Mengintip Peluang Bisnis Emiten Kabel Tahun Depan

PT Voksel Electric Tbk menginginkan kabel listrik (power cable) yang diproduksinya diserap pasar dalam negeri. Strategi ini untuk menyikapi peluang bisnis yang bisa diserap perseroan dari program pemerintah membangun pembangkit listrik berkapasitas 35 ribu megawatt.

David Lius, Direktur Voksel Electric, mengatakan, program pembangunan pembangkit listrik yang dicanangkan pemerintah akan berdampak positif untuk kinerja Voksel ke depannya. Sebagian besar kapasitas produksi perseroan untuk memproduksi kabel listrik (power cable). "Karena 50% kapasitas Voksel adalah memproduksi power cable, maka dampak dari proyek ini sangat signifikan," kata David. Penjualan di tahun depan yang diharapkan perseroan paling besar akan datang dari proyek pemerintah yang membutuhkan power cable. “Voksel sudah ada on hand order yang cukup besar di tahun 2016,” sambung David.

Ia menambahkan, pihaknya memfokuskan diri ke pasar domestik walau minat pembeli luar negeri terhadap kabel-kabel serat optik perseroan cukup tinggi. “Permintaan dari luar negeri memang ada, tapi demand dari dalam negeri sudah cukup besar jadi Voksel memilih untuk fokus pada permintaan lokal. Sementara ini Voksel mengekspor power cable. Penjualan ke luar negeri sekitar 5% hingga 10%,” jelas David.

Listrik Voksel

Emiten berkode VOKS ini menyiapkan belanja modal di tahun 2016 sebesar US$ 3 juta. Sumber dana berasal dari kas internal. Yogiawan, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Voksel Electric dalam keterangannya mengatakan perseroan melakukan lindung nilai (hedging). Pemerintah mengharuskan transaksi menggunakan rupiah untuk pembayaran sehingga mengurangi penggunaan dollar Amerika Serikat dalam transaksi perseroan.

Penjualan Voksel Electric di Januari hingga September 2015 sebesar Rp 1,22 triliun. Beban pokok penjualan mencapai Rp 1,04 triliun. “Proyeksi pendapatan di tahun 2015 ditargetkan Rp 1,6 triliun.,” kata Yogiawan.

Ia mengatakan proyeksi penjualan hingga akhir tahun ini berdasarkan asumsi kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat di level Rp 14.000 per dollar AS. David menambahkan bujet penjualan di tahun depan ditargetkan Rp 2,4 triliun dan laba bersih Rp 103 miliar dengan asumsi kurs rupiah stabil di kisaran Rp 14 ribu- 14.500.

Strategi perseroan untuk mengembangkan bisnisnya adalah mengembangkan penjualan di sektor free market dengan meningkatkan utilisasi mesin dan pendapatan dari sektor kabel fiber optik, meningkarkan produktivitas SDM dan memperbaharui mesin, mengurangi inventory level dengan mempercepat pengiriman, dan efisiensi di semua lini bisnis.

Voksel Electric memiliki empat anak perusahaan yakni PT Prima Mitra Elektrindo yang bergerak di perdagangan umum, pembangunan dan jasa. Lalu PT Bangun Prima Semesta sebagai kontraktor dan perdagangan, PT Cendikia Global Solusi dan PT Maju Bersama Gemilang. Perseroan berdiri pada 19 April 1971 di Jakarta. Status perseroan adalah penanaman modal asing. Kegiatan usahanya memproduksi dan mendistribusikan kabel listrik, kabel telekomunikasi, termasuk kabel serat optik. Pabriknya berlokasi di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Harga saham VOKS pada Selasa ditutup stagnan sebesar Rp 980. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)