Kapitalisasi Pasar Bursa Efek Naik Tipis Menjadi Rp 11 Triliun | SWA.co.id

Kapitalisasi Pasar Bursa Efek Naik Tipis Menjadi Rp 11 Triliun

(kanan) I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI dan para direksi KISI AM di Gedung BEI, Jakarta pada Jumat, 24 November 2023. (Foto : BEI).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat  pekan ini kembali bertengger pada level psikologis 7.000, tepatnya ditutup pada level 7.009,631 poin atau mengalami kenaikan sebesar 0,46% dari level 6.977,668 pada penutupan pekan yang lalu. Pj. S. Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, menjabarkan kapitalisasi pasar saham pekan ini juga turut meningkat sebesar 0,17% menjadi Rp 11,05 triliun dari Rp 11,04 triliun pada pekan sebelumnya.

Investor asing pada Jumat kemarin mencatatkan nilai jual bersih saham sebesar Rp 943,48 miliar, “Sepanjang tahun 2023 investor asing mencatatkan nilai jual bersih saham sebesar Rp 14,24 triliun,” ujar Primadi di Jakarta, Jumat (24/11/2023).

Data perdagangan saham di BEI selama periode tanggal 20 -24 November 2023 ditutup positif. Peningkatan tertinggi pekan ini terjadi pada rata-rata volume transaksi harian saham, yaitu sebesar 29,18% menjadi 21,88 miliar lembar saham dari 16,94 miliar lembar saham pada pekan yang lalu.

Rata-rata nilai transaksi harian saham pekan ini turut mengalami peningkatan sebesar 10,89% menjadi Rp 9,57 triliun dari Rp 8,63 triliun pada pekan sebelumnya. “Rata-rata frekuensi transaksi harian saham meningkat sebesar 4,35% menjadi 1.123.494 kali transaksi dari 1.076.690 pada pekan yang lalu,” tutur Primadi.

Selama sepekan, terdapat pencatatan 3 obligasi dan 1 sukuk di BEI, yakni Obligasi Berkelanjutan IV Indah Kiat Pulp & Paper Tahap III Tahun 2023, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Indah Kiat Pulp & Paper Tahap III Tahun 2023, Obligasi USD Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp & Paper Tahap II Tahun 2023, dan Obligasi Berkelanjutan II Provident Investasi Bersama Tahap I Tahun 2023.

Obligasi Berkelanjutan IV Indah Kiat Pulp & Paper Tahap III Tahun 2023 dicatatkan di BEI pada Rabu pekan ini senilai Rp 1.18 triliun dengan hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) adalah idA+ (Single A Plus). Di hari yang sama, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Indah Kiat Pulp & Paper Tahap III Tahun 2023 dicatatkan di BEI senilai Rp 395,29 miliar dengan hasil pemeringkatan dari Pefindo adalah idA+(sy) (Single A Plus Syariah).

Keesokan harinya, Obligasi USD Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp & Paper Tahap II Tahun 2023 resmi dicatatkan di BEI. Obligasi yang dicatatkan pada Kamis pekan ini senilai US$ 3,93 juta yang mendapatkan hasil pemeringkatan dari Pefindo dan PT Kredit Rating Indonesia (KRI) masing-masing adalah idA+ (Single A Plus) dan irAA (Double A).

Ketiga emisi tersebut diterbitkan oleh PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk dengan wali amanat PT Bank KB Bukopin Tbk. Masih pada hari yang sama, Obligasi Berkelanjutan II Provident Investasi Bersama Tahap I Tahun 2023 yang diterbitkan oleh PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) resmi dicatatkan di BEI. Obligasi dicatatkan dengan nilai Rp 157,82 miliar dan hasil pemeringkatan dari Pefindo adalah idA (Single A). PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat obligasi ini.

Primadi merincikan total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang tahun ini sebanyak 104 emisi dari 56 emiten senilai Rp 113,29 triliun. Dengan pencatatan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 539 emisi dari 127 emiten dengan outstanding senilai Rp 458,22 triliun dan US$ 72,987 juta. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 191 seri dengan nilai nominal Rp 5.536,74 triliun dan US$ 486,11 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 9 emisi senilai Rp 2,84 triliun.

Kemarin, Reksa Dana Indeks KISI IDX30 ETF dengan kode XKID yang diterbitkan oleh PT KISI Asset Management (KISI AM) resmi dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). XKID merupakan ETF dengan acuan Indeks IDX30 yang merupakan indeks harga atas 30 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

Pada kesempatan terpisah, Mustofa, Direktur Utama KISI AM, menyampaikan Reksa Dana Indeks KISI IDX30 ETF merupakan ETF dengan acuan Indeks IDX30, yaitu indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik. “Indeks ini dirancang untuk memberikan gambaran yang representatif tentang kinerja pasar saham Indonesia secara keseluruhan. Penyertaan saham-saham dalam indeks ini didasarkan pada sejumlah kriteria, seperti kapitalisasi pasar, likuiditas, dan faktor-faktor lain yang relevan,” ungkap Mustofa

30 Saham di IDX30

KISI IDX30 ETF ditawarkan kepada masyarakat dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) awal 1.000 atau minimum pembelian unit penyertaan melalui dealer partisipan (PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia) adalah sebesar 1 Satuan Kreasi. Tujuan investasi dari produk KISI IDX30 ETF adalah memberikan alternatif investasi yang efisien dan transparan untuk para pelaku pasar di Indonesia yang diterbitkan oleh BEI Bursa Efek Indonesia melalui investasi sesuai dengan kebijakan investasi.

KISI IDX30 ETF dirancang sebagai reksa dana indeks untuk memberikan eksposur kepada investor terhadap portofolio terdiversifikasi yang terdiri dari 30 perusahaan terbaik yang terdaftar di BEI. Mustofa mengatakan eluncuran KISI IDX30 ETF merupakan momen penting bagi KISI Asset Management. “Produk inovatif ini mencerminkan komitmen kami untuk menyediakan solusi investasi yang inovatif dan mudah diakses bagi para investor," ucapnya.

Kebijakan investasi dari produk ini adalah minimum 80% dari NAB pada Efek bersifat ekuitas yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia serta terdaftar dalam Indeks IDX30 dan maksimum 20% dari NAB pada instrumen pasar uang dalam negeri yang mempunyai jatuh tempo tidak lebih dari 1  tahun atau deposito sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Investasi pada saham-saham yang terdaftar dalam Indeks IDX30 tersebut akan berjumlah sekurang-kurangnya 80% dari keseluruhan saham yang terdaftar dalam Indeks IDX30. Sedangkan porsi tiap-tiap saham akan ditentukan secara prorata mengikuti bobot (weighting) masing-masing saham terhadap Indeks IDX30, dimana pembobotan atas masing-masing saham adalah paling kurang 80% dan paling banyak 120%  dari bobot masing-masing saham yang bersangkutan dalam Indeks IDX30.

KISI AM mengelola 12 produk reksa dana antara lain reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, ETF dan terproteksi dengan total dana kelolaan mencapai Rp 2,1 rriliun per September 2023 dan menjalin kerja sama dengan 14 agen penjualan.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)