Omzet Perusahaan Daur Ulang Plastik Capai Rp 518,7 Miliar

Pekerja menata serat daur ulang yang diproduksi INOV. (Foto : Istimewa)

Penjualan PT Inocycle Technology Group Tbk pada 2020 naik sebesar 4,8% atau menjadi Rp 518,7 miliar dibandingkan penjualan di 2019 senilai Rp 494,7 miliar. Penjualan emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik (PET) menjadi recycled polyester staple fiber (RePSF) ini , didukung oleh meningkatnya kebutuhan konsumen akan produk turunan perseroan. “Yaitu peralatan rumah tangga (homeware) dan produk bukan tenunan (non-woven) di masa pandemi Covid-19,” ucap Victor Choi, Direktur Inocycle Technology Group di Jakarta, Selasa (1/6/2021).

Penjualan produk homeware perseroan naik 99,1% dan produk non-woven tercatat naik 16,2% di tahun 2020. Di sisi lain, dengan adanya pandemi global menyebabkan harga minyak mentah berada pada titik terendah, sehingga menyebabkan persaingan antara harga bijih plastik asli (virgin PSF) yang merupakan turunan dari minyak mentah dengan harga Re-PSF. Hal ini berdampak terhadap penurunan margin harga produk Re-PSF dan terefleksi pada menurunnya laba kotor perseroan.

Selain itu, kerugian dari selisih kurs turun turut berimbas kepada rugi tahun berjalan, meskipun INOV masih mencatat laba usaha yang positif. Sepanjang tahun 2020, emiten yang sahamnya berkode INOV ini berupaya untuk terus mendukung ekosistem ekonomi sirkular dalam mewujudkan pengelolaan sampah plastik berkelanjutan untuk menjadi produk yang bermanfaat. Salah satunya adalah melalui anak usaha INOV yaitu PT Plasticpay Teknologi Daurulang, yang merupakan sebuah gerakan sosial berbasis platform digital dengan aplikasi bernama PlasticPay.

PlasticPay menjaga pasokan sampah botol plastik langsung dari penggunanya dengan menempatkan fasilitas pengumpulan sampah botol plastik, yaitu Mini Collection Point (MCP) di sekitar area komunitas dan residence yang ditujukan agar masyarakat dapat mengumpulkan sampah botol plastik berbasis digital. Sampah plastik yang dikumpulkan melalui MCP Plasticpay akan menghasilkan reward kepada pengelola berupa Plasticpay Point berdasarkan jumlah botol plastik yang terkumpul. Selanjutnya, Plasticpay Point dapat dikonversi menjadi uang elektronik melalui aplikasi Plasticpay.

Kemudian, sampah botol plastik tersebut akan diolah oleh INOV menjadi Re-PSF. Untuk mengajak lebih banyak masyarakat terlibat dalam pengumpulan sampah botol plastik secara digital, Plasticpay telah melakukan ekspansi dengan memasang lebih banyak MCP serta jangkauan wilayah yang lebih luas. Memasuki kuartal II-2021, Plasticpay telah menambah jumlah MCP menjadi 276 unit yang tersebar di area Jabodetabek. Melalui upaya ini diharapkan semakin banyak masyarakat yang peduli akan lingkungan terutama permasalahan sampah plastik, sehingga gerakan ekonomi sirkular dapat terus diterapkan untuk Indonesia yang lebih hijau. Selain melalui PlasticPay, INOV juga terus memperkuat rantai pasokan sampah botol plastik melalui penambahan pabrik RePSF, pabrik non-woven, serta pabrik pencucian botol (washing facility) di wilayah Sulawesi. Sebelumnya, jaringan produksi INOV hanya terbatas di Pulau Jawa dan Sumatra.

Hal ini bertujuan agar lebih banyak sampah plastik yang bisa dikumpulkan dan diolah kembali oleh INOV untuk menghasilkan produk daur ulang yang bermanfaat. “Kami berharap dengan adanya berbagai upaya dalam mendukung ekosistem ekonomi sirkular, INOV dapat berperan lebih banyak untuk mengurangi sampah botol plastik di Indonesia. Seiring dengan minat masyarakat mulai tumbuh untuk mulai menggunakan barang-barang dari hasil daur ulang, kami berharap potensi permintaan lokal dan ekspor untuk produk Re-PSF dan turunannya semakin tinggi. Serta didukung dengan perbaikan ekonomi dan harga minyak yang meningkat, kami berharap agar harga RePSF kembali meningkat. Sehingga kami optimis bahwa industri daur ulang sampah botol plastik akan membaik pada tahun 2021,” tutur Victor.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)