capital di ranah industri pasar modal bukanlah sekadar perusahaan manajer investasi biasa seperti yang lainnya. Terinspirasi oleh kebangkitan budaya yang dibawa oleh Dinasti Syailendra di abad ke-8, para pendiri bercita-cita untuk perlahan-lahan mengubah wajah industri pengelolaan dana di Indonesia melalui kreasi dan inovasi.

Syailendra ingin mendidik investor untuk berani mengambil risiko secara cerdik dan memperpanjang orientasi investasi mereka untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih optimal. Pada giliranya, Syailendra Capital ingin memberikan solusi yang unik dan bernilai tambah terhadap kebutuhan investasi nasabahnya yang semakin kompleks.

Untuk mencapai tujuan ini, Syailendra Capital dituntut memiliki tenaga-tenaga profesional yang handal. Namun, keahlian para profesional ini belum tentu cukup jika mereka tidak memiliki visi dan semangat yang selaras. Ini karena manajemen ingin membangun sebuah keluarga besar di kantor yang kecil. Sebab, Syailendra tidak berambisi untuk menjadi yang terbesar, tapi ingin menjadi yang terbaik. Inilah budaya Syailendra Capital.

Menjadi MI yang terbaik diwujudkan Syailendra Capital dengan banyak cara. Pertama, berusaha meningkatkan jumlah dana kelolaan (AUM). Berdasarkan data per Oktober 2016, dana kelolaan Syailendra Capital tercatat Rp4,79 triliun atau market share 1,5%. Jumlah AUM itu menempatkan Syailendra Capital di posisi ke-16 dari Top 20 Manajer Investasi di Indonesia.

“Total dana kelolaan Rp4,79 triliun itu terdiri dari reksa dana terbuka. Jika ditambah dengan reksa dana tertutup, kontrak pengelolaan dana dan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT), maka keseluruhan total dana kelolaan kami mencapai sekitar Rp7,14 triliun,” kata Fajar.

Cara Syailendra Capital yang kedua adalah agresif meluncurkan produk-produk baru yang inovatif. Tahun 2016, Syailendra Capital telah menerbitkan 7 produk reksa dana baru, di antaranya Reksa Dana berbasis saham terdiri dari Syailendra Equity Momentum Fund, Syailendra Dana Ekuitas Dinamis, Syailendra Equity Platinum Fund dan Syailendra Premium Equity Fund. Sedangkan Reksa Dana yang berbasis proteksi yaitu Syailendra Capital Protected Fund 12.

syailendra-resepsionis

Untuk Reksa Dana Campuran yaitu Syailendra Dana Alam. Reksa Dana Pendapatan Tetap yaitu Syailendra Steady Income Fund. Selain produk Reksa Dana tersebut, Syailendra juga mengeluarkan Reksa Dana Penyertaan Terbatas/Reksa Dana Syariah Penyertaan Terbatas sebanyak 2 fund, yaitu RDSPT Orchid Properti Syariah dan RDPT Syailendra Multi Finance Rupiah 1.

Jenis Reksa Dana Syailendra - 31 November 2016

 

No. Asset Class AUM (IDR Miliar)
1 Reksa Dana Saham 2.650,4
2 Reksa Dana Penyertaan Terbatas 1.887,8
3 Reksa Dana Terproteks 1.163,3
4 Reksa Dana Pasar Uang 565,8
5 Kontrak Pengelolaan Dana 463,1
6 Reksa Dana Campuran 293,4
7 Reksa Dana Pendapatan Tetap 115,6
Total AUM 7.139,8

 

Diakui oleh Fajar, kekuatan produk Syailendra Capital adalah jenis reksa dana saham. Hingga kini, total reksa dana yang dikelola oleh Syailendra Capital mencapai 31 produk reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif. Jumlah itu meliputi 13 reksa dana saham dengan dana kelolaan Rp2,65 triliun, 4 reksa dana campuran senilai Rp293,4 miliar, 8 reksa dana proteksi sebesar Rp1,16 triliun, 2 reksa dana pasar uang senilai Rp565,8 miliar, plus 4 reksa dana pendapatan tetap sebesar Rp115,6 miliar.

Strategi ketiga Syailendra Capital menjadi MI terbaik adalah berusaha memberikan imbal hasil atau return/yield yang terbaik bagi investor. Sebagai gambaran, untuk produk reksa dana saham Syailendra Market Leader Fund, return mencapai 1,6% setahun. Lalu, Syailendra Dana Ekuitas Sejahtera return 23,4% setahun. Kemudian, Syailendra Equity Opportunity Fund return 20% setahun, serta syailendra Mid Cap Alpha Fund return 22,1% setahun. Coba bandingkan dengan kinerja return reksa dana dari MI lain yang masih di bawah angka itu. Apalagi jika dibandingkan dengan bunga deposito yang di bawah 5% setahun.

Upaya keempat yang dilakukan Syailendra Capital menjadi MI yang terbaik adalah merombak jajaran direksi dan komisaris. Susunan dewan direksi dan komisaris yang baru ini diharapkan bisa melambungkan kinerja perusahaan lebih tinggi dan efektif diumumkan pad 23 September 2016. Perubahan ini sebelumnya telah disetujui oleh pemegang saham Syailendra dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan surat edaran OJK No. S-401/PM.21/2016 pada tanggal 16 September 2016. Berikut ini adalah jajaran komisaris dan direksi baru Syailendra.

Siapa saja susunan manajemen yang baru? Untuk susunan dewan komisaris: Jos Parengkuan (Presiden Komisaris), David Tanuri (Komisaris), dan Roy Himawan (Komisaris). Sementara itu, dewan direksi meliputi: Fajar R. Hidajat (Presiden Direktur), Gunanta Afrima (Direktur-Chief Operating Officer), Cholis Baidowi (Director Investment Officer) dan Harnugama (Director-Chief Marketing Officer).

Fajar R. Hidajat menduduki posisi Direktur utama Syailendra menggantikan Jos Parengkuan yang saat ini menjabat sebagai Presiden Komisaris. Fajar sempat menduduki jabatan penting di beberapa perusahaan manajer investasi. Sebelum bergabung dengan Syailendra, Fajar adalah Presiden Direktur PT CIMB-Principal Asset Management.

Untuk Gunanta Afrima dan Cholis Baidowi sebelumnya menjabat sebagai Chief Operating Officer dan Chief Investment Officer PT CIMB-Principal Asset Management. Harnugama memiliki latar belakang karier yang tidak jauh berbeda dengan ketiga direksi lainnya. Harnugama sebelumnya menjabat sebagai Senior Vice President di Danareksa (Persero).

Keempat direksi ini adalah profesional keuangan yang sangat berpengalaman dan telah berkecimpung di dunia pasar modal dan keuangan lebih dari 20 tahun.

Jos Parengkuan, sebagi Preskom Syailendra Capital berharap agar manajemen Syailendra semakin baik dalam melakukan pengembangan serta dapat memberikan solusi investasi sesuai dengan kebutuhan para investor, seiring dengan perkembangan industri dan persaingan bisnis yang semakin ketat.

"Saya yakin pengalaman dan kapasitas yang dimiliki para direksi baru dapat menjadikan Syailendra Capital sebagai unit bisnis dengan kinerja yang lebih baik, serta dapat menjadikan Syailendra lebih maju dan berkembang ke depannya,” jelas Jos dalam keterangan tertulisnya.

Selain itu, Syailendra Capital rajin bersinergi dengan mitra bisnis untuk meningkatkan pemasaran produk atau mengedukasi pasar. “Belum lama ini Syailendra Capital sudah menggandeng dua bank besar yakni PT Bank Rakyat Indonesia dan PT Bank Negara Indonesia sebagai mitra distributor,” kata Harnugma, Direktur/Chief Marketing Officer Syailendra Capital. Sebelumnya Syailendra Capital juga pernah bermitra dengan Bank BJB, QNB, Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas

Untuk klien-klien yang ditangani antara lain: BPJS Ketenagakerjaan, Asuransi Astra, Asuransi Jiwa Sinarmas, MSIG, Bank Mega, Bumiputera, Dapen Telkom, Taspen, Jiwasraya, ASABRI, Dana Pensiun BRI, Dapenbi, Jamkrindo, plus Sun Life Financial.

Beberapa penghargaan juga diraih Syailendra Capital atas prestasi yang ditorehkan. Contoh, tahun 2012 meraih penghargaan Morningstar (5 Star Rating), tahun 2013 dari Investor untuk Best Equity Fund, tahun 2014 penghargaan Investor-InfoVesta untuk Best Mutual Fund Award, dan tahun 2015 meraih Best Fixed Income Fund dari APRDI – Bloomberg Indonesia.

Lantas, apa saja target tahun 2017?

“Tahun depan, kami targetkan dana kelolaan Syailendra Capital naik 30% menjadi sekitar Rp9,5 triliun. Selain itu, kami berencana menerbitkan 5-10 produk reksa dana baru,” ucap Fajar membeberkan sebagian rencana bisnis perusahaan yang dipimpinnya itu.

Selain itu, tahun 2017 nanti Syailendra Capital juga akan memfokuskan diri pada pengembangan produk reksa dana berbasis obligasi. Langkah itu ditempuh untuk memanfaatkan regulasi OJK yang mewajibkan pelaku industri keuangan non bank (IKNB) menempatkan sebagian porsi investasinya pada instrumen surat berharga negara (SBN) atau obligasi BUMN.

Sejarah 1 dekade Syailendra Capital

Sejatinya nama Syailendra diambil dari nama dinasti kuat yang berkembang dan mendominasi Pulau Jawa. Syailendra Capital didirikan tahun 2006 oleh tiga orang pelaku industri pasar modal yang sudah kawakan sejak awal tahun 1990-an. Dasar pemikiran di balik pendirian perusahaan ini sederhana: menjadi perusahaan lokal pengelola dana independen terbaik yang menyediakan solusi dengan nilai tambah investasi kepada klien-klien.

syailendra-berdua

Awak Syailendra Capital pindah ke kantor sederhana pada Mei 2006, mendapatkan izin pengelolaan dana pada akhir November tahun yang sama, dan mulai bekerja pada bulan Januari 2007. Pada akhir bulan yang sama, Syailendra Capital meluncurkan reksa dana pertama bernama Syailendra OptiGrowth Fund (SOGF), yang menghimpun pengumpulan dana dalam bentuk kebebasan penuh dalam penutupan akhir sebesar Rp102.5 miliar (US$11.4 juta).

Ciri khas dari reksa dana ini adalah fleksibilitasnya untuk penggantian keseluruhan, bila perlu dari satu kelompok aset menjadi kelompok aset lainnya, dan kemampuannya untuk memaksimalkan hingga nilai 100% ketika tim pengelola dana Syailendra Capital percaya kepada arah pasar. “Kami bangga dengan produk ini, karena yang pertama di jenisnya di Indonesia,” ujar Jos Parengkuan.

Syailendra Capital tidak memiliki afiliasi dengan grup usaha skala besar di Indonesia. Pihaknya percaya bahwa menjadi independen adalah sisi kompetitif yang tinggi, karena hal ini akan menjamin bahwa manajemen tidak memiliki konflik kepentingan di dalam keputusan investasi, yang merupakan unsur penting dalam usaha menyediakan keuntungan yang tinggi bagi klien-klien berharga.

Syailendra Capital adalah bagian dari Syailendra Group merupakan private investment group dengan total dana kelolaan sekitar US$ 1 miliar. Anak usaha meliputi Syailendra Capital, Syailendra Asia, dan Syailendra Housing Communities Asia (SHCA). Syailendra Capital merupakan perusahaan pengelola reksa dana domestik berlisensi OJK yang memiliki klien institusi terbanyak di Indonesia dan didirikan tahun 2006.

Pada 2011, Syailendra Group mendirikan Syailendra Asia yang bertujuan membawa investor asing untuk berinvestasi di Indonesia dan negara-negara tetangga. SHCA didirikan dalam kemitraan dengan Samih Sawiris, Chairman dari Orascom Housing Communities, dalam mendukung pembangunan kota terpadu di Indonesia dan negara-negara lainnya. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)