Perluas Basis Investor, Mirae Asset Tambah Cabang di Bogor

Tae Yong Shim, CEO PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia. (Foto : Mirae Asset)

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia membuka cabang baru di Kota Bogor guna mengakomodasi kebutuhan investor sekaligus melanjutkan ekspansi, seiring dengan pencapaian nilai transaksi perusahaan sepanjang tahun ini yang sudah menembus Rp 514 triliun.

Ada lima faktor utama yang menyebabkan Bogor menjadi pilihan target ekspansi Mirae Asset Sekuritas. Pertama, predikat sebagai salah satu kota terbesar di Jawa Barat dengan jumlah penduduk lebih dari 5 juta jiwa. Kedua, penyangga DKI Jakarta dengan 600.000 orang penduduk berstatus komuter. Ketiga, potensi pertumbuhan Kota Bogor terutama di bidang pemukiman, pelayanan, perekonomian, industri, perdagangan, dan pariwisata. Keempat, adalah kota ketiga dari sisi jumlah investor di Jawa Barat, setelah Bandung dan Bekasi. Kelima, fakta bahwa saat ini tercatat sudah lebih dari 4.500 nasabah aktif Mirae Asset Sekuritas yang bermukim di kota yang berjuluk Kota Hujan tersebut.

Pembukaan cabang di Bogor ini menggenapi jumlah total cabang yang dimiliki Mirae Asset Sekuritas menjadi 29 kantor cabang dan masih akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah investor ritel di berbagai kota di Indonesia. Jumlah cabang itu termasuk tiga di antaranya yang merupakan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia di universitas dan sekolah tinggi.

Tae Yong Shim, CEO Mirae Asset Sekuritas, mengatakan nilai transakasi sejak awal tahun hingga Rabu, 22 September 2021, sudah lebih dari Rp 104 triliun di atas pencapaian setahun penuh 2020 yaitu Rp 410 triliun. “Dengan adanya pembukaan cabang baru di Bogor yang kami buka kemarin, Rabu 22 September 2021, kami optimistis nilai transaksi 2021 akan tumbuh lebih besar lagi hingga akhir tahun,” ujar Tae Yong Shim dalam siarn pers di Jakarta, Kamis (23/9/2021).

Hingga 22 September 2021, Mirae Asset Sekuritas masih kokoh di peringkat pertama perusahaan efek dengan nilai transaksi saham terbesar di Bursa Efek Indonesia sekaligus mendominasi bursa saham domestik. Perusahaan mencatatkan nilai transaksi Rp 514,17 triliun dengan pangsa pasar 11,07% dari total transaksi bursa Rp 4.643 triliun sejak awal tahun hingga kemarin. Nilai transaksi Mirae Asset Sekuritas itu berselisih Rp 182,86 triliun dari sekuritas yang berada di posisi kedua.

Di bawah Mirae Asset Sekuritas, sekuritas di peringkat kedua mencatatkan nilai transaksi Rp 331,3 triliun dan di peringkat ketiga mencatatkan transaksi Rp 276,94 triliun. Masing-masingnya memiliki pangsa pasar 7,13% dan 5,96% dari total transaksi di bursa. Terkait dengan pembukaan kantor cabang Bogor, Tae Yong Shim mengatakan bahwa langkah itu merupakan penerapan dari strategi ekspansi Mirae Asset Sekuritas untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dan calon investor.

Dengan kedekatan tersebut, perseroan dapat memberikan layanan yang lebih maksimal kepada nasabah dan masyarakat terkait produk investasi pasar modal. Mirae Asset Sekuritas meyakini strategi untuk pasar saham ritel itu adalah memebrikan service yang paling tepat, yakni adalah kombinasi antara teknologi dengan personal touch. “Nasabah memang butuh bertransaksi secara online, tetapi tetap butuh didampingi, karena itu kami tidak berhenti berekspansi,” tutur Tae Yong Shim.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)