Lini Bisnis Dorong Omset Emiten Teknologi Naik 17,5 Persen

Metrodata bukukan laba bersih di tahun 2018. (Ilustrasi Foto : Ist)

Kinerja keuangan PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) di tahun 2018 tercatat positif berkat implementasi berbagai strategi usaha yang dilakukan anak perusahaan menggarap lini bisnis distribusi, solusi dan konsultasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terpadu.

Pendapatan MTDL sepanjang 2018 berhasil meningkat 17,5 persen, mencapai Rp 12,7 triliun, atau naik Rp 1,9 triliun dibanding tahun 2017 yang sebesar Rp 10,8 triliun. “Peningkatan penjualan di tahun 2018 didorong oleh mayoritas penjualan perangkat keras (hardware) yang berkontribusi sebesar 78 persen terhadap total pendapatan dan sebesar 14,1 persen berasal dari perangkat lunak (software) serta sisanya, 7,9 persen dari services, maintenance, dan pendapatan sewa,” kata Randy Kartadinata, Sekretaris Perusahaan Metrodata Electronics dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jum’at pekan ini.

Kenaikan penjualan tersebut juga mendorong peningkatan laba kotor sebesar Rp 156,9 miliar, sehingga perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp 1,01 triliun di tahun 2018. Setelah memperhitungkan biaya operasional, beban bunga, selisih kurs dan pajak, maka laba bersih MTDL sebesar Rp 288 miliar, atau meningkat 16,4 persen dari laba bersih tahun 2017 yang sebesar Rp 247,4 miliar.

Kemajuan teknologi digital ke arah revolusi industri tahap keempat atau Industri 4.0. dalam rangka transformasi digital dengan teknologi pendukung seperti cloud services, Internet of Things (IoT), big data hingga Artificial Intelligence (AI) menjadikan MTDL sebagai penyedia solusi TIK terintegrasi.

Sebagai perusahaan penyedia solusi TIK di tiga unit bisnis utama itu, MTDL memiliki jangkauan kepada berbagai segmen usaha, mulai dari dealer atau toko-toko produk TIK, korporasi, hingga ke sistem e-commerce yang mengelola penjualan business to business dan e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Unit Bisnis Distribusi sebagai kontributor pendapatan terbesar MTDL di bawah pengelolaan anak usaha, yaitu PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI), melayani penjualan ke dealer/reseller serta korporasi penyedia solusi TIK. Unit bisnis ini terus melakukan strategi diversifikasi produk dan telah mendistribusikan lebih dari 80 merek produk TIK kepada sekitar 1.800 dealer atau reseller aktif yang tersebar di seluruh Indonesia.

Inovasi yang dilakukan diantaranya adalah pembangunan aplikasi channel “Electronic Software Distribution” untuk penjualan software melalui platform B2B (e-commerce) serta penjualan perangkat gaming. Penjualan jenis produk gaming dan peralatannya pada 2018 tumbuh lebih dari 35 persen dari penjualan di tahun 2017 dan telah memberikan kontribusi sekitar 7,7 persen dari total penjualan di SMI di tahun lalu.

Kemudian untuk meningkatkan efisiensi, SMI di awal 2019 baru saja meresmikan pemakaian gudang 4 lantai (warehouse) seluas 22 ribu m2 di MM 2100 Cibitung, Jawa Barat. Gudang tersebut dapat menghemat biaya logistik di area Jabodetabek sebesar 35 persen dibanding menyewa dan sudah mulai digunakan di tahun 2019 ini.

Sementara itu, Unit Bisnis Solusi MTDL melalui anak perusahaan, PT Mitra Integrasi Informatika (MII), memfokuskan strategi dalam membantu bisnis korporasi melakukan transformasi teknologi dengan menyediakan solusi lengkap kepada para perusahaan, mulai dari kebutuhan perangkat keras, perangkat lunak maupun jasa layanan TIK lainnya.

Adapun, kebutuhan teknologi terkini yang disediakan oleh MII, diantaranya adalah menghubungkan core system customer dengan aplikasi eksternal seperti e-commerce (Application Programming Interface); menyediakan otomasi analisa data melalui aplikasi big data and analytic, menyediakan security managed service untuk memantau keamanan sistem IT pelanggan dari serangan virus dan atau threat dengan remote monitoring yang dilakukan di kantor Metrodata (24 jam) serta menyediakan kebutuhan para programmer (developer) bagi para penggunanya.

Selanjutnya, Unit Bisnis Konsultasi melalui anak usaha, PT Soltius Indonesia, memiliki strategi untuk fokus pada penjualan piranti lunak (software), implementasi Enterprise Resource Planning (ERP) serta penawaran end-to-end services seperti Human Capital Management (HCM), Business Intelligence (BI), Customer Relationship Management (CRM) serta optimalisasi rantai pasok (supply chain).

Sejalan dengan perkembangan bisnis, MTDL juga bermitra dengan berbagai perusahaan TIK kelas dunia dan berinovasi melalui pendirian anak usaha maupun usaha patungan, seperti pada bisnis solusi jaringan melalui PT Packet System Indonesia, bisnis layanan support telco melalui PT Xerindo Technology serta bisnis mobility application untuk sales and distribution melalui PT Metro Mobile Indonesia.

Untuk tahun 2019, MTDL menganggarkan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp 200 miliar, dengan porsi Rp 190 miliar akan digunakan untuk membeli produk TIK yang akan disewakan kepada pelanggan dan sebesar Rp 10 miliar akan digunakan untuk memutakhirkan kebutuhan TIK internal perusahaan.

MTDL optimistis kondisi pasar yang kondusif untuk terus melakukan transformasi digital akibat kemajuan teknologi akan mempercepat perusahaan ke arah revolusi industri 4.0. MTDL menetapkan target di tahun 2019 yang cukup optimis untuk pertumbuhan pendapatan sebesar 12% dan laba bersih sebesar 12,5%. Target pertumbuhan pendapatan dipatok moderat seiring dengan momentum tahun politik.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)