Laba Bersih Sawit Sumbermas Meroket 286%

Pabrik pengolahan CPO yang dikelola SSMS di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. (Foto : Vicky Rachman/SWA).

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2021 berhasil catatkan kinerja yang sangat fenomenal. Hal itu dapat dilihat dari laba bersih pada Kuartal III/2021 yang meroket hingga 286,38% atau menjadi Rp 1,03 triliun dari Rp 267,65 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Penjualan SSMS per 30 September 2021 sebesar Rp 3,68 triliun atau naik 35% dari Rp 2,73 triliun (year on year/yoy). Sementara beban pokok pendapatan SSMS tercatat sebesar Rp 2,13 triliun atau mengalami kenakan tipis dari sebelumnya Rp1,47 triliun.

Sehingga laba bruto SSMS di Kuartal III tahun 2021 tercatat Rp 1,55 triliun atau naik 23% dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 1,26 triliun. Ditengah lonjakan pendapatan, perseroan mampu menjaga stabilitas beban penjualan di Rp 60,96 miliar atau hanya naik tipis dari Rp 57,98 miliar. Beban umum dan administrasi juga hanya naik tipis, mejadi senilai Rp 390,82 miliar  dari Rp288,27 miliar. Bahkan SSMS berhasil catatkan pendapatan usaha lain netto senilai Rp 24,27 miliar dari Rp 169,16 miliar. SSMS juga berhasil membukukan laba dari entitas asosiasi Rp 19,58 miliar. Pendapatan keuangan di sembilan bulan pertama tahun 2021 melonjak sangat signifikan menjadi Rp 505,57 miliar atau 128% dari pendapatan keuangan senilai Rp 222,04 miliar.

Adapun laba sebelum pajak per 30 September tercatat Rp 1,30 triliun atau terbang sebesar 182% dari Rp 463,53 miliar. Beban pajak periode berjalan SSMS Rp 326,76 miliar atau naik 91% dari Rp 171,32 miliar. Aset SSMS per 30 September tercatat senilai Rp 13,39 triliun atau mengalami pertumbuhan 5% dari akhir tahun 2020 sebesar Rp 12,77 triliun. Pertumbuhan itu disebabkan oleh ekuitas yang naik 16% atau Rp 5,64 triliun dari Rp 4,87 triliun di periode 31 Desember 2020.

SSMS memangkas liabilitas jangka pendek hingga turun 2%,  menjadi Rp 1,41 triliun dari Rp 1,43 triliun. Untuk liabilitas jangka panjang SSMS tercatat Rp 6,33 triliun terpangkas 2% dari Rp 6,64 triliun. Sehingga total liabilitas sebesar Rp 7,75 triliun atau turun 2% dari Rp 7,90 triliun.

Sedangkan posisi kas dan setara kas akhir periode emiten sawit yang rajin membagikan dividen itu tercatat senilai Rp1,71 triliun, posisi saat ini turun 10% jika dibandingkan dengan jumlah di periode sama tahun 2020 sebesar Rp1,90 triliun.

Untuk menyongsong tahun 2022, manajemen SSMS tengah menyiapkan berbagai strategi seperti perbaikan infrastruktur dengan melakukan laterite pada jalan yang rusak supaya unit dapat mengecer pupuk dengan lancar. “Pengadaan unit khusus plasma yang nantinya bisa dipakai untuk pengangkutan pupuk. Unit tersebut sudah dimasukkan ke capital expenditure (capex) 2022. Serta melakukan aplikasi pemupukan dengan manual maupun mekanisasi, kata Swasti Kartikaningtyas, Sekretaris Perusahaan SSMS di Jakarta, Kamis (18/11/2021).

Secara struktur perusahaan, SSMS memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat memadai. Kecukupan jumlah karyawan dan tidak adanya loses. SSMS terus melakukan pemupukkan dengan prinsip 5T (Tepat Waktu,Dosis,Tempat,Takaran & Cara ) untuk tetap menjaga kualitas dan kuantitas tandan buah segar (TBS). “Tak kalah pentingnya,perseroan rutin mengedukasi dan sosialisasi yang bekerja sama dengan CDO agar masyarakat sekitar perkebunan untuk melakukan perawatan kebun plasma sama seperti kebun inti agar kesejahteraan masyarakat tetap terjaga di tengah pandemi,” ucap Swasti.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)