Kuartal II 2018 Waskita Beton Bukukan Laba Bersih Rp691 miliar

Kuartal II tahun 2018  memberikan angin segar bagi PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Perusahaan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp3,85 triliun dan laba bersih sebesar Rp 691 miliar.

Pendapatan ini berasal dari Proyek Jalan Tol KLBM (Krian-Legundi-Bunder-Manyar), Proyek Jalan Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu), Proyek LRT Palembang, Proyek Jembatan Tol Kapal Betung Seksi Ogan, Proyek Giant Sea Wall, dan proyek lainnya.

Adapun perolehan penerimaan termin hingga mid bulan Juli 2018 sebesar Rp5,26 triliun. Penerimaan termin ini berasal dari Proyek Jalan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi), Proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Proyek Jalan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Proyek Jembatan Ogan Tol Kapal Betung, dan sejumlah proyek lainnya.

Selain itu, WSBP meraih nilai kontrak baru sebesar Rp 2,97 triliun. Sehingga total Nilai Kontrak Dikelola per Juni 2018 sebesar Rp 15,93 triliun. Adapun kontrak baru ini berasal dari sejumlah proyek besar antara lain proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, proyek Jalan Tol Tebing Tinggi-Indrapura, dan proyek Jalan Tol Kraksaan-Probolinggo, NCICD (National Capital Integrated Coastal Development), dan Rukan Golf Island.

Saat ini, WSBP sebagai perusahaan yang menyuplai produk precast dan readymix menargetkan akan menyelesaikan suplai produk pada sejumlah proyek di tahun 2018, antara lain proyek Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) dan proyek LRT Palembang, Proyek Jalan Tol Solo-Kertosono, proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi 3, dan proyek Jalan Tol Pemalang-Batang.

Kedepan perusahaan juga mengejar penyelesaian sejumlah proyek lainnya, antara lain proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated, proyek Jalan Tol Batang-Semarang, proyek Jalan Tol Legundi-Bunder, proyek Jalan Tol Cimanggis-Cibitung (CCTW) I & II, dan proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi 4, dan proyek Jalan Tol Solo-Boyolali.

Jarot Subana, Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk menyatakan bahwa dengan penyelesaian sejumlah proyek jalan tol tersebut diharapkan dapat mempermudah akses bagi masyarakat dan proses pengiriman barang melalui jalan tol. “Seperti Jalan Tol di sepanjang Pantura kami targetkan dapat segera selesai, sehingga dapat memperlancar arus transportasi barang dan jasa,” ujarnya.

Pada tahun ini, WSBP akan melakukan integrasi hulu melalui akuisisi perusahaan pemasok bahan baku, di mana biaya pembangunan untuk pabrik mengambil sebagian dari capex 2018 sekitar Rp 500 miliar. Untu itu, Perusahaan tengah mengkaji penerbitan surat utang jangka menengah/MTN (Medium Term Notes) dan mempertimbangkan alternatif melalui sindikasi perbankan. Sebagai Informasi, pada tahun ini WSBP mengalokasikan sebesar Rp 1,1 triliun untuk belanja modal.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)