MAP Bukukan Laba Bersih Kuartal I/2020 Rp4,71 Triliun

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) mencatatkan pendapatan laba bersih sebesar Rp4,71 triliun pada kuartal I? 2020. Angka ini meningkat jika dibandingkan pencapaian pada kuartal I tahun sebelumnya sebesar Rp4,68 triliun.

Namun, perseroan mencatatkan penurunan laba usaha sebesar Rp161,4 miliar, atau menurun jika dibandingkan periode yang sama sebesar Rp286,9 miliar. Sementara itu, EBITDA tumbuh sebesar 57,8% menjadi Rp779,5 miliar, dan laba bersih menjadi Rp27,3 miliar.

Kinerja pada kuartal I ini telah mengadopsi standar akuntansi baru, yakni PSAK 73 Sewa (IFRS 16 Leases). Penerapan PSAK 73 ini mengakibatkan berkurangnya laba bersih sejumlah Rp30 miliar, menjadi Rp27,3 miliar dari yang seharusnya Rp57,3 miliar.

Ratih D. Gianda, VP Investor Relations & Corporate Communications Grup MAP , menyatakan bahwa saat ini konsumen telah melakukan adaptasi dengan keadaan baru. “Fokus utama MAP saat ini adalah meningkatkan penjualan melalui omni channel, melakukan penghematan melalui sejumlah efisiensi biaya, serta berkomunikasi secara intensif dengan para pemilik merek dan vendor,” kata Ratih.

Pihaknya juga telah melakukan investasi untuk meningkatkan kemampuan online, mobile, dan media sosial perusahaan. Untuk tetap beradaptasi di tengah perubahan pola konsumsi konsumen, perseroan juga meluncurkan program Chat & Buy. Program ini memungkinkan konsumen melakukan pembelanjaan melalui aplikasi Whatsapp.

MAP Group juga menambah jalinan kemitraan dengan marketplace dan perusahaan teknologi finansial, serta bekerjasama dengan para influencer digital untuk meningkatkan penjualan dan interaksi dengan publik. “Di masa yang akan datang, kami juga akan terus memanfaatkan 3,1 juta anggota MAPCLUB. Dengan strategi ini, pada akhir maret 2020 penjualan digital MAP mengalami peningkatan lebih dari 100%,” kata dia menambahkan.

Sejak 15 Juni lalu, Pemerintah Indonesia secara bertahap telah membuka kembali pusat perbelanjaan, restoran dan destinasi rekreasi sebagai upaya untuk membangun kembali ekonomi yang terimbas dampak pandemi. Untuk tetap menjaga kesehatan dan keselamatan para pelanggan dan karyawan, MAP menerapkan standar keselamatan dan protokol kesehatan di seluruh gerainya.

Beberapa di antaranya adalah dengan melakukan pembersihan secara mendetil dan teratur, melakukan disinfektasi area gerai, serta pengecekan suhu tubuh. Mereka juga diwajibkan menjaga jarak aman, mengenakan masker, hand sanitizer dan memperhatikan cara melakukan pembayaran baik tunai maupun non tunai.

“Mengingat situasi yang penuh perubahan dan ketidakpastian selama pandemi, kami tidak memberikan panduan keuangan untuk tahun 2020,” jelas Ratih menutup pernyataannya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)