Penjualan Jaket Sehat BELL Tumbuh 23%

Jaket Sehat bermerek JOBB diproduksi BELL. (Foto : Istimewa)

Penjualan Jaket Sehat yang diproduksi PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) pada kuartal IV/2020 mencatatkan pertumbuhan sebsar 23% jika dibandingkan kuartal III/2020. BELL memproduksi jaket sehat bermerek Jobb ini pertamakali dipasarkan pada Agustus 2020. Jaket sehat ini merupakan inovasi BELL untuk memenuhi kebutuhan pakaian pelindung tambahan dalam beraktivitas di masa kelaziman baru (new normal) ini. Jakest ini terbuat dari kain khusus.

R. Nurwulan Kusumawati, Sekretaris Perusahaan BELL mengatakan perseroan beradaptasi dan mencari peluang bisnis untuk membuat produk berkualitas yang dibutuhkan konsumen. “Kami bersyukur Jaket Sehat ini mendapat respon yang baik dari konsumen sehingga penjualan Jaket Sehat ini terus meningkat. Jaket Sehat terbuat dari kain berkualitas dan fleksibel untuk beraktivitas serta nyaman digunakan sehari-hari,” tutur Nurwulan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kanal penjualan Jaket Sehat BELL tersedia di toko konvesional dan toko dalam jaringan (daring). Hal ini mengingat pada masa pandemi banyak toko ritel yang melakukan pembatasan, seperti jam operasional. Ditambah tren pembelian di masa pandemi Covid-19 telah berubah dengan maraknya orang yang berbelanja secara daring. Hal ini dibuktikan adanya peningkatan penjualan online untuk produk-produk ritel BELL dengan merek JOBB dan Jack Nicklaus pada kuartal IV/2020 sebesar 32,2% dibandingkan kuartal III tahun lalu.

Maka BELL terus berusaha untuk memasarkan di online marketplace, seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Bukalapak. BELL juga gencar memasarkan Jaket Sehat ini melalui media sosial. “Kami berharap ke depan dapat meningkatkan pemasaran secara online untuk terus menambah peningkatan pendapatan BELL. Namun, di sisi lain secara offline, produk kami juga masih banyak terdapat permintaan baik Kain Sehat maupun Jaket Sehat. Kain Sehat kami terus mendapat permintaan dari perusahaan garmen dan desainer untuk dijadikan berbagai macam produk garmen di masa new normal ini,” ujar Nurwulan.

Sebagai informasi pada tahun 2021, BELL berencana akan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 12 miliar. Sumber dana belanja modal ini berasal dari internal perusahaan dan bank dan akan digunakan untuk peremajaan mesin lama dan pembelian mesin baru dalam menunjang kebutuhan produksi. “Ke depan, BELL akan terus memanfaatkan peluang yang ada dengan membuat produk-produk berkualitas. BELL juga akan berupaya untuk terus gencar dalam memasarkan dan menjual produknya melalui online platform dan toko ritel. Diharapkan pandemi ini dapat segera membaik dan kembali normal,” tutur Nurwulan.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)