Penjualan dan Efisiensi Menopang Laba Bersih ALDO Melonjak 56%

Direksi ALDO pada RUPSLB di 8 Oktober 2021. (Tangkapan layar : Vicky Rachman/SWA).

PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) mengantongi laba bersih senilai Rp 53,8 miliar di kuartal III/2021. Angka itu melejit sebesar 56,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Emiten yang menggarap bisnis kertas dan bahan kimia terintegrasi ini mencatatkan penjualan Rp 1,04 triliun, naik 33,2% (year on year).

Pertumbuhan keuangan ALDO ini didorong oleh pertumbuhan dari bisnis grup kertas anak perusahaan perseroan, yakni PT Eco Paper Indonesia (Eco). Presiden Direktur ALDO, H. Sutanto, menyatakan perseroan optimistis dapat melampaui proyeksi pertumbuhan penjualan dan laba bersih pada tahun ini. ”Prospek cerah industri kertas dan pengemasan di Indonesia ditambah dengan mengeksplorasi peluang yang masih luas di industri polimer berbasis air akan menjadi pendorong utama pertumbuhan berkelanjutan perusahaan di masa mendatang,” tutur Sutanto.

Hingga September 2021, penjualan sub-grup kertas memberikan kontribusi tertinggi terhadap total penjuan  ALDO. Kontribusinya sebesar 67% yang terdiri dari eco paper  40% dan Alkindo 27%. Sedangkan sub-grup kimia menyumbang sisanya 33%, yakni Swisstex 16% dan Alfa 17%.

Sub-grup kertas mendominasi penjualan bersih ALDO sejak akuisisi Eco di awal 2019. Sementara itu, penjualan bersih ALDO masih didominasi oleh penjualan di pasar domestik sebesar 93% dan sisanya 7% untuk pasar ekspor.

Sutanto menyebutkan capaian kinerja perusahaan disokong penjualan bersih dan efisiensi biaya dan peningkatan bauran produk. “Di masa depan, kami berharap bahwa pendorong utama pertumbuhan grup masih akan mengandalkan sub-grup kertas dengan fokus pada industri barang-barang konsumsi (FMCG) dan mendorong kebijakan pemerintah untuk melarang kantong plastik di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan kemasan yang lebih ramah lingkungan,” tutur Sutanto.

Meskipun kontribusi penjualan bersih lebih besar dari sub-grup kertas, sub-grup kimia ALDO yang terdiri dari PT Swisstex Naratama Indonesia (Swisstex) dan PT Alfa Polimer Indonesia (Alfa) tetap menguntungkan dan mendukung bisnis grup yang berdampak positif bagi kinerja ALDO di masa depan.

Oleh karena itu, perseroan berencana untuk melakukan peningkatan kepemilikan saham kedua anak usaha tersebut masing-masing dari 51% menjadi 99%, dengan membeli saham secara langsung dari pemegang saham lama dalam Swisstex dan Alfa dan dengan mekanisme inbreng antara saham rights issue dengan saham milik pemegang saham dalam Swisstex dan Alfa.

Rights issue perseroan mendapat status efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 November 2021. Pendapatan hasil Rights Issue ini akan digunakan sekitar 44,91% untuk pembelian 48% saham Swisstex. Lalu digunakan 42,93% untuk pembelian 48% saham Alfa. Serta sisanya 12,16% digunakan untuk modal kerja perseroan. Harga saham ALDO pada Rabu pekan ini naik 1,96%, menjadi Rp 1.040 dibandingkan perdagangan sebelumnya.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)