PermataBank Cetak Pendapatan Rp7,5 Triliun di Kuartal III/2021

Permata Bank kembali mencatat pertumbuhan aset dan peningkatan kinerja yang solid di Kuartal III 2021 dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko kredit dan memastikan kecukupan pencadangan kerugian kredit. Hal ini dipengaruhi oleh faktor Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang mulai terjadi di Kuartal II/2021 dan keberhasilan program vaksinasi yang dijalankan oleh Pemerintah Indonesia untuk menurunkan jumlah kasus COVID-19 mulai membuahkan pergerakan positif dalam pemulihan perekonomian dan pertumbuhan kredit.

Chalit Tayjasanant, Direktur Utama PermataBank mengemukakan, menjelang tutup tahun 2021, PermataBank menunjukkan kinerja yang kuat dan konsisten. "Kami berupaya menjangkau pasar dan segmen nasabah yang lebih luas dengan menawarkan inovasi produk dan jasa perbankan digital dengan sinergi dan dukungan penuh dari pemegang saham pengendali, Bangkok Bank," ujarnya (10/11/2021).

Kinerja yang positif di Kuartal III/ 2021 ini juga tidak lepas dari dukungan para nasabah yang menjadikan bank swasta ini menjadi bank of choice mereka serta komitmen perusahaan untuk terus memberikan kenyamanan dan keamanan transaksi perbankan dan berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sejalan dengan pemulihan perekonomian Indonesia, PermataBank membukukan pertumbuhan aset sebesar 31% YoY menjadi sebesar Rp219 triliun yang mempertahankan posisi di jajaran 10 bank komersial terbesar di Indonesia berdasarkan nilai total aset. Sementara penyaluran kredit tumbuh secara signifikan 21% YoY menjadi Rp124,2 triliun terutama didorong oleh pertumbuhan kredit korporasi sebesar 45% YoY dan pertumbuhan KPR sebesar 23% YoY.

Dari sisi pendanaan, simpanan nasabah bertumbuh 23% YoY terutama dikontribusikan oleh pertumbuhan tabungan dan giro sebesar 28%. Kenaikan ini sejalan dengan strategi untuk memfokuskan pertumbuhan simpanan nasabah dengan biaya dana yang lebih murah untuk mendukung penyaluran kredit dengan suku bunga yang lebih bersaing dalam jangka panjang. Sejalan dengan hal tersebut, rasio CASA naik menjadi 53%, lebih tinggi dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar 51%.

Sejalan dengan pertumbuhan aset, pendapatan operasional mencapai Rp7,5 triliun atau tumbuh 17% YoY dan laba operasional sebelum pencadangan tumbuh 28% YoY menjadi Rp3,5 triliun. Pertumbuhan ini dikontribusikan oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 28%. Hal ini mencerminkan pengelolaan dana, baik simpanan nasabah maupun dana setoran modal dari pemegang saham, secara optimal.

Rasio beban operasional dibandingkan pendapatan operasional (BOPO) juga mengalami perbaikan menjadi 88%, membaik dari periode yang sama tahun lalu sebesar 92% yang dikontribusikan oleh penurunan pencadangan kerugian kredit, sejalan dengan perbaikan kualitas portofolio kredit.

Pertumbuhan kredit dan peningkatan kinerja telah membuahkan hasil di Kuartal III 2021. Laba bersih setelah pajak tercatat Rp831 miliar, meningkat signifikan 93% atau hampir dua kali lipat dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp430 miliar. Kualitas portofolio kredit masih terjaga dengan rasio NPL gross dan netto masing-masing sebesar 3,3% dan 0,9%, terkoreksi menjadi lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dengan rasio masing-masing sebesar 3,8% dan 1,5%. Secara prudent membukukan pencadangan kerugian kredit untuk mengantisipasi potensi kerugian kredit yang dapat terjadi sebagai akibat pandemi yang masih berlangsung, dengan mempertahankan rasio NPL coverage sebesar 217%, hampir dua kali lipat dibandingkan rasio NPL coverage tahun lalu sebesar 118%

Rasio permodalan dengan rasio CAR dan CET-1 sebesar masing-masing 34% dan 26%. Hal ini menjadi key enabler untuk mempercepat pertumbuhan bisnis baik secara organik maupun inorganik.

Menjadi bagian dari Bangkok Bank Group yang merupakan bank korporasi terkuat di Thailand, PermataBank akan terus memperkuat branding position sebagai bank universal di Indonesia dan melakukan inovasi dan investasi yang berkelanjutan, baik dalam hal penawaran produk yang relevan maupun di bidang perbankan digital untuk memberikan layanan dan pengalaman bertransaksi yang menyenangkan dan memuaskan bagi nasabah di segmen Ritel, SME, komersial dan korporasi.

Hingga Kuartal III/2021, PermataBank mencetak inovasi produk digital melalui kerja sama API Banking dengan Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat dan pengimplementasian Cross-Border QR Pay dalam rangka mendukung inisiatif Bank Indonesia. PermataBank Syariah juga meluncurkan The First Shariah API Solution untuk lembaga keuangan syariah.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)