Penjualan Panorama Tumbuh 19,1% di Kuartal II

PT Panorama Sentrawisata Tbk pada kuartal II/2016 membukukan penjualan sebesar Rp 2,38 triliun, naik 19,1% dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp 1,99 Triliun. Sebagian besar pencapaian tersebut dikontribusikan oleh pilar Inbound dan pilar Travel & Leisure. Perseroan tetap optimis akan mencapai target peningkatan penjualan (gross revenue) pada akhir tahun 2016, mengingat bisnis industri pariwisata secara umum meningkat pada kuartal III & IV dan dapat mencapai 1,5 hingga 2 kali lipat dibanding di kuartal I & II pada setiap tahunnya.Hal ini dikarenakan kegiatan liburan sekolah, hari raya Idul Fitri, liburan Natal dan Tahun Baru yang terjadi di semester kedua setiap tahun

Budi Tirtawisata, Direktur Utama Panorama Sentrawisata, menyatakan, perseroan fokus meningkatkan pilar bisnis. “Dan sambil terus menangkap momentum pertumbuhan pariwisata nasional dan peluang usaha serta meningkatkan kapabilitas melalui penguatan di bidang teknologi,” kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, (3/8).

Di tengah situasi perekonomian dunia yang masih tidak menentu, iklim perekonomian Indonesia terus menunjukan tren positifnya. Pemberlakuan Undang-Undang Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) diyakini mampu membawa kondisi perekonomian Indonesia ke arah yang lebih baik lagi. Diharapkan investasi di dalam negeri akan bergerak lebih cepat, khususnya di beberapa bidang prioritas antara lain adalah infra-struktur, kemaritiman dan kepariwisataan. Momentum perbaikan ekonomi ini dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia pariwisata Indonesia dan khususnya bagi kegiatan usaha.

Penjualan PT Panorama Sentrawisata Tbk pada kuartal I/2016 naik sebesar 19,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (Foto : Dokumen Panorama). Penjualan PT Panorama Sentrawisata Tbk pada kuartal I/2016 naik sebesar 19,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (Foto : Dokumen Panorama).

Adapun, realisasi belanja modal Panorama Sentrawisata hingga kuartal II tahun ini sebesar Rp 15 Miliar dari total Rp 50 Miliar yang telah dianggarkan hingga akhir tahun 2016. Penggunaan belanja modal itu sebagian besar dipergunakan untuk peremajaan armada bus, dan pembukaan kantor cabang baru di Jakarta dan Surabaya. Sementara, pilar Inbound setelah melakukan akuisisi atas PT Buaya Travel Indonesia atau Asia World Indonesia yang mendatangkan wisatawan asal Perancis, Belanda, Amerika Utara, India, terus fokus dalam mengembangkan pasar-pasar baru antara lain pasar Polandia, Inggris dan negara-negara Eropa timur. Pilar Inbound telah melakukan terobosan dengan mendatangkan lebih dari 5 ribu wisatawan asal Polandia mulai bulan Juni 2016 hingga Maret 2017 yang akan datang dengan melakukan penerbangan langsung menggunakan chartered flight dari Warsawa.

Beberapa pasar potensial lainnya yang sedang dikembangkan adalah market Inggris, ASEAN dan China. “Untuk market Tiongkok, Perseroan sedang mengembangkan platform e-commerce dan menjajaki kerjasama dengan perusahaan berbasis teknologi asal Tiongkok guna menangkap pasar Inbound yang besar dari Tiongkok, yang akan tentunya memberi dampak positif bagi perusahaan,” Budi menambahkan.

Kemudian, pilar Travel & Leisure mencatatkan penjualan (gross revenue) pada akhir kuartal II lalu sebesar Rp 2,16 triliun, naik sebesar 22,9% dibandingkan dengan pencapaian pada akhir Kuartal II di tahun 2015. Pilar bisnis ini mengandalkan penjualan paket-paket wisata yang unik dan kreatif, pelayanan wisata incentive atau MICE bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia, penjualan tiket pesawat maupun kereta api, penjualan voucher hotel secara B2B maupun B2C, dan produk-produk yang memiliki nilai tambah lainnya.

Perseroan juga terus meningkatkan dan mengembangkan jalur distribusinya secara offline melalui jaringan kantor-kantor cabang di berbagai pelosok Indonesia maupun melalui jaringan online dengan telah diluncurkannya mobile application. Saat ini Perseroan memiliki beberapa platform e-commerce B2C platform seperti Panorama-tours.com, Travelicious.co.id, Rajakamar.com,

Sedangkan pilar Media, melalui anak perusahaan PT Reed Panorama Exhibitions, Perseroan akan mempersembahkan beberapa pameran berskala Internasional di Kuartal III & IV tahun 2016, antara lain Franchise & License Expo Indonesia untuk yang ke 14 kalinya (B2B), Cafe & Braserrie Indonesia untuk pertama kalinya (B2B2C) , Indonesia Maternity Baby & Kids Expo yang ke 7 kalinya (B2C) , Indonesia Comic Con untuk yang ke 2 kalinya (B2C) dan beberapa lainnya. Pameran-pameran tersebut tidak hanya diikuti dan dikunjungi oleh masyarakat lokal, namun juga peserta dan pengunjung dari mancanegara. Hal ini juga secara tidak langsung dapat meningkatkan kunjungan wisatawan bisnis dari luar negeri ke Indonesia. Perseroan menargetkan peningkatan penjualan Pilar Media sebesar 60% pada tahun 2016 dibandingkan pencapaian tahun 2015.

Berikutnya, pilar Hospitality menyumbangkan pendapatan sebesar Rp 12 Miliar hingga akhir Kuartal II tahun 2016, atau naik 17,8 % dibandingkan dengan hasil pencapaian di akhir Kuartal II 2015. Hal ini disebabkan antara lain adanya pertumbuhan permintaan pasar yang tinggi di Yogyakarta serta didukung dengan pengelolaan hotel yang professional. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)