Pentingnya Menjaga Stabilitas Moneter dan Fiskal Indonesia

Pembukaan perdana perdagangan di Bursa Efek Indonesia tahun 2017 ini didominasi dengan warna merah (penurunan) pada sebagian besar pergerakan harga  saham. Namun, Jusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia menyatakan rasa optimistis dalam pidatonya. Menurutnya, kondisi  ini terkait dengan kondisi ekonomi dunia yang juga sedang mengalami perlambatan.

20170103_091808-800x600

“Dasar pikiran orang untuk ikut masuk ke bursa dan mau berinvestasi adalah performance dan harapan. Seperti kita ketahui performance kita juga seperti negara di dunia yang melambat, harapannya juga menjadi tidak pasti dan berimbas pada bursa yang juga mengalami hal yang sama,” ujar Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla menambahkan secara umum, yang terjadi di dunia adalah sistem yang berubah. Jika sebelumnya selalu dengan pikiran ekonomi terbuka, liberal, maka hampir di banyak negara terjadi perubahan menuju ke arah yang lebih konservatif dan proteksionis dalam batas-batasan tertentu. Hal ini juga tentu membuat suasana menjadi lebih nasionalistis.

“Meskipun di beberapa negara dunia memang banyak terjadi penurunan, kita berharap agar Indonesia bisa mengikuti kebijakan dunia agar kita bisa tarik dalam negeri. Dua faktor penting adalah rupiah dan moneter yang menjaga kurs rupiah lebih baik. Tentu tidak mungkin dijaga moneternya kalau fiskalnya tidak terjaga dengan baik juga,” tambahnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)