Perlancar Pengiriman, Produsen Batu Bara Bangun Floating Conveyor

Aktifitas produksi batu bara. (Ilustrasi Foto : Istimewa)

Untuk mengantisipasi musim kemarau di tahun mendatang, PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) pada akhir Oktober 2019 mengoperasikan Transhipment Solution (floating conveyor) di sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

Transhipment Solution ini mengurangi dampak dari musim kemarau di kemudian hari yang diharapkan memperlancar pengapalan (shipment) batu bara dengan jumlah yang lebih besar. Rencananya, BOSS pada Desember 2019 menargetkan pengiriman batu bara dengan kapal Supramax size vessel (sekitar 50 ribu ton). Hal ini disampaikan Direktur Keuangan BOSS Widodo Nurly Sumady di Jakarta, Jum’at (1/11/2019).

Widodo menambahkan, Indonesia di tahun ini dilanda musim kemarau yang berkepanjangan sehingga menyebabkan kekeringan di beberapa sungai di Indonesia termasuk di Kalimantan. Dampak dari musim kemarau tersebut, BOSS mengalami hambatan dalam pengiriman batu bara. Perseroan cukup optimistis pengiriman batu bara kembali normal lantaran curah hujan diperkirakan kembali normal pada November 2019.

BOSS selaku produsen batu bara berkalori tinggi dengan kadar abu dan sulfur yang rendah mencatatkan hasil positif pada realisasi produksi batu bara. Volume produksi batu bara sebanyak 342,515 ton hingga bulan September 2019 atau meningkat 101% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Widodo mengungkapkan pencapaian tersebut berasal dari sejumlah strategi yang diterapkan oleh BOSS dengan meningkatkan produksi batu bara, menurunkan biaya produksi batu bara maupun meningkatkan infrastruktur pendukung terkait dengan meningkatnya penjualan batubara.

Dalam hal meningkatkan produksi batu bara dan menurunkan biaya produksi, maka BOSS menambah armada alat berat baik untuk produksi maupun pendukung produksi. Disamping ini, BOSS meningkatkan produktivitas alat berat dan tenaga kerja. Dengan meningkatknya penjualan batu bara, BOSS juga membangun infrastruktur pendukung penjualan Transhipment Solution (barge to barge transfer floating conveyor) di sungai Mahakam. “Saat ini, cadangan batu bara hasil produksi sekitar 240 ribu ton di kuartal ketiga tahun ini. Stock ini diperkirakan cukup untuk penjualan hingga April 2020,” ujar Widodo.

Di kuartal III/2019, BOSS berhasil meraih penjualan bersih sebesar Rp 189 miliar, atau naik 3% dibandingkan penjualan bersih di periode sama tahun sebelumnya senilai Rp 183,2 miliar. Sementara itu, beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp118 miliar dari Rp102,37 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut dikarenakan pengaruh peningkatan beban produksi dan pengembangan wilayah tambang oleh perusahaan.

Untuk mengantisipasi kondisi penurunan harga batu bara yang drastis sejak tahun lalu, BOSS telah melakukan efisiensi dan pada saat yang sama meningkatkan produktivitas di semua lini. Untuk perbandingan produktivitas kuartal III dibandingkan kuartal I tahun ini, telah naik sebesar 40%. Hal ini tercapai dengan efisiensi penggunaan bahan bakar (fuel ratio) sebesar hampir 50%, labour productivity yang meningkat sebesar 10%, dan negosiasi ulang dengan para supplier.

Widodo menyebutkan peresoran optimistis terhadap tingginya permintaan konsumen terhadap batu bara BOSS yang berkalori tinggi dengan kadar abu dan sulfur yang rendah. “Kami sangat optimistis dengan proyeksi penjualan sampai tahun 2020. Sebagian besar batubara kami sudah dipesan sampai tahun 2020 oleh Glencore, Itochu, China Coal Solution, ITMG dan lainnya karena jenis batu bara yang diproduksi BOSS merupakan batu bara kalori tinggi dengan kadar abu dan sulfur yang rendah,” tutur Widodo. Hal ini menjadi keunggulan batu bara yang diproduksi BOSS untuk pasar Jepang atau negara maju lainnya yang memiliki pembangkit listrik dengan karakteristik batu bara yang dihasilkan perseroan.

www.swa.co.id

Tags:
batu bara

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)