Jumlah Pelanggan Link Net Meningkat 25%

Marlo Budiman, Presiden Direktur dan CEO PT Link Net Tbk. (ke-2 dari kiri)

Meski pandemi Covid-19 menghantam dunia usaha, namun kinerja PT Link Net Tbk, pengelola jaringan Internet dan TV kabel First Media, masih positif. Hal ini ditunjukkan dengan pencapaian  jumlah  pelanggan  terbanyak  dari 171  ribu pelanggan tumbuh  25%  menjadi  839 ribu  pada FY2020.  Perseroan  menambah  211  ribu home  passesse ke  dalam  jaringannya, menjadikan total home passesse besar 2,68 juta.

Pada FY2020, Link Net mencapai tingkat  penetrasi  jaringan  tertinggi  sebesar  31,3%.  Pendapatan  rata-rata  per Pelanggan (ARPU) stabil pada Rp364 ribu untuk FY2020. Dalam  beberapa  tahun  terakhir,  manajemen  mulai  melihat  perubahan  perilaku konsumen  yang  menyebabkan  peningkatan  akan fixed  line  broadband.  “Dengan adanya pandemi, kami melihat perubahan perilaku berjalan dengan pesat. Perubahan seperti work from home, learn from home, penggunaan e-commerce dan pertumbuhan layanan tele-medicine kemungkinan besar akan tetap ada  di  masa  depan.  Perubahan  perilaku  ini  akan  menuntun  pada  peningkatan kebutuhan akan internet berkecepatan tinggi tanpa batas,” jelas Marlo Budiman, Presiden Direktur dan CEO PT Link Net Tbk.

Tak heran jika tren digitalisasi mendongkrak kinerja Link Net, sehingga pendapatan yang dibukukan mencapai Rp4,05 triliun pada FY2020, naik tipis 7,8% Year on Year. EBITDA meningkat 11,3% pada FY2020 menjadi Rp2,3 triliun, dengan marjin EBITDA sebesar 56,9%. Pendapatan per saham meningkat 9,3% pada FY2020  menjadi  Rp340  per  lembar  saham.  Laba  bersih  tumbuh   5,3%  pada FY2020 menjadi Rp942 miliar dengan marjin laba bersih pada 23,3%.

Pada  4Q2020,  pendapatan Link Net   meningkat  10,7%  menjadi  Rp1,09  triliun  dibandingkan dengan 4Q2019. Pendapatan per kuartal naik 7% pada 4Q2020 dibandingkan  3Q2020.  EBITDA  pada  4Q2020  tercatat  Rp668  miliar,  bertumbuh  48,4% dibandingkan dengan 4Q2019. Per kuartal, EBITDA meningkat 15,4% pada 4Q2020 dibandingkan  dengan  3Q2020.  Marjin  EBITDA  pada  4Q2020  tercatat  61%.  Laba Bersih pada 4Q2020 meningkat 99,5% menjadi Rp243 miliar dibandingkan dengan 4Q2019

Link  Net  akan  membayar  dividen  dengan  total  berkisar  antara  Rp283  miliar  untuk FY2020 atau sebesar 30% dari laba bersih. Pembayaran dividen akan diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Link Net. Pada  tahun  2020,  Link  Net  memulai  proses  migrasi  kabel  jaringan  ke  tiang infrastruktur sendiri untuk mencapai kemandirian infrastruktur.

Target Link Net adalah memindahkan 60.000-65.000 tiang mulai tahun 2020 hingga akhir 2020. “Dalam perkembangannya Link  Net  telah  memindahkan  65.100  tiang  ke  infrastruktur  kami  sendiri. Manajemen melaporkan bahwa proyek berjalan sesuai jadwal, mendapat pendanaan yang  cukup  dan  berada  di  bawah  anggaran.  Proyek  ini  diharapkan  selesai  pada pertengahan tahun 2022,” jelasnya.

Pada saat itu, biaya sewa tiang sebesar 3,6% akan hilang dan akan memengaruhi arus kasdan pendapatan secara positif. Sejalan  dengan  misi  perusahaan untuk  memperkuat tata kelola  perusahaan  di  segala tingkatan, di tahun 2020, perseroan menunjuk kantor akuntan publik Ernst & Young  sebagai  auditor.

Untuk menyesuaikan   dengan   standar   akuntansi   Indonesia,   Link   Net   telah menerapkan PSAK 71, 72 dan 73 dalam Laporan Keuangan tahun 2020. Manajemen menginginkan bisnis Link Net terus berkontribusi terhadap perbaikan kualitas hidup masyarakat Indonesia. “Untuk meningkatkan kontribusi kami terhadap  Lingkungan,  Sosial  dan  Tata  Kelola  (ESG),  kami bekerja  sama  dengan organisasi  penilai ESGb ernama Eco Vadis untuk  mengevaluasi  keseluruhan  bisnis kami.  Hasil  evaluasi  menunjukkan  indikator  apa  yang  sudah  kami  penuhi  serta indikator mana yang masih perlu kami perbaiki,” ungkap Marlo.

Marlo menjelaskan, guna menjamin pertumbuhan yang konsisten  di  masa  depan, Link Net  juga  bekerja  sama  dengan  perusahaan  konsultasi ESG global untuk membantu dalam membuat dan menjalankan kerangka ESG perusahaan  selama tiga tahun ke depan.

“Secara keseluruhan, tahun 2020 adalah tahun yang kuat untuk bisnis kami walaupun penuh tantangan dalam masa pandemi. Kami meningkatkan total pelanggan sebesar 25% dan pelanggan baru ini akan terus berkontribusi terhadap pertumbuhan pendapatan pada  tahun  2021  dan  seterusnya,” jelas Marlo.

Proyek  migrasi Link Net pun  berjalan  sesuai  jadwal, memiliki pendanaan yang cukup, berada di bawah anggaran dan setelah selesai pada pertengahan  tahun  2022,  biaya sewa  rental  akan hilang  dan  akan  meningkatkan pendapatan  dan  pertumbuhan  bisnis.  “Kami  melihat  pertumbuhan  pendapatan  yang positif  pada  unit  bisnis  di  kota-kota  di  luar  Jakarta  dan  kami  berharap  hal  ini  akan terus  berlanjut  hingga  tahun  2021  dan  seterusnya,” ujar Marlo.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)