Laba Kotor Rp501 Miliar, Panorama Sentrawisata Ogah Bagi Dividen

Hingga akhir tahun 2017, PT Panorama Sentrawisata Tbk. (PANR) mencatatkan laba kotor sebesar Rp501 miliar, naik 14% dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya.

Karsono Probosetio, Corporate Secretary PANR, mengatakan, sepanjang tahun 2017, perseroan telah melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan pendapatan melalui inovasi dan pengembangan usaha dalam kelima pillar bisnisnya yakni Inbound, Travel & Leisure, Media, Hospitality, dan Transportasi. Hasilnya, Perseroan melaporkan total penjualan senilai Rp 5,2 triliun,  naik 9% dibanding tahun sebelumnya. “Sales meningkat 9,4%. Kontribusi paling tinggi adalah dari travel dan leisure, dan kedua adalah dari Inbound,” ujar Karsono.

Pada 2017, perseroan mencatat laba tahun berjalan Rp 36 miliar. Pencapaian ini didukung oleh strategi antara lain masuknya  investor international sehingga memberikan dampak peningkatan pendapatan non operasional yang di antaranya  penurunan beban bunga bersih pada tahun 2017. Seluruh keuntungan perusahaan akan dijadikan sebagai laba ditahan, untuk memperkuat permodalan. Perseroan pada Mei 2018 juga menerbitkan medium term note (MTN) Rp 300 milyar untuk memperoleh tambahan pendanaan yang akan digunakan untuk melunasi sebagian utang obligasi yang akan jatuh tempo. “Tahun ini perseroan tidak membagikan dividen, dan akan menggunakan seluruh keuntungan yang didapatkan untuk memperkuat permodalan,” lanjutnya.

Tahun 2018, perseroan yang memiliki 32 anak perusahaan ini akan mengalokasikan  capital expenditure (capex) maksimal Rp50 miliar.  Salah satunya digunakan untuk peremajaan di pilar Inbound, dan sektor IT. Sementara itu target peningkatan pendapatan di tahun ini sebesar 20%. Hal tersebut terkait rencana pengembangan bisnis Panorama ke depannya. Budi Tirtawisata, Direktur Utama PANR, mengatakan, strategi bisnis ke depan adalah mengembangkan jaringan operasional untuk mengangkap momentum pariwisata yang digalakkan pemerintah, mengembangkan bisnis MICE, meningkatkan kualitas SDM khususnya sektor IT, dan mengeksplorasi strategic partner. Perseroan juga terus mengembangkan usahanya untuk menjadi pemain regional dan global.

“Melalui ekspansi di pilar Inbound, kami terus mengembangkan bisnis sebagai pemain regional. Kami melihat potensi yang besar di ASEAN dengan pertumbuhan positif sektor pariwisata dan ekonomi di negara-negara anggota ASEAN. Strategi go-regional ini kami yakini akan memberikan dampak pertumbuhan yang signifikan pada tahun-tahun mendatang,” ungkap Budi.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)