Juara 2 Indonesia Green Companies 2018, Saham Madusari Listing di BEI

(ki-ka): Inarno Djayadi (Direktur Utama Bursa Efek Indonesia), Yonky Saputra Sim (Direktur Independen & Corporate Secretary PT MMI Tbk), Arief Goenadibrata (Direktur Utama PT MMI Tbk), Donny Winarno (PT MMI Tbk), Indra Winarno (Komisaris PT MMI Tbk).

PT Madusari Murni Indah Tbk. (Madusari), induk perusahaan PT Molindo Raya Industrial, produsen ethanol (alkohol) asal Malang yang mengusai 55% market share nasional ini berhasil menempati peringkat 2 pada seleksi penjurian ajang Indonesia Green Companies (IGC) 2018 yang digelar majalah SWA dan dinobatkan majalah MIX sebagai The Best Socially Business Practice dalam penghargaan Indonesia's Best Corporate Social Initiaves 2018.

Terkait perusahaan hijau ini, banyak hal yang telah dilakukan oleh Molindo. Dari sisi hulu, Molindo telah memiliki visi green business. Sebab, sejak awal pendiri dan pengelola perusahaan sangat peduli dengan lingkungan. Bahkan, bisnis Molindo sendiri boleh dibilang adalah pengelola limbah.

Sementara itu, dalam mengesekusi program socially business practices, tantangan terbesar yang dihadapi Molindo adalah pada biaya. Namun, inisiatif sosial itu harus tetap dilakukan oleh perusahaan, karena telah menjadi komitmen Molindo. Visinya adalah menjadi perusahaan ethanol terdepan dan terintegrasi di Asia Pasifik, sehingga standar kualitas, governance, sistem bekerja harus berstandar internasional.

Tak hanya peduli lingkungan, demi kemajuan bisnisnya, baru-baru ini, Madusari juga go public. Saham Madusari secara resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tepat pukul 09.00 WIB saham emiten dengan kode perdagangan MOLI itu tampil di layar perdagangan dengan harga perdana Rp580 per lembar saham. Madusari tercatat sebagai emiten ke-34 di BEI dan tahun ini merupakan emiten dari sektor industri dasar dan kimia yang pertama yang melantai di bursa.

Direktur Utama PT Madusari Murni Indah Tbk, Arief Goenadibrata, mengungkapkan, Madusari melepas sebanyak 351.000.000 saham atau 15,03%dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO (initail public offering) atau penawaran umum perdana saham. Pada masa penawaran umum yang berlangsung tanggal 27 Agustus 2018, terjadi oversubscribe sebanyak 221,53 kali dari porsi penjatahan terpusat saham yang ditawarkan kepada masyarakat.

Dana yang diperoleh dari IPO ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan disalurkan perseroan untuk 94,45% kepada anak perusahaan guna meningkatkan kapasitas produksi, membangun pabrik serta membeli beberapa mesin baru. Sedangkan, sisanyaakan disalurkan perseroan kepada anak perusahana untuk pembangunan fasilitas distribusi berupa gudang di daerah Jawa Timur.

“Kami berharap, momentum IPO akan menjadi langkah awal perseroan dalam meningkatkankinerja yang lebih baik. Selain itu, dengan pencatatan saham Madusari Murni Indah, maka manajemen akan terus berupaya meningkatkan Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance) dengan baik,” jelas Arief.

Prosesi Penyerahan Cinderamata dari Arief Goenadibrata (Direktur Utama PT MMI Tbk)PT Madusari Murni Indah Tbk kepada Inarno Djayadi (Direktur Utama Bursa Efek Indonesia)

Madusari Murni Indah atau Molindo Incorporated adalah induk perusahaan yang menaungi PT Molindo Raya Industrial sebagai pabrik ethanol, PT Molindo Inti Gas sebagai pabrik CO2 dan PT Sumber Kita Indah sebagai perusahaan trading dan distribusi.

Madusari didiirikan di Malang tahun 1965. Dalam perkembangan bisnisnya, Madusari mengakuisisi Molindo yang juga merupakan produsen ethanol pesaing saat itu. Grup perusahaan ini kemudian berkembang dan melahirkan PT Molindo Raya Industrial sebagai pabrik produsen ethanol dengan kapasitas produksi 80.000 KL per tahun dan PT Molindo Inti Gas sebagai pabrik produksi gas CO2 dengan kapasitas produksi 15.360 ton per tahun.

Untuk memasarkan dan mendistribusikan produk-produknya, Madusari mendirikan PT Sumber Kita Indah sebagai perusahaan trading dan distribusi yang mana telah sukses mendistribusikan produk Molindo Ethanol dan Molindo CO2, dan meraih pengakuan di pasar ekspo rAsia Pasifik hingga ke Australia, Eropa dan seluruh penjuru benua lainnya.

Grup korporasi Molindo saat ini mempunyai pangsa pasar ethanol sekitar 55% dari pasar ethanol nasional. Untuk menjamin kebutuhan bahan baku yang berasal dari tetes tebu, Molindo telah menjalin hubungan baik dan bekerja sama dengan pabrik gula di seluruh Indonesia.

Tetes tebu atau mollases yang merupakan produk limbah dari proses tebu di pabrik gula diproses oleh Molindo melalui proses fermentasi dan destilasi menjadi ethanol dan gas CO2 serta limbahnya diolah menjadi pupuk. Dengan proses ini Molindo tidak hanya menjadi perusahaan yang menghasilkan zero waste dalam proses produksinya dan mengimplementasikan inisiatif sosial, karena telah mengelola limbah produk etanol menjadi pupuk organik tanaman tebu untuk pemberdayaan petani tebu.

Sebagai bentuk komitmen Madusari untuk memenuhi kebutuhan etanol, maka perseroan juga akan membangun pabrik etanol di Lampung. Di pabrik ini akan menggunakan bahan alternatif jagung selain tetes tebu. Saat ini tidak ada pabrik etanol dengan bahan baku jagung di kawasan Asia Pasifik, sehingga nantinya MRI akan menjadi pelopor di kawasan Asia Pasifik.

Hal ini tentunya akan menambah daya saing PT Molindo Raya Industrial di pasar regional sekaligus mendukung program ekspor dari Pemerintah Indonesia. Pada tanggal 25 Juli 2018, Menteri Perindustrian yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka, Achmad Sigit Dwiwahjono, meresmikan pembangunan Unit Distilasi Etanol PT Molindo Raya Industrial Lampung.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)