ORI 017 Dijual Saat Pandemi, Jadi Opsi Persiapan Dana Darurat

Investasi menyiapkan dana darurat dan mengincar imbal hasil. (Ilustrasi Foto : Shutterstock)

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada awal pekan ini meluncurkan Obligasi Negara Ritel seri 017 (ORI 017). Instrumen investasi yang diterbitkan pemerintah ini merupakan salah satu opsi investor berinvestasi di masa pandemi virus corona (Covid-19).

Prita Ghozie, Financial Educator dan CEO dari Zap Finance, menyampaikan perilaku masyarakat di masa pandemi, banyak yang lebih sadar untuk memiliki dana darurat dan mulai mencari informasi tentang investasi yang resikonya bisa dikelola dengan baik.

Prita menyebutkan pandemi ini menyadarkan 83% masyarakat Indonesia mengenai alokasi dana darurat. “Behavior berubah, banyak masyarakat Indonesia mulai mencari tahu informasi yang benar mengenai informasi investasi yang resiko dia bisa kelola," kata Prita seperti dikutip SWAonline dari situs Kemenkeu di Jakarta, Selasa (16/6/2020).

ORI 017 bertenor 3 tahun yang ditawarkan mulai tanggal 15 Juni-9 Juli 2020 dengan nilai yang cukup terjangkau mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 3 miliar. Besaran kupon 6,4% pertahun dan berlaku tetap (fixed rate) hingga jatuh tempo tanggal 15 Juli 2023. Investasi ini lebih menguntungkan jika dibanding investasi pada deposito karena imbal hasil lebih tinggi, cukup likuid atau cair karena bisa dijual sebelum jatuh tempo di pasar sekunder serta aman karena dijamin oleh pemerintah.

"Pada segmen investor rumah tangga, yang penting investasi itu likuid, sewaktu-waktu bisa dicairkan. Aman itu, saya bisa mendapatkan kembali uang saya, bebas resiko gagal bayar, aman dan nyaman. Bebas tipu-tipu, dijamin oleh negara," kata Prita.

Selain itu, investor yang berinvestasi pada instrumen keuangan negara turut andil membantu negara membiayai pembangunan lewat pembiayaan APBN. "SBN adalah Surat Berharga Negara. Itu merupakan bukti kita berinvestasi ke dalam keuangan negara. APBN itu, ada sisi-sisinya (pembiayaan). Salah satunya, kita bisa berkontribusi dengan berinvestasi ke SBN," jelas Prita.

ORI017 mudah didapatkan secara online lewat mitra distribusi (midis) penjualan yang bekerjasama seperti bank umum, perusahaan efek, perusahaan efek khusus (APERD Fintech), perusahaan fintech (peer-to-peer lending). PT Mandiri Sekuritas, misalnya, ditunjuk Kemenkeu sebagai midis penjualan ORI 017. Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penerbitan ORI017 akan dimanfaatkan untuk pembiayaan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020. Dengan fokus pada pemulihan dampak pandemi Covid-19, APBN 2020 akan dialokasikan untuk mendukung penanganan kesehatan, jaring pengaman sosial, dan dukungan terhadap dunia usaha khususnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Direktur Mandiri Sekuritas, Theodora VN Manik, mengatakan, ORI 017 adalah instrumen investasi yang tepat bagi individu yang ingin mendapatkan keuntungan sekaligus berperan nyata dalam membantu pemulihan ekonomi dan pembangunan nasional pasca pandemi Covid-19. “Investasi ini juga sangat cocok untuk berbagai lapisan masyarakat dan tingkat usia karena cukup terjangkau, mulai dari Rp 1 juta sampai dengan Rp 3 miliar,” ucap Theodora di Jakarta, Selasa pekan ini.

ORI017 menawarkan empat manfaat, yaitu menguntungkan, terjangkau, aman, dan mudah. Nilai kupon yang ditawarkan adalah sebesar 6,40% per tahun (belum termasuk pajak) dengan tenor tiga tahun. Penerimaan kupon dibayarkan setiap bulan di tanggal 15 terhitung mulai 15 Agustus 2020.

Opsi Dana Darurat
Theodora menambahkan ORI017 juga dapat menjadi solusi apabila investor membutuhkan dana darurat karena investor dapat menjual kembali di pasar sekunder setelah 15 September 2020. Mandiri Sekuritas memberikan kemudahan kepada lebih dari 137.000 nasabah untuk berinvestasi ORI017 secara online di platform digital Mandiri Sekuritas, seperti aplikasi dan situs Mandiri Online Securities Trading (MOST).

Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas, Handy Yunianto, mengatakan, berinvestasi pada SBN memberikan solusi diversifikasi portofolio investor menghadapi kondisi pasar finansial yang masih sangat volatil di masa pandemi Covid-19. Hal ini dikarenakan SBN memiliki arus kas kupon yang dibayarkan reguler oleh pemerintah dan ada jaminan uang investasinya akan kembali pada saat jatuh tempo nanti. Pembayaran bunga dan pokok ORI017 dijamin oleh Undang-Undang (UU) APBN dan Surat Utang Negara, yang artinya setiap tahun pemerintah menganggarkan dana untuk pembayaran bunga dan pokok pinjaman Utang Negara termasuk ORI dalam RAPBN.

Berdasarkan historikal 10 tahun terakhir, Handy menyampaikan pasar obligasi memberikan kinerja yang lebih baik dibandingkan saham ataupun deposito dengan volatilitas yang relatif rendah. Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Indonesia termasuk paling atraktif dengan tingkat yield aktual bertenor 10 tahun sebesar 7,2%. “Nilai tersebut masih lebih tinggi dibanding rata-rata yield 10 tahun di negara-negara berkembang, yaitu sebesar 5,13%,” ungkap Handy.

Meskipun kupon ORI 017 lebih rendah dibandingkan ORI 016 yang diterbitkan Oktober 2019, namun selisih (spread) terhadap suku bunga penjaminan deposito masih lebih tinggi. Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,5% sebagai upaya untuk mendorong pemulihan ekonomi di tengah volatilitas yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Sementara itu, bunga deposito turun 75 bps menjadi 5,5% selama periode yang sama. Sehingga tingkat kupon yang ditawarkan ORI017 memiliki spread 90 bps di atas bunga deposito dibandingkan ORI16 yang memiliki spread hanya 30 bps. Tarif Pajak untuk ORI adalah sebesar 15%, lebih rendah dibandingkan tarif pajak untuk Deposito yang sebesar 20%. “Dengan tingkat suku bunga yang rendah saat ini, kami sangat menyarankan agar masyarakat mulai berinvestasi sekarang untuk mendapatkan return yang optimal di masa yang akan datang, khususnya kepada generasi muda. ORI 017 dapat menjadi pilihan investasi yang menguntungkan, menjaga nilai aset, dan memberikan sumbangsih bagi negara,” sebut Handy.

Pada kesempatan terpisah, Consumer Business Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Lanny Hendra, mengatakan sebagai midis penjualan ORi 017, perseroan memberikan kemudahan bagi nasabah untuk melakukan pemesanan secara daring melalui Danamon Online Banking, sehingga nasabah tidak perlu mengunjungi kantor cabang untuk memastikan kesehatan dan keselamatan terjaga di tengah masa pandemi ini. "Dengan minimum investasi sangat terjangkau mulai dari Rp 1 juta, ORI 017 memberikan imbal hasil relatif menarik yaitu 6,40% setahun," katanya dalam keterangan tertulis.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)