Kapitalisasi Pasar Terkoreksi 1,35%

Seremoni pembukaan perdagangan BEI pada 2 Januari 2020. (Ilustrasi Foto : Vicky Rachman/SWA)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan ini mengalami perubahan sebesar 1,57% dan berada pada level 6.008,709 poin dari posisi 6.104,324 poin pada penutupan pekan sebelumnya. “Kemudian kapitalisasi pasar ditutup terkoreksi atau mengalami perubahan sebesar 1,35% menjadi Rp 7.006,354 triliun dari Rp7.101,974 triliun pada pekan yang lalu. Investor asing pada hari ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 390,66 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2020 mencatatkan jual bersih sebesar Rp 47,741 triliun,” tutur Yulianto Aji Sadono, Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (23/12/2020).

Rata-rata frekuensi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini mengalami peningkatan sebesar 3,84% menjadi 1.534,947 kali transaksi dibandingkan pada pekan sebelumnya yang berjumlah 1.478,220 kali transaksi. Rata-rata volume transaksi pada periode itu turun 14,68%, menjadi 26,742 miliar saham dari 31,344 miliar saham pada pekan yang lalu. “Rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan turut mengalami perubahan sebesar 4,85% atau menjadi Rp 19,762 triliun dari Rp20,769 triliun pada penutupan pekan sebelumnya,” ucap Yulianto.

PT Wijaya Karya (Persero) Pada Senin, 21 Desember 2020, mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 (Obligasi) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 (Sukuk) di (BEI). Obligasi ini senilai Rp 1,5 triliun dan untuk sukuk senilai Rp 500 miliar. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idA (single A) untuk obligasi dan peringkat sukuk yang diterbitkan Wijaya Karya ini mendapat peringkat idA(sy) (single A syariah).

Yulianto menyebutkan jumlah total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2020 adalah 103 emisi dari 59 emiten senilai Rp 86,96 triliun. Dengan pencatatan obligasi dan sukuk Wijaya Karya tersebut maka maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 469 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 431,57 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 128 emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 138 seri dengan nilai nominal Rp 3.861,26 triliun dan US$ 400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp 7,13 triliun.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)