Kinerja Emiten Diyakini Beri Sentimen Positif IHSG

(tengah) Tito Sulistio, Dirut BEI, menjabarkan keterangan ke awak media di Kamis pekan ini. (Foto : Vicky Rachman/SWA)

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meyakini kinerja pasar modal domestik masih kondusif walau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 7,02% hingga Kamis pekan ini (year to date).

Tito Sulistio, Direktur Utama BEI, menyebutkan industri pasar modal domestik masih bagus karena ditunjang sentimen positif, yaitu pertumbuhan positif kinerja emiten pada 2017 dan kuartal I/2018. “Artinya produk pasar modal kita bagus karena rata-rata pertumbuhan laba seluruh emiten di sepanjang 2017 mencapai 20% dibandingkan tahun 2016. Kinerja laba emiten pada kuartal I di tahun ini mengalami pertumbuhan 21,1% dari 48 emiten yang telah menyampaikan laporan keuangannya,” jelas Tito di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta (26/4/2018).

Selain itu, menurut Tito, jumlah emiten yang membagikan dividen pada 2017 naik menjadi 205 emiten dari 198 emiten di tahun 2016. Angka di tahun lalu itu juga lebih tinggi daripada jumlah emiten yang membagikan dividen di tahun 2015 sebanyak 178 perusahaan. Frekuensi transaksi di pasar saham domestik juga cenderung meningkat. Tercatat, rata-rata frekuensi transaksi saham di BEI mencapai 320 ribu per hari, meningkat menjadi 380 ribu per hari. Peningkatan frekuensi itu juga seiring dengan jumlah investor aktif yang terus naik. Saat ini terdapat 572 emiten yang efeknya diperdagangankan di BEI, sekitar 85% diantaranya aktif diperdagangkan.

Tito menegaskan, investor terpicu untuk menempatkan dana ke BEI karena diyakini investor sebagai pasar saham yang likuiditasnya tinggi. Hal ini, lanjut Tito, terindikasi dari pertumbuhan laba emiten, pembagian dividen emiten yang bertambah serta frekuensi transaksi yang meningkat di penghujung April ini. "Investasi investor di pasar modal masih bagus karena didukung oleh produk pasar modal yang bagus pada pasar yang likuid," ia membeberkan.

Terkait aliran dana investor asing yang keluar dari pasar saham, Tito menyebutkan dana asing itu tidak sepenuhnya keluar dari pasar saham, namun dipindahkan ke pasar obligasi yang juga merupakan salah satu produk investasi di pasar modal. Dana asing yang keluar (outlfow) dari pasar saham sekitar US$ 7 miliar dolar. Aliran dana asing (capital inflow) ke pasar obligasi sebesar US$ 8,5 miliar dolar. “Saya meyakini pasar modal  kita masih confidence,” jelasnya.

 

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)