Multi Bintang Fokus pada Karyawan dan Strategi Baru di Tengah Krisis

Sektor hospitality adalah salah satu yang merasakan dampak paling berat akibat pembatasan seperti physical distancing, dan hingga saat ini pun Indonesia masih menutup pintu bagi para wisatawan asing. Ini juga telah menyebabkan penurunan pendapatan yang signifikan di Bali, yang merupakan salah satu area utama PT Multi Bintang Indonesia Tbk.

Perusahaan dengan kode saham MLBI ini membukukan penurunan pendapatan sebesar 47%, dari Rp3,711 triliun pada 2019 menjadi Rp1,985 triliun pada 2020. Sementara laba bersih turun sebesar 76%, dari Rp1,206 triliun pada 2019 menjadi Rp286 miliar pada 2020.

“Tahun 2020 merupakan tahun yang luar biasa, di mana kita semua harus menjalani sebuah krisis dengan berbagai tantangan yang belum pernah kita hadapi sebelumnya, dan konsekuensi ekonomi yang timbul akibat kondisi tersebut memiliki dampak yang sangat besar terhadap kinerja perusahaan selama 2020,” kata Rene Sanchez Valle, Presiden Direktur Multi Bintang Indonesia dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Selasa (20/04/2021).

Melihat dampak dari pandemi yang sangat cepat terasa di industri ini, kata Rene, perusahaan beradaptasi dengan cepat dengan mengevaluasi kembali berbagai prioritas dan menyusun rangka strategi baru untuk menghadapi krisis dengan menempatkan para karyawan sebagai fokus utama.

“Prioritas tertinggi kami sepanjang 2020 adalah keselamatan dan kesehatan para karyawan, customer, konsumen, serta masyarakat di sekitar kami," tegasnya. Ia juga memastikan perusahaan dengan cepat mengambil berbagai langkah inovatif serta memanfaatkan teknologi, yang diiringi dengan implementasi protokol pencegahan Covid-19 yang ketat di semua lokasi kerja Multi Bintang.

"Hal ini memungkinkan para karyawan bekerja dengan aman dan produktif, baik di lokasi kerja biasa maupun di rumah,” lanjut Rene. Strategi baru yang sudah mulai diterapkan perusahan sejak awal pandemi pada kuartal pertama 2020 ini telah membantu mendorong perbaikan kinerja yang signifikan pada kuartal terakhir 2020, jika dibandingkan dengan kuartal-kuartal sebelumnya.

“Kami optimis pergerakan ini akan terus berlanjut pada tahun berikutnya. Kami yakin berbagai inisiatif yang telah kami lakukan pada 2020 akan terus mendorong pemulihan pada 2021,” jelas Rene. Pada RUPST tersebut juga telah disepakati bahwa dividen final untuk tahun buku 2020 akan dibayarkan kepada para pemegang saham perusahaan sebesar Rp475 per saham.

Selain pengumuman laporan keuangan perusahaan, Multi Bintang Indonesia juga mengumumkan penunjukan Jan Paul Boon dan Celso Marciniuk sebagai Komisaris Perusahaan, menggantikan Nicolaas Adrianus Vervelde yang akan pensiun serta Bartholomeus A.C. van den Huijsen yang telah ditugaskan untuk menempati posisi baru di kantor pusat HEINEKEN di Amsterdam.

Celso Marciniuk saat ini adalah Senior Director of Finance untuk HEINEKEN Asia Pacific Pte Ltd di Singapura. Sebelum itu, ia menjabat sebagai Chief Financial Officer dan Head of Procurement & IT di HEINEKEN Brasil. Ia juga pernah ditunjuk sebagai Integration Co-Leader dan Taskforce Leader saat proses akuisisi bisnis bir Femsa di Brasil oleh HEINEKEN pada 2010.

Sementara Jan Paul Boon bergabung dengan Heineken pada 1997 dan sejak saat itu telah menempati beberapa posisi manajerial di Supply Chain Heineken , termasuk di Pulau Réunion dan Republik Demokratik Kongo. Sebelumnya ia adalah Brewing and Operation Director Heineken Perancis, Italia, dan Swiss pada 2014-2016, dan saat ini menempati posisi sebagai Senior Director of Supply Chain untuk Heineken Asia Pacific Pte Ltd di Singapura.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)