Per April 2019, Mandiri Sekuritas Catatkan Pendapatan Rp 249 Miliar

Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Silvano Rumantir (ketiga dari kiri)

Per April 2019, PT Mandiri Sekuritas mencatatkakan pendapatan sebesar Rp 249 miliar dengan laba setelah pajak sebesar Rp 48 miliar. Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Silvano Rumantir mengatakan, pendapatan tersebut ditunjang dari beberapa transaksi crossing besar untuk sektor-sektor perbankan.

“Bisnis lainnya continue dari segi level activity itu termasuk obligasi rupiah, brokerage baik institusi maupun ritel, global fond juga aktivitas masih ada dan dihrapkan bisa pick up lagi di second half,” katanya dalam acara Market Update di Jakarta, Selasa (28/05/2019).

Silvano melanjutkan, Mandiri Sekuritas juga mengalami pertumbuhan jumlah nasabah. Jika per 31 Desember 2018 lalu, jumlah nasabah mencapai 95.000 dari total investor ritel industri sebesar 815.000. Sementara, per April 2019 ini jumlah nasabah Mandiri Sekuritas mencapai 102.600 dari total investor ritel sebesar 925.000 atau lebih dari 10% market share.

Adapun mandat untuk mengelola initial public offering (IPO) di Semester I/2019 diakui Silvano sepi. Namun, pihaknya tengah mempersiapkan 5 hingga 6 perusahaan yang akan masuk ke lantai bursa pada Semester II/2019. Perusahaan-perusahan tersebut berasal dari berbagai sektor di antaranya sektor layanan kesehatan, material bangunan atau konstruksi, batu bara, F&B, dan Badan Usaha Milik Negara.

Menurut Silvano, kebanyakan dari perusahaan yang berencana IPO ini merupakan perusahaan milik keluarga sehingga mereka cukup sensitif terhadap votalitas pasar. Selain itu, mereka juga memiliki sumber pendanaan lain sehingga tidak ada kebutuhan mendesak untuk mendapatkan modal tambahan dari bursa. “Perusahaan keluarga biasanya sudah berdiri dari lintas generasi sehingga mereka sangat hati-hati untuk IPO,” ujarnya.

Sementara itu, tahun ini Mandiri Sekuritas akan lebih fokus mengembangkan platform online trading. Sebab, bila dibandingkan dengan beberapa sekuritas lain, diakui Silvano pihakya masih tertinggal untuk mengedepankan online trading.

“Tiga hingga empat tahun terakhir segmen full service tidak terlalu tumbuh. Untuk itu, kami putuskan fokus online agar menjadi leader in the market,” kata Silvano.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)