Corporate Action Capital Market & Investment zkumparan

Matahari Mengkaji Opsi Membuka Toko Ritel Segmen Medium dan Premium

Matahari Mengkaji Opsi Membuka Toko Ritel Segmen Medium dan Premium
Terry O’Connor, OBE, Direktur Utama PT Matahari Department Store Tbk pada paparan publik di Jakarta, 15 September 2022. (Tangkapan layar : Vicky Rachman/SWA).

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mengkaji opsi untuk menggarap segmen medium atau premium di masa mendatang. Perseroan melakukan riset lebih lanjut mengenai potensi bisnis ritel dengan menggarap kedua segmen tersebut. Salah satu opsi ekspansi itu adalah membuka toko yang membidik konsumen di segmen medium-premium.

Terry O’Connor, CEO Matahari Department Store mengatakan, perseroan membuka opsi untuk membuka toko ritel untuk segmen medium-premium. Pendorong rencana bisnis ini, lanjut O’Connor, di antaranya perilaku konsumen kaya yang berbelanja produk-produk di luar negeri dan toko online. “Kami melakukan riset lebih mendalam mengenai opsi membuka toko untuk konsumen di segmen medium dan premium,” ujar O’Connor pada paparan publik virtual di Jakarta, Kamis (15/9/2022).

Pada kesempatan ini, perseroan menyampaikan memulai ekspansi dengan membuka gerai baru di Plaza Ambarrukmo, Mall Taman Anggrek, dan Tangcity Mall, serta investasi solusi POS baru dan omni-offering. Kemajuan paruh pertama menjadi pertanda baik untuk pencapaian pada paruh kedua tahun ini dengan pedoman yang saat ini ditetapkan pada tingkat EBITDA sebesar Rp 2,1 Triliun. Tidak ada pembatasan signifikan selama kuartal ketiga yang akan membantu penjualan tumbuh lebih dari dua kali lipat pada periode yang sama pada 2021.

Perseroan mempercepat pembukaan toko di Gowa (Sulawesi Selatan) di akhir Septembe rtahun ini. Pembukaan gerai-gerai ini akan membuat jumlah gerai yang beroperasional secara nasional menjadi 148 pada akhir 2022. ”Kami akan menggunakan platform keterlibatan terbaru ini untuk terus membagikan peningkatan dalam penawaran barang dagang kami kepada pelanggan yang akan mendorong hasil lebih baik,” ucap O’Connor.

LPPF pada semester I/2022 mencatatkan EBITDA sebesar Rp 1,3 triliun atau setara dengan EBITDA setahun penuh pada 2021. Pilihan utama produk pelanggan Matahari menghasilkan marjin yang sehat, dengan marjin kotor paruh pertama 2022 sebesar 36,0%, lebih tinggi dari 34,9% pada kuartal yang sama tahun lalu. Harga saham LPPF pada sesi I di perdagangan Kamis pekan ini naik sebesar 1,86% atau menjadi Rp 3.830.

Swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved