Minimum Fee Transaksi Bursa Merugikan Investor

sahamSejak muncuat kembali pengaturan batasan komisi atau minimun fee transaksi investor di bursa saham yang disampaikan oleh Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), salah satu anggota APEI, Daewoo Securities Indonesia, menilai, peraturan tersebut justru berdampak negatif terhadap industri pasar modal di Indonesia.

Besar kemungkinannya, jika diterapkan penetapan besaran standar imbalan jasa brokerage (minimum fee) akan menyulitkan anggota bursa dengan skala kecil untuk mendapatkan investor baru. Sebab mereka harus bersaing dengan anggota bursa skala besar dengan tarif yang sama. Dan perusahaan yang lebih besar dapat memberikan intensif tambahan (non-fee) bagi nasabahnya.

Menurut Ellya Tamara, Online Service Daewoo Securities Indonesia, jika berkaca pada negara-negara maju dengan industri pasar modal yang lebih unggul seperti di Amerika, Korea, China dan Eropa. Tidak diperlakukan minimum fee. Yang menerapkan justru negara-negara di Asia Tenggara, yaitu Malaysia dan Filipina.

“Padahal dibandingkan dengan negara anggota ASEAN lainnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki catatan transaksi bursa yang lebih besar dari Malaysia dan Filipina,” jelas Ellya pada SWA Online usai menggelar pertemuan bulanan bersama awak media di kantor Daewoo Securities Indonesia di Jakarta (1/9/2016).

Ellya menambahkan, investor, adalah pihak yang paling dirugikan jika peraturan minimu fee diterapkan. Sebab, investor diwajibkan untuk membayar fee lebih tinggi atas transaksi yang mereka lakukan. Dampaknya, minat calon investor akan menurun karena adanya tarif yang lebih tinggi dari sebelunya.

Tidak hanya itu, dampak yang lebih jauh lagi karena adanya tarif yang lebih tinggi tersebut adalah pada nilai transaksi di pasar modal akan menurun dan otomatis akan sangat memengaruhi industri pasar modal secara menyeluruh.

Ada dua jenis minimun fee yang diusulkan. Pertama fee transaksi bursa dan kedua fee penjaminan efek, termasuk underwriting obligasi. Untuk fee transaksi bursa, APEI mengaku sudah memiliki angka minimum fee. Sedangkan untuk fee penjaminan masih dalam hitungan auditor.Nantinya, angka yang diperoleh tersebut akan diajukan kepada Bursa Efek Indonesia dan akan dibicarakan juga ke Otoritas Jasa Keuangan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)