Peluang Investor Tatkala Harga Bitcoin Terdiskon

Aset kripto, bitcoin (BTC). (Foto: Pixabay)

Beberapa hari terakhir, aset kripto Bitcoin sedang diterpa isu soal penurunan harga yang menyebabkan investor was-was. Banyaknya pemberitaan mengenai penurunan harga Bitcoin merupakan buntut dari aksi jual lantaran adanya kekhawatiran efek penularan China Evergrande Group dan investor yang sedang fokus pada arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve.

CEO Indodax Oscar Darmawan menyatakan bahwa penurunan Bitcoin adalah hal yang wajar terjadi dan jangan sampai kita beranggapan negatif bahwa ini merupakan akhir dari tren aset kripto.  Ia menyamapaikan, fluktuasi harga aset kripto didasari oleh hukum permintaan penawaran dan tren beritanya positif ataupun negatif. “Namun saya rasa penurunan ini masih dalam batas wajar mengingat Bitcoin masih berpotensi meningkat lagi. Saya ambil contoh, beberapa bulan lalu Bitcoin sempat anjlok sampai menyentuh angka $30 ribu Tapi nyatanya beberapa bulan kemudian bisa menyentuh angka $50 ribu lagi. Gak cuma bitcoin sebenarnya, tapi aset kripto lain semacam Ethereum pun sama. Masih ada potensi bullish lagi”, ujar Oscar di Jakarta, Kamis (23/9/2021).

Oscar, dalam keterangan tertulisnya itu, menyampaikan tren ini bisa dimanfaatkan oleh para investor untuk membeli Bitcoin tatkala harganya terdiskon. “Para investor bisa memanfaatkan momentum ini. Setelah membeli, lalu disimpan, dan dijual saat harga naik atau kembali menembus level tertingginya seperti di beberapa bulan lalu, Bitcoin sempat menembus all time highnya di $60 ribu. Momen beberapa hari terakhir ini juga bisa dipergunakan untuk meningkatkan portofolio.,” jelasnya.

Dengan market merah seperti ini, tidak menyurutkan niat beberapa pihak untuk membeli bitcoin. Salah satunya negara El Salvador yang dua minggu kemarin resmi menyatakan Bitcoin sebagai alat pembayaran sah di negaranya. Nayib Bukele, Presiden El Salvador mencuit di Twitter. “We just bought the dip. 150 new coins! El Salvador now holds 700 coins. They can never beat you if you buy the dips,” cuit Nayib. Ini menunjukkan a El Salvador menambah persediaan bitcoin sebesar 150 keping bitcoin (BTC) dan total kepemilikan El Salvador sekarang ada 700 BTC.

Tidak hanya itu, perusahaan multinasional di industri teknologi finansial asal Amerika Serikat, Paypal telah menyediakan fitur perdagangan Bitcoin, Ethereum, Litecoin, dan Bitcoin Cash untuk penggunanya di Inggris. Peluncuran ini menandakan wujud komitmen nyata Paypal untuk terus berubah dan berinovasi demi memenuhi kebutuhan pengguna. Pengguna PayPal di Inggris Raya yang sudah terverifikasi, dapat membeli, menyimpan, dan menjual kripto dengan minimal pembelian sebesar £1, setara Rp 19.600. Melalui akun Paypal, para pengguna dapat melihat harga secara real time.

Oscar menanggapi fenomena ini sebagai hal yang bagus untuk pertumbuhan aset kripto, mengingat sudah bertambah perusahaan finansial yang mengizinkan perdagangan aset kripto. Oscar menganggap bahwa inovasi inovasi dari perusahaan finansial ini tentu sedikit banyak akan ditiru oleh perusahaan finansial lainnya. Setelah bank kedua terbesar di Amerika Serikat yaitu JP Morgan, dan Bank of America mengizinkan perdagangan Bitcoin beberapa bulan lalu, kali ini giliran raksasa fintech asal Amerika yaitu Paypal yang telah mengizinkan perdagangan kripto dan melakukan ekspansi ke luar negeri tepatnya ke Inggris Raya. “Pelanggan akan dapat memilih dari empat koin yang ditawarkan yaitu Bitcoin, Ethereum, Litecoin, dan Bitcoin Cash. Menurut saya, dengan adanya kabar ini, tentu menandakan peningkatan pengaruh kripto di masyarakat khususnya di Inggris Raya,” tuturnya. 

Sebagai tambahan informasi, momen smart contract bitcoin bernama Taproot yang akan dirilis sekitar bulan Oktober-November 2021 akan mengubah sejarah dimana bitcoin akan menjadi smart contract untuk pertama kalinya. Smart contract ini dibuat untuk menambah efisiensi sehingga bisa mengurangi tekanan biaya transaksi Bitcoin dari sisi penawaran. Tentu ini akan memudahkan orang orang untuk lebih mengembangkan bitcoin.

Pada bulan September tahun 2020, harga Bitcoin menyentuh US$11.900,39 per koin atau setara Rp 173,75 juta dan sekarang harganya menyentuh di angka US$43,246.39 per koin atau setara Rp 615,757 juta. Ini membuktikan bahwa bitcoin bukanlah investasi jangka pendek.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)