Jurus Menyerang UMKM agar Lewati Masa Kritis Pandemi

Pemerintah terus menggarap sektor UMKM agar dapat melewati masa-masa kritis selama pandemi. Sebagai platform dompet digital milik BUMN, LinkAja menghadirkan pelatihan virtual bertajuk Layanan Syariah LinkAja untuk UMKM (17/09/2020).

Turut hadir sebagai salah satu pembicara yakni Adjie Wicaksana, CEO Halofina, yang memberikan pemaparan tentang pentingnya manajemen keuangan pribadi pelaku usaha.

“Kondisi keuangan pribadi pelaku usaha yang baik akan berbanding lurus dengan kondisi keuangan usaha,” ujarnya. Untuk itu, sangat penting bagi para pelaku usaha untuk mengetahui manajemen keuangan yang baik.

Adjie menuturkan, pelaku usaha harus punya strategi bertahan dan menyerang dalam konteks berwirausaha dan mengelola keuangan. Strategi bertahant ersebut diantara lain mengurangi beban pengeluaran, bijak dalam pengelolaan hutang, dan mempersiapkan dana darurat.

“Sangat penting untuk memahami pengeluaran rutin usaha. Pengeluaran ini bisa untuk tenaga kerja, operasional, produksi dan pengiriman, pemasaran, alat dan infrastruktur. Kira-kira adakah dari berbagai macam pengeluaran bulanan, adakah yang bisa dikurangi atau dihilangkan, itu harus diatur,” jelasnya.

Kedua, pelaku usaha harus memastikan bijak dalam hutang. Pada saat kondisi sulit, pelaku usaha berupaya mendapatkan dana dari pihak ketiga yang membantu usaha tetap beroperasi. Adapun kategori hutang yang harus dipertimbangkan yakni mendesak dan tidak mendesak. Mendesak artinya apabila aset atas hutang tersebut sangat dibutuhkan dan berpengaruh terhadap kegiatan operasioanl usaha. Sedangkan tidak mendesak artinya apabila ketiadaan asset atas hutang tersebut tidak mempengaruhi kegiatan usaha.

“Pertimbangkan untuk menunda atau menghilangkan hutang tidak mendesak agar membantu arus kas usaha,” ujarnya.

Adapun dana darurat harus dipersiapkan sedini mungkin untuk memastikan keamanan usaha. Adjie mengatakan, dana darurat besarannya bisa bervariasi, antara 3-12 kali biaya operasional per bulan.

Aman dengan strategi bertahan, waktunya pelaku usaha memikirkan strategi menyerang. Strategi ini, sebut Adjie adalah kesempatan yang bisa diraih dengan pendekatan resource-based approach. Contoh kesempatan bisnis baru yaitu di industri makanan frozen food dan edukasi berupa penyedia layanan Webinar, membuat Podcast, bahkan menjadi konsultan online. Yang tidak kalah penting adalah pelaku bisnis harus memahami perubahan perilaku konsumen, terutama karena adaptasi digital yang terakselerasi selama masa pandemi.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)