Nusantara Infrastructure Konsisten Menerapkan Efisiensi

PT Nusantara Infrastructure Tbk, melakukan efisiensi berdampak positif terhadap kinerja perseroan karena bisa meningkatkan marjin laba perseroan, apalagi saat roda bisnis melambat karena perekonomian nasional masih melambat. Pertumbuhan ekonomi hingga kuartal III tahun ini sebesar 4,73%. Perseroan juga melakukan sinergi bisnis guna menekan biaya operasional.

Pada kuartal III/2015, Nusantara Infrastuture berhasil meraih laba bersih sebanyak Rp 164,19 miliar atau meningkat 22% dibandingkan periode yang sama pada 2014 senilai Rp 134,73 miliar. Kenaikan laba bersih perseroan didorong bisnis perusahaan yang terus tumbuh konsisten, khususnya di sektor pengelolaan jalan tol.

Efisiensi, kata Omar Danni Hasan, Direktur Opersional Nusantara Infrastructure, ditempuh pihaknya untuk menopang laju bisnis perseroan. “Efisiensi selalu kita lakukan di saat kondisi ekonomi sedang baik atau melambat. Inti efisiensi adalah meningkatkan marjin dan menekan biaya operasional,” ucap Omar Danni di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Selain efisiensi, lanjut dia, perusahaan juga bersinergi guna menekan biaya operasional.

Dia mengilustrasikan hasil efisiensi perusahaanya itu sebesar 4% dari total pendapatan. “Kita memperkirakan efisiensi hingga akhir tahun 2015 sekitar 4% dari total pendapatan di tahun ini,” jelas Omar Danni. Jika dirata-ratakan, menurut Danni, efisiensi perusahaan di kuartal III tahun ini setidaknya tidak jauh dari target efisiensi di akhir tahun tersebut. Perseroan hingga September tahun ini meraup pendapatan Rp 397,79 miliar, atau naik sebesar 4% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Efisiensi Nusantara Infrastructure apabila asumsinya mengacu pada hal tersebut bisa mencapai Rp 15,8 miliar dari total pendapatan di kuartal III.

Omar Danni Hasan, Direktur Operasional PT Infrastructure Tbk. (Foto : Vicky Rachman/SWA). Omar Danni Hasan, Direktur Operasional PT Infrastructure Tbk. (Foto : Vicky Rachman/SWA).

Selain efisiensi, kontribusi anak-anak usaha perseroan juga meningkat. Salah satu anak perusahaanya adalah PT Komet Infra Nusantara yang bergerak di bisnis menara telekomunikasi. Pendapatan Komet Infranusantara per September tahun ini sebesar Rp127,27 miliar. Bisnis ini perusahaan ini adalah menyewakan ruang pada menara untuk operator nirkabel.

Sementara, Ebitda Nusantara Infrastructure meningkat 22% dari Rp 194,34 miliar di kuartal III/2014 menjadi Rp 236,70 miliar. Kinerja positif perseroan ini juga tercermin dalam seluruh operating ratio, seperti net profit margin dan ebitda margin, masing-masing menjadi 25,3% dan 59,5% pada kuartal III/2015. Nusantara Infrastructure menganggarkan dana investasi sebesar Rp 800 miliar hingga Rp1 triliun di tahun 2016 untuk membeli menara telekomunikasi.

Omar Danni bilang dana tersebut akan perseroan dapatkan dari kas internal dan pinjaman perbankan. “Untuk porsi kas internal sebesar 10-15%, sedangkan sisanya dari pinjaman perbankan,” ungkapnya. Penambahan menara ini ini rencananya menggunakan skema akuisisi dan organik. Adapaun target penambahan menara di tahun ini sebanyak seribu menara. Hingga saat ini, kata Omar Danni, pihaknya meraih 850 menara telekomunikasi. Dana yang dialokasikan untuk mendapatakan menara tersebuut sebanyak Rp550 miliar. Lokasi menara yang dibidik perseroan tersebar di Jawa Tengah, Sumatera, Lampung, Batam. Lebih lanjut, dia mengatakan pihaknya akan terus melakukan efisiensi di operasional perseroan dan anak perusahaanya. “Saat perekonomian melambat, efisiensi sangat berdampak positif pada bisnis kami,” katanya.

Emiten Untung
Sebelumnya, Tito Sulistio, Direktur PT Bursa Efek Indonesia, mengatakan sebagian besar emiten masih untung meski pasar saham berfluktuasi. “Sekitar 75% emiten kita masih untung,” ucapnya. Tito berharap kondisi pasar akan berubah lebih baik menyusul paket kebijakan ekonomi yang bisa merangsang roda perekonomian nasional. Ke depan, Tito berharap jumlah emiten di tahun depan akan bertambah banyak seiring dengan ekspektasi pelaku usaha terhadap perbaikan ekonomi.

Pemerintah terus mendorong agar perusahaan lokal bisa menjadi penompang pertumbuhan ekonomi di daerah maupun nasional. Berbagai paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah saat ini adalah untuk meningkatkan daya saing perusahaan lokal dan menarik minat investor untuk menanamkan investasinya di Indonesia. Salah satu cara yang untuk bisa meningkatkan perekonomian adalah mendorong perusahaan lokal yang bisa melantai di pasar modal

Upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian dengan paket kebijakan yang telah dikeluarkan tersebut disambut baik kalangan dunia usaha. Pemerintah di Kamis pekan ini mengumumkan paket kebijakan ekonomi jilid VI. Paket ekonomi kali ini fokus pada pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus. Pada kesempatan terpisah, Witjaksono, Komisaris Utama PT Dua Putra Utama Makmur menyambut baik upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan perkonomian Indonesia terutama di daerah sebagai basis perekonomian nasional. “Langkah yang diambil oleh pemerintah tersebut akan baik buat dunia usaha didalam negeri. Oleh karenanya sebagai pengusaha saya akan melakukan penyesuaian dengan langkah yang telah diambil pemerintah untuk meningkatkan perekonomian,” ucapnya Witjaksono.

Ia berkata paket kebijakan ekonomi sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. Oleh karenanya, Witjaksono menghimbau pelaku usaha lokal dan nasional gencar berinvestasi. “Kita sangat optimis dengan langkah yang diambil pemerintah. Untuk itu, kita sebagai pengusaha tidak perlu ragu untuk menanamkan investasi yang lebih besar,” tambahnya. Optimisme Witjaksono terhadap kondisi perekonomian akan diwujudkan melalui penawaran saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Duta Putra Utama adalah perusahaan perikanan yang berbasis di Pati, Jawa Tengah. “Kami berencana meramaikan pasar modal Indonesia,” ucapnya. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)