PermataBank Luncurkan E-Bond, Platform Jual Beli Obligasi

Melihat adanya kebutuhan digital dan untuk mengikuti kemajuan teknologi saat ini, PermataBank meluncurkan fitu baru, yaitu E-Bond, sebuah platform untuk transaksi online yang dibuat khusus untuk kebutuhan investasi obligasi melalui fasilitas Internet Banking dari PermataBank yang masuk ke dalam bagian dari Permata E-Wealth.

Bianto Surodjo, Direktur Retail Banking PermataBank, mengatakan, pihaknya melihat aspek digital sudah menjadi gaya hidup di tengah padatnya aktivitas masyarakat urban sehingga tujuan diluncurkannya E-Bond untuk mempermudah dan mendekatkan transaksi jual beli Surat Utang Negara (SUN) dalam keseharian nasabah yang dapat dilakukan di manapun dan kapanpun.

“Saya mengira bahwa di negara yang sedang tumbuh investasi obligasi menjadi semakin penting. Kami ingin menjawab kebutuhan tersebut dengan memberikan sentuhan inovasi dalam berinvestasi dengan meluncurkan layanan E-Bond. Hal ini didasari keinginan kami untuk selalu memberikan kemudahan dan fleksibilitas transaksi virtual. It's just one click away, ” ungkap Bianto.

Bianto melanjutkan, untuk dapat menggunakan layanan E-bond, nasabah yang belum pernah bertransaksi obligasi sebelumnya cukup mendatangi kantor cabang Permata Bank. Lalu melakukan registrasi layanan internet banking PermataBank - PermataNet. Minimum transaksi awal yang perlu dilakukan oleh nasabah sebesar Rp 100 juta. Selanjutnya, nasabah dapat leluasa mengakses fitur e-bond di dalam PermataNet untuk transaksi pembelian ataupun penjualan obligasi.

“Keinginan nasabah yang secara garis besar terbagi dua yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Kalau yang pendek larinya ke tabungan, yang jangka panjang salah satunya ke sini. Ada SUN, surat berharga syariah negara (SBSN), obligasi ritel donesia (ORI), dan banyak lagi. Jadi maksud kami untuk menyediakan semuanya bagi nasabah. E-bond adalah tool-nya” tutur Bianto.

Mengenai investasi dan target layanan tersebut, Bianto menjelaskan bahwa E-bond bukan unit terpisah yang dimunculkan melainkan bagian dari keseluruhan improvement PermatBank. “Tujuan kami sebetulnya bukan seberapa besar jumlah targetnya tapi untuk mempermudah akses nasabah terhadap produk ini. Memang minimum transaksi untuk saat ini Rp 100 juta, namun ini baru babak pertama, ke depannya akan dilihat perkembangannya apakah harus diturunkan atau dinaikkan,” ujarnya.

Sementara itu, Loto Srinaita Ginting, Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan RI, mengapresiasi bahwa platform ini dapat membantu pemerintah memasarkan SUN ke pasar sekunder. Ia mengatakan sangat penting memahami hubungan SUN dengan APBN di mana sebagian pembiayaan pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan saat ini dibiayai melalui utang.

“SUN dijamin oleh negara baik pembayaran kupon maupun pokoknya. Ini merupakan investasi yang super aman Selain kita berinvestasi, kita juga turut andil dalam pembangunan negara, baik infrastruktur, pendidikan dan kesehatan yang berguna bagi seluruh masyarakat,"ungkapnya.

 

Editor: Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)