Pemesanan Saham Kioson Oversubscribed Lebih dari 10 Kali

PT Kioson Komersial Indonesia Tbk. (Kioson), perusahaan teknologi penyedia jasa Online to Offline (O2O) e-commerce pertama di Indonesia, hari ini resmi melakukan pencatatan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten KIOS. Pada masa penawaran awal yang berlangsung pada 26-28 September 2017, saham Kioson ditetapkan di harga Rp 300 per lembar saham.

Jumlah saham yang dilepas sebesar 150 juta lembar saham atau setara 23,07% dari total saham perusahaan. Melalui IPO ini, Kioson berhasil memperoleh dana sebesar Rp 45 miliar. Selama proses penawaran saham, pemesanan atas saham perseroan mengalami oversubscribed lebih dari 10 kali dari jumlah saham yang ditawarkan.

Dengan demikian, Kioson resmi menjadi startup pertama di BEI dan menjadi emiten ke-24 tahun ini serta ke-558 dari total keseluruhan emiten. Kioson akan menempati sektor Trade, Service & Investment dan subsektorRetail Trade di daftar emiten .

“IPO Kioson merupakan milestone penting bagi dunia pasar modal Indonesia karena untuk pertama kalinya, investor retail bisa berinvestasi di startup teknologi. Kesuksesan IPO ini menjadi angin segar untuk startup di Indonesia, bahwa sumber pendanaan melalui IPO layak menjadi pertimbangan,” ujar Jasin Halim, Direktur Utama PT Kioson Komersial Indonesia Tbk.

Melalui IPO ini, akan memperkuat komitmen Kioson dalam menjembatani underserved market dengan dunia digital. Strategi dengan misi inklusi digital ini kami yakini memegang peranan penting untuk meningkatkan penetrasi layanan digital di kota-kota lapis kedua di Indonesia. Strategi inklusi digital ini juga sejalan dengan visi pemerintah Indonesia sesuai yang diutarakan Presiden Joko Widodo yaitu untuk menjadikan Indonesia sebagai digital economy powerhouse terbesar di Asia Tenggara pada 2020.

Dari seluruh dana yang dihimpun melalui IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sebanyak 78,95 persen akan digunakan Kioson untuk mengakuisisi PT Narindo Solusi Komunikasi (Narindo) yang fokus di bisnis aggregator e-voucher. Selebihnya, akan digunakan untuk modal kerja.

Dari segi inovasi, Kioson juga memproyeksikan akan meluncurkan beberapa layanan baru di dalam aplikasinya. “Saat ini, fokus layanan kami terdiri dari tiga kategori, yakni layanan digital dan Payment Point Online Bank (PPOB), layanan Keuangan, serta layanan e-commerce. Kioson juga bermitra dengan perusahaan terkemuka antara lain perusahaan gadget, perbankan, asuransi, dan e-commerce. Ke depannya, kami akan membuka peluang lebih luas kepada berbagai produk dan jasa yang bisa ditawarkan melalui mitra kios kami,” jelas Jasin.

Sejak beroperasi pada 2015, Kioson menunjukkan kinerja perusahaan yang sangat baik. Per 30 April 2017, perseroan mencatat kenaikan omset Rp 25,9 miliar, meningkat sebanyak 445 persen dari Rp 4,7 miliar (YoY). Kinerja tersebut merupakan bentuk dukungan dari setidaknya 19.000 mitra kios yang tersebar di 384 kota di Indonesia (per September 2017). Kioson menargetkan untuk menambah jumlah mitra kios menjadi sebesar 30.000 sampai akhir tahun 2017 atau meningkat 400 persen dibandingkan periode yang sama pada 2016.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)