Laba Intiland di Kuartal I Turun Tipis

Laba bersih PT Intiland Development Tbk., pada kuartal I tahun ini turun tipis kendati pendapatannya naik apabila dibandingkan periode sama tahun lalu. Pendapatan perusahaan pengembang properti ini sebesar Rp 603,3 miliar, atau melonjak 33% dari hasil periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp 452,6 miliar. Sedangkan, laba bersih perseroan tercatat Rp 120,7 miliar, atau turun 0.8% dari pencapaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 121,5 miliar.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono,  menyebutkan peningkatan pendapatan perseroan pada tiga bulan pertama di tahun ini, mayoritas didorong oleh peningkatan pendapatan dari produk-produk di segmen mixed-use & high-rise. Segmen ini memberikan kontribusi terbesar mencapai Rp 427,2 miliar atau 71% dari jumlah keseluruhan pendapatan Intiland. “Fokus pada segmen pengembangan mixed-use & high rise terbukti memberikan hasil positif bagi peningkatan kinerja penjualan,” ungkap Archied di Jakarta.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi PT Intiland Development Tbk., Archied Noto Pradono. Penjualan Segmen Mixed-Use & High-Rise Berkontribusi Sebesar 71% dari Total Pendapatan Perseroan di Kuartal I/2015. (Foto : Hendra Syaukani/SWA). Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi PT Intiland Development Tbk., Archied Noto Pradono. Penjualan Segmen Mixed-Use & High-Rise Berkontribusi Sebesar 71% dari Total Pendapatan Perseroan di Kuartal I/2015. (Foto : Hendra Syaukani/SWA).

Segmen pengembangan perumahan membukukan pendapatan Rp 122,4 miliar, atau 20% dari keseluruhan pendapatan. Sedangkan kontribusi segmen properti investasi, seperti berasal dari penyewaan gedung perkantoran, pergudangan, golf dan sarana olah raga, sebesar Rp 53,6 miliar atau 9%.

Segmen kawasan industri belum mencatatkan pendapatan pada triwulan I tahun ini. Kondisi tersebut terutama disebabkan karena banyak investor yang cenderung wait & see karena kondisi perekonomian nasional yang belum stabil.

Proyek South Quarter tercatat menjadi kontributor pendapatan terbesar mencapai Rp 228,2 miliar atau 38%. Kontributor terbesar berikutnya berasal dari kondominium 1Park Avenue dengan pendapatan Rp 98.2 miliar atau 16% dan perumahan Serenia Hills dengan kontribusi sebesar Rp 60,2 miliar atau 10%.

Ditinjau berdasarkan tipenya, kontribusi pendapatan dari pengembangan (development income) mencapai Rp 549,7 miliar atau 91%. Sementara pendapatan berkelanjutan (recurring income) nilainya mencapai Rp 53,6 miliar dan kontribusi sebesar 9%.

Archied mengungkapkan perolehan laba kotor perseroan pada triwulan I mencapai Rp 235,9 miliar, yang dinilai perusahaanya masih stabil dibandingkan hasil yang dicapai pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 235,7 miliar. Perolehan laba kotor yang cenderung stabil terutama disebabkan belum adanya penjualan dari segmen kawasan industri dan kenaikan beban pokok penjualan. Kondisi tersebut sejalan dengan strategi perusahaan untuk fokus pada segmen pengembangan proyek-proyek mixed-use & high rise yang biaya pengembangannya lebih tinggi dibandingkan segmen pengembangan lainnya.

Manajemen perseroan melihat kondisi sektor properti nasional tahun 2015 masih cukup menantang. Salah satunya, wacana perubahan peraturan perpajakan yang dinilai dapat memberatkan pertumbuhan sektor properti. Namun demikian manajemen optimis bahwa perseroan masih dapat mencapai target pertumbuhan di tahun ini.

Perseroan telah menyiapkan sejumlah rencana strategis sebagai upaya untuk mempertahankan tren pertumbuhan usaha. Salah satunya yaitu menyiapkan sejumlah proyek baru yang rencananya diluncurkan pada tahun ini.“Kami sedang melakukan finalisasi jadwal untuk meluncurkan proyek baru sambil menunggu momentum kondisi pasar kembali kondusif,” jelas Archied. Proyek-proyek tersebut antara lain merupakan pengembangan mixed-use & high rise serta perumahan baru di lokasi-lokasi strategis baik di Jakarta dan Surabaya, Jawa Timur.

Dalam beberapa tahun terkahir, Intiland mengembangkan banyak gedung yang menjadi ikon nasional, melalui Intiland Tower dua gedung yang berlokasi di Jakarta dan Surabaya yang dirancang oleh Paul Rudolph. Adapun, The Regatta, kondominium tepi pantai yang mewah di Pluit, Jakarta Utara yang dirancang oleh Tom Wright (perancang Burj Al Arab).

Pengembangan kawasan pemukiman utama di Surabaya, Graha Famili telah menjadi salah satu kawasan perumahan paling prestisius. Saat ini, Intiland memiliki portofolio produk properti beragam, termasuk kawasan pemukiman, gedung perkantoran, apartemen, pengelolaan gedung, kawasan industri, serta pengelolaan sarana olah raga dan golf. (***)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)